Imbal hasil Treasury AS 10 tahun dan USD kembali melemah sehingga menguntungkan bagi emas di hari tersebut. Hal ini sekaligus melanjutkan rebound yang terjadi pasca tekanan turun sentuh 4099 di hari Senin sebelumnya.
Penundaan serangan AS ke fasilitas energi Iran membuat pasar merespon positif dan meredam kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Hal itu membuat emas kembali diburu, terutama pasca penurunan 2 hari terakhir berhasil membuat emas berada di harga terendahnya sejak Desember 2025.
Harga minyak yang menjadi acuan pasar global saat ini mengalami penurunan dari level tertingginya $100 per barel (di hari Senin), berangsur turun ke $84 per barel di hari Selasa sehingga hal tersebut membuat kecemasan pasar terhadap inflasi cenderung reda. Hal itu yang membuat emas bertahap rebound di 2 hari pertama pekan ini, dari level terendahnya $4099 di hari Senin, sampai ke puncak $4602 hari ini.
Laporan tentang kemungkinan gencatan senjata membuat pasar mulai menatap optimis tentang kemungkinan berakhirnya perang dalam waktu dekat. Saluran 12 Israel melaporkan bahwa gencatan senjata selama 1 bulan berpotensi akan diumumkan. Laporan menyebut bahwa mekanisme tersebut sedang dikembangkan oleh Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Bagi pasar energi, reaksi ini sejalan dengan hilangnya sebagian premi risiko perang dari harga. Harga minyak melemah setelah laporan tersebut yang menandakan potensi pelonggaran ketegangan.
Laporan menyebut kerangka perjanjian nantinya terdiri dari 15 poin yang akan dinegosiasikan selama periode gencatan senjata. Ketentuan-ketentuan tersebut sangat berfokus pada pembongkaran fasilitas nuklir Iran dan pembatasan pengaruh regionalnya. Dampak terhadap pasar energi akan bergantung pada tetap dibukanya Selat Hormuz dan kredibilitas upaya de-eskalasi.
Di sisi lain, muncul keraguan bahwa Iran mau menerima 15 poin tersebut karena kemampuan nuklir Iran akan cenderung dilemahkan. Kondisi lain yang juga membuat pasar ragu akan terjadi kesepakatan adalah bahwa AS tetap mengirim 3000 pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk mengamankan gencatan senjata. Pasukan diperkirakan tiba di hari Jumat, dan Iran mengancam akan memasang ranjau jika AS tetap bersikeras melakukan serangan darat.

Austan Goolsbee dari Fed Chicago mengingatkan bahwa guncangan energi membayangi prospek suku bunga. Hal ini juga sejalan dengan pandangan Michael Barr. Kondisi itu akan mempersulit Fed dalam menentukan kebijakan. Goolsbee menegaskan tidak ada panduan yang jelas untuk kondisi saat ini. Dia juga menyoroti risiko baik di sisi inflasi maupun pertumbuhan dalam mandat ganda Fed.
Goolsbee menambahkan tentang ketidakpastian terkait pemangkasan suku bunga, dan bergantung pada lamanya perang.
Tidak ada data ekonomi yang signifikan untuk malam nanti dari AS. Pasar kemungkinan akan mencermati perkembangan lebih lanjut tentang upaya diplomasi AS dan Iran. Sejauh ini kita hanya mendengar klaim dari Trump, sedangkan Iran terus membantah. Kondisi ini tentu perlu kepastian dan validasi. Minimal pasar akan mencari tahu dari media Iran.
Jika media setempat juga merilis berita tentang proses diplomasi dan kemungkinan gencatan senjata, maka ini akan mendukung kenaikan lebih lanjut bagi emas. Sebaliknya, jika Iran terus membantah, dan tidak ada konfirmasi terkait gencatan senjata apapun, ini berarti akan membuat emas kembali dibayangi tekanan turun.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup hammer untuk kedua kalinya, tapi kali ini dengan candle berwarna putih yang dianggap sebagai penguat untuk bullish dibanding hari sebelumnya. Area support 4309-4402 dianggap efektif menahan penurunan, lalu berbalik dengan kenaikan hingga 4484. Secara teori, pola candle ini mendukung untuk potensi rebound lebih lanjut.
Secara struktural, rsi mulai rebound, dan MA 100 yang kini berada di 4614 berpotensi diuji dalam waktu dekat. Peluang naik lebih lanjut semakin kuat jika MA 100 berhasil ditembus, sekaligus membuka peluang untuk kenaikan ke resistance 4735. Sebaliknya, jika gagal tembus, waspada dengan tekanan balik, dan penurunan di bawah 4450 akan membuka peluang untuk menguji kembali support 4350 dan 4274 paling jauh.

Di H4, kenaikan di sesi Asia berhasil mencapai zona abu-abu 4577-4613 dengan level tertinggi sementara tercatat di 4602. Swing low diharapkan terjadi dengan zona terdekat 4492, terjauh diharapkan tertahan di zona orange 4419-4439 atau zona ungu 4372-4433. Artinya, area kisaran 4400-4430 kemungkinan dianggap zona aman untuk buy, karena demand diperkirakan cukup baik di zona tersebut.
Di sisi lain, peluang kenaikan akan lebih dominan jika demand berikutnya berhasil dorong harga untuk tembus resistance 4602. Peluang kenaikan bisa lebih tinggi hingga mendekati zona pink 4719-4826 jika harga minyak mentah global tetap di bawah $90, atau jauh lebih baik jika turun di bawah $84 per barel. Ini akan mempermudah kenaikan emas.
Sebaliknya, tekanan turun berpotensi membayangi, terutama jika harga minyak kembali melonjak di atas $95-98. Hal ini akan membuat emas kembali tertekan, dan zona 4400 mungkin ditembus, dengan potensi terdekat 4372, atau lebih lanjut hingga tembus 4342. Tapi jika harga minyak tidak berlanjut naik, maka penurunan emas diperkirakan cenderung terbatas.

Per jam 12.30 WIB, harga berada di 4554.24 dengan high 4602.40, dan low 4455.90. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 25 Maret 2026, saat artikel ditulis, rekomendasi alternatif untuk buy saat breakout/tembus 4560 sudah berhasil sentuh TP 2 di 4580 (karena high sentuh 4600an). Dengan demikian strategi berikutnya kita mengharapkan pullback atau retest support, dan zona biru kisaran 4516-4554 atau zona orange 4485-4537 kemungkinan menjadi area demand terdekat dari potensi pullback tersebut.
Ini berarti area 4506-4508 atau maksimal di kisaran 4485-4490, Anda bisa pertimbangkan untuk kembali melakukan buy. Atau zona yang dianggap paling minim risiko bisa pertimbangkan buy di kisaran 4411-4455. Peluang naik tetap dominan selama harga minyak tetap berada di bawah $90 per barel, atau jauh lebih kuat jika harga minyak berhasil tembus $84 per barel.
Sebaliknya, jika harga minyak kembali naik dan tembus di atas $95-98 per barel, maka emas berpeluang kembali tertekan. Jika itu yang terjadi, Anda bisa pertimbangkan ubah strategi menjadi sell. Ekspektasi penurunan kemungkinan lebih lanjut di bawah 4342 jika situasi geopolitik kembali menyebabkan lonjakan harga minyak.
Tapi secara keseluruhan, ekspektasi gencatan senjata AS – Iran mendorong optimisme pasar dan meredam kekhawatiran inflasi sehingga diperkirakan akan mendukung kenaikan emas. Artinya, selama ekspektasi tersebut dominan, maka diperkirakan penurunan emas relatif terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip (update jam 12.40 WIB)
Entry: 4506.00 – 4508.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4520 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4586, target terdekat 4596, terjauh 4615, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4500.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4498.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4100.00 – 4102.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4114.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4094.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4092)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



