
Imbal hasil Treasury AS 10 dan dolar berhasil lanjutkan kenaikan, meski sempat turun menjelang penutupan sesi NY. Namun, hal ini cukup membuat emas terbebani sepanjang sesi perdagangan hari Selasa, 3 Mar 2026. Pasar tidak mendapati eskalasi ketegangan baru dari situasi geopolitik sehingga memutuskan untuk melakukan aksi profit taking karena kenaikan emas yang sudah berlangsung 3 hari terakhir (include gap Senin).
Di sisi lain, emas juga turun akibat pasar mulai pesimis dengan pemangkasan suku bunga Fed karena lonjakan harga minyak sempat membuat khawatir tentang lonjakan inflasi yang berpotensi membuat Fed batal menurunkan suku bunga. Tapi pernyataan Trump yang muncul berhasil meredam kekhawatiran tersebut, dan emas rebound jelang penutupan.
Perang Belum Berakhir, Tapi Tidak Ada Eskalasi Baru
Salah satu faktor yang membuat emas enggan lanjutkan kenaikan adalah situasi geopolitik yang cenderung stagnan sejak serangan akhir pekan. Emas sudah naik sejak hari Kamis dan Jumat, akhir bulan Februari saat pasar mencerna informasi bahwa potensi serangan kepada Iran bisa terjadi di akhir pekan. Dan saat serangan muncul di akhir pekan, pasar mulai memperhitungkan hal tersebut di pembukaan hari Senin dengan posisi gap up.
Meski terjadi aksi balasan dari Iran sejak terbunuhnya pemimpin mereka Ayatollah Khamenei, hampir tidak ditemukan ancaman yang terlalu signifikan yang membuat situasi ketegangan meningkat. Hal ini membuat pasar cenderung melakukan aksi profit taking sehingga emas terhenti sementara waktu, dan penurunan cepat hingga 4996 terjadi di malam hari.
Namun, kondisi geopolitik yang masih tidak menentu tetap dianggap sebagai peluang untuk kenaikan emas berikutnya. Israel dan AS mengancam serangan besar belum dilakukan, dan bisa terjadi segera. Hal ini kemungkinan yang ditunggu pasar sehingga cenderung membatasi penurunan emas di sisi lain.
AS keluarkan perintah untuk mengevakuasi warganya yang masih tertahan di Timur Tengah untuk segera kembali ke AS dengan jalur komersil. Tapi belakangan militer dikerahkan untuk mengevakuasi. Jika dirunut pada kejadian minggu lalu, maka ini merupakan sinyal bahwa AS kemungkinan mulai siapkan serangan besar lainnya dan kemungkinan besar kembali dikerahkan di akhir pekan. Jika benar, maka penurunan emas di hari Selasa dan mungkin Rabu, kemungkinan hanya bersifat sementara dan mulai terbatas.

Data terbaru dari World Gold Council menunjukkan bank sentral membeli kurang dari 20% dari rata-rata permintaan bulanan dari tahun 2025 ke bulan Januari. Tapi “pemain baru” juga masuk pasar sehingga hal ini menunjukkan bahwa basis permintaan untuk akumulasi cadangan emas semakin meluas.
Momentum pembelian emas bank sentral boleh saja mereda di awal tahun 2026, jika dibandingkan dengan rata-rata 12 bulan sebelumnya sebesar 27 ton. Tapi WGC mengatakan geopolitik kemungkinan akan terus berlanjut sampai 2026 dan seterusnya. WGC percaya bahwa meluasnya permintaan dari Kumpulan bank sentral yang lebih luas bisa menjadi tema utama di tahun 2026.
Fokus Malam ini
Saat geopolitik cenderung stabil tanpa ada eskalasi yang signifikan, trader sebaiknya fokus dengan data ekonomi lebih dulu. Data ADP dan ISM services dari AS di jam 20.14 WIB dan 22.00 WIB menjadi fokus utama malam nanti. Data ADP diperkirakan naik dari 22K menjadi 50K, sedangkan ISM services diperkirakan turun dari 53.8 menjadi 53.5.
Data yang lebih lemah dari perkiraan akan membuat emas mampu kembali naik di malam hari. Sebaliknya, jika data dirilis lebih kuat, maka penurunan diperkirakan akan kembali membebani emas.
Sedangkan di sisi geopolitik, pasar tetap harus mewaspadai jika terjadi eskalasi ketegangan yang signifikan. Kunci utamanya adalah diplomasi dan gencatan senjata. Jika itu yang terjadi, maka emas dominan turun selain oleh data ekonomi yang lebih kuat. Tapi selama belum ada arah diplomasi ataupun gencatan senjata, maka pasar menganggap situasi geopolitik masih tidak menentu, dan sewaktu-waktu bisa kembali memanas, sehingga emas di sisi lain masih bisa kembali bullish.
Untuk sementara, kami melihat AS dan Israel sedang mempersiapkan evakuasi warganya dari Timur Tengah, sehingga kondisi ini dianggap pasar masih terlihat stabil.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body panjang, memberi indikasi bahwa koreksi turun relatif lebih kuat dari perkiraan. Secara umum, profit taking membayangi pasar karena minimnya eskalasi ketegangan yang signifikan sejak serangan akhir pekan, dan emas sudah naik lebih dulu sejak Jumat peringatan tentang serangan hingga gap yang terjadi di hari Senin. Meski demikian, penurunan cenderung mulai menemukan bottom yang menahan untuk sementara waktu.
Secara struktural, tren utama masih bullish, sentiment utama geopolitik belum berakhir, hanya saja tidak adanya eskalasi ketegangan yang baru membuat pasar cenderung mengalihkan sementara fokus mereka ke data ekonomi. Support 4996-5000 akan menjadi area psikologis, dan sejauh ini penurunan tertahan di zona tersebut. Sebaliknya, resistance 5185-5200 untuk sementara menahan kenaikan, sampai didapat pemicu baru yang lebih segar ataupun kuat.

Di H4, tampak penurunan sempat tembus trendline support 5080, dan berlanjut hingga 4996. Tapi kemudian candle berikutnya ditutup kembali di atas trendline. Hal ini menunjukkan MA 200 saat itu di 5006 cenderung masih kuat sehingga terjadi rejection yang mendorong harga kembali di atas 5100, sekaligus menunjukkan tren utama bullish yang masih tetap dominan setelah 2 hari beruntun ditekan turun.
Secara hitungan, wave (iii) ternyata selesai lebih cepat dari perkiraan. Sebelumnya kami memperkirakan wave (iii) baru akan selesai saat sentuh zona coklat 5470-5549), tapi ternyata kenaikan terakhir tertahan di 5419, dan penurunan dengan cepat tembus 2 support di bawahnya, yaitu 5249 dan 5140. Namun, kenaikan kembali di atas 5140 seharusnya menjadi pertanda positif. Tapi di sisi lain, ini menjadi ancaman baru untuk tekanan berikutnya, jika harga tidak mampu tembus di atas 5190-5200 dalam waktu dekat.
Skenario berikutnya yang diharapkan terbagi 2, yaitu : #1 bullish terus mendorong naik sejak harga tidak tembus MA 200 (5006), atau #2 bullish belum terlalu kuat, harga masih bisa retest 4996-5000 atau bahkan jauh lebih rendah ke zona pink 4854-4907.
Skenario #1 menunjukkan peluang bullish yang tetap dominan. Asumsi 1 adalah bahwa harga tetap berada di atas 5110-5140. Jika dalam 4-6 jam ke depan terus berlaku seperti ini, maka buyer kemungkinan kembali masuk dan mendorong harga naik lebih tinggi, kembali di atas 5200-an. Atau, asumsi 2, akan terjadi swing low lebih dulu, setidaknya menguji kembali area MA 200 yang saat ini ada di zona 5011. Jika ini yang terjadi, maka trader bisa mempertimbangkan mulai buy di zona tersebut (dekat MA 200). Bullish akan lebih kuat jika didukung data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, dan terjadi eskalasi ketegangan geopolitik yang signifikan.
Sebaliknya, “asumsi 2” pada skenario #1 bisa berkembang lebih lanjut sebagai peluang sell jika MA 200 ditembus. Ini berarti akan menekan harga hingga kisaran support berikutnya 4854-4907. Seller akan mendominasi selama harga tidak tembus 5190 dan berpeluang lebih kuat jika tembus 5000. Kondisi ini akan dominan jika didukung data ekonomi yang lebih kuat dan jalur diplomasi dari Iran dan AS.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 5166.02 dengan high 5190.74, dan low 5083.66. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 4 Maret 2026, strategi sell jangka pendek tetap dipertahankan, tapi area diperluas sampai kisaran 5185. Terlihat bahwa harga sempat naik ke 5190, tapi kemudian mengalami rejection dan harga ditutup di 5154, dan candle berbentuk bearish bisa dianggap piercing line (2 candle terakhir bullish + bearish).
Zona merah yang sebelumnya bertindak sebagai support di 5168-5180 kini berperan sebagai resistance. Selama harga belum mampu naik dan ditutup stabil di atas zona ini, maka tekanan turun diperkirakan masih bisa terjadi sehingga sell tetap bisa dilakukan. Namun, potensi target ataupun area support perlu diwaspadai. Dalam hal ini, zona ungu di kisaran 5082-5110 kemungkinan sebagai support yang diperkirakan cukup kuat untuk beberapa waktu ke depan.
Jika dalam 2-3 jam ke depan harga tetap di bawah 5190, maka strategi sell tetap dipertahankan, dengan peluang target terdekat 5140, atau terjauh kisaran 5083-5090 yang menjadi area low sementara di sesi Asia hari ini. Dan jika tembus 5083, maka tren cenderung berlanjut dengan dominan turun hingga sesi NY (sisanya tergantung data ekonomi).
Sebaliknya, buyer bisa pertimbangkan untuk entry jika : 1) zona ungu 5082-5110 tidak ditembus, atau bisa saja terdapat false breakout; 2) harga tembus dan stabil di atas zona merah atau di atas 5190. Dan jika berhasil tembus 5190, maka tren cenderung berlanjut dengan dominan naik hingga sesi NY kembali bergantung pada data ekonomi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally (updated jam 11.00 WIB)
Entry: 5178.00 – 5180.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5166 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5380, target terdekat 5390, terjauh 5410, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5186.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5185.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5090.00 – 5092.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5104.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5084.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5083)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



