Imbal hasil Treasury AS 10 tahun dan USD kembali melemah di sesi perdagangan hari Senin pasca pembukaan gap up yang sempat terjadi pasca ketegangan geopolitik di akhir pekan. Namun, pernyataan Trump tentang penundaan rencana serangan pembangkit listrik Iran membuat keduanya kembali turun sehingga di sisi lain berhasil menguntungkan bagi emas yang awalnya tertekan sejak sesi Asia hingga malam hari.
Harga minyak yang juga sempat naik ke $100 per barel, berhasil turun hingga level terendah $84. Hal itu juga yang membuat emas dengan mudah rebound cepat dari 4099 level terendah hari itu, hingga mendekati 4500 (rebound tertinggi 4512).
Sudah bukan rahasia umum bahwa setiap ada kecemasan berlebih di pasar global yang membuat tekanan turun pada pasar ekuitas AS dan juga lonjakan harga minyak, di saat itu juga Trump merilis pernyataan yang cenderung “menenangkan” pasar sehingga membuat pasar ekuitas AS rebound. Demikian juga yang terjadi pada emas setelah tertekan hingga 4099 dari 4510, untuk kembali naik hingga 4512 jelang penutupan sesi NY.
Trump Always Chicken Out (TACO) dikenal sejak Trump umumkan kebijakan tarif tahun lalu, yang selalu diikuti dengan penundaan tarif berkali-kali sehingga membuat pasar saham AS yang sempat turun langsung melonjak. Hal itu juga yang saat ini sedang dilakukan Trump Di sela-sela konflik militer Timur Tengah yang dimulai sejak 28 Februari 2026.
Trump menulis dalam media sosialnya bahwa AS dan Iran sudah melakukan komunikasi yang mengarah pada kemungkinan kesepakatan gencatan senjata dan juga memerintahkan kepada Menteri Perang/Pertahanan untuk menunda rencana serangan ke infrastruktur energi Iran selama 5 hari. Hal ini langsung direspon positif oleh pasar yang mengharapkan tanda-tanda berakhirnya perang.
Trump juga mengklaim bahwa pihak Iran yang menghubunginya lebih dulu untuk menawarkan gencatan senjata, dan Iran setuju dengan semua persyaratan AS untuk tidak lagi melanjutkan program nuklirnya. Tapi klaim ini dibantah oleh Iran, untuk kesekian kalinya. Iran menyebut tidak pernah ada pembicaraan apapun sejak dimulainya serangan AS ke Iran 28 Februari yang lalu. Iran juga menuduh pernyataan tersebut sengaja dibuat Trump untuk menekan kembali harga minyak. Iran mempertegas belum ada pendekatan apapun dari AS terkait gencatan senjata, dan bahkan mengancam balik rencana serangan AS ke Iran tersebut dengan serangan yang sama ke fasilitas energi AS dan Israel jika Trump benar-benar mewujudkan serangan tersebut.

Di sisi lain, permintaan bank sentral diperkirakan akan terus mendukung permintaan emas di tengah ketegangan geopolitik dan tren de-dolarisasi. Ini akan mendukung emas dalam medium term. Bank sentral diperkirakan akan tetap menjadi pembeli emas yang aktif di tahun 2026.
Pembeli baru dan yang sebelumnya tidak aktif pun mulai memasuki pasar. Pembelian terbaru terlihat dari Indonesia, Malaysia dan Guatemala. Hal itu dikaitkan dengan risiko geopolitik dan tren dedolarisasi yang masih berlanjut. Harga tinggi sebelumnya di awal tahun menjadi penyebab melambatnya laju pembelian. Sedangkan dengan penurunan yang terjadi dalam 1-2 bulan terakhir justru menjadi alasan utama bank sentral mulai kembali aktif membeli dengan harga murah.
Terlepas benar tidaknya klaim Trump, kita akan melihatnya dalam 3-5 hari ke depan. Pasar sejauh ini melihat ada peluang untuk ke arah gencatan senjata, tapi juga mewaspadai kemungkinan eskalasi yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Gambaran regional secara umum menunjukkan kondisi yang terus memburuk di mana laporan WSJ menunjukkan bahwa negara-negara Teluk semakin terbuka untuk terlibat langsung dalam konflik. Arab Saudi mengisyaratkan berpotensi berpartisipasi dan UEA menargetkan jaringan keuangan yang terkait dengan Iran. Situasi tersebut mengindikasikan meningkatnya risiko konflik yang lebih luas dan potensi gangguan pada aliran energi global.
Jika eskalasi kembali terjadi, maka hal utama yang lebih jelas bisa terlihat adalah harga minyak. Eskalasi akan berpeluang mendorong minyak kembali tembus $98-100 per barel, dan hal ini akan kembali memicu kekhawatiran akan inflasi sehingga direspon negatif oleh emas. Sebaliknya, jika ketegangan mereda, maka harga minyak bisa kembali turun di bawah $90, bahkan sangat mungkin turun di bawah $84 per barel. Jika ini yang terjadi, maka emas punya peluang naik kembali dan resistance $4500 sangat mungkin untuk kembali ditembus.
Dari sisi data ekonomi, PMI manufacture dan services AS malam nanti jam 20.45 WIB bisa menjadi penggerak tambahan, meskipun di sisi lain faktor geopolitik kemungkinan masih dianggap dominan. Data initial jobless claims di hari Kamis, dan juga pernyataan para pejabat Fed sepanjang minggu ini kemungkinan menjadi petunjuk sekaligus mempertegas kembali posisi Fed saat ini ditengah alasan mempertahankan suku bunga kemarin dan perkembangan geopolitik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup hammer setelah sempat tertekan hingga 4099, diikuti rebound cepat hingga ditutup di 4406. Kondisi ini menunjukkan MA 200 di grafik daily 4090 saat itu berperan efektif saat terjadi tekanan semalam sehingga demand kemudian mendorong harga berbalik naik dengan cepat.
Secara struktural, rsi sudah mulai memasuki fase oversold, dan MA 200 terbukti membantu menahan penurunan tersebut dan memperkuat momentum rebound. Namun, bullish masih harus melewati beberapa rintangan, resistance zona 4512 dan MA 100 yang kini berada di 4607. Sedangkan ancaman bearish juga masih mengintai jika kenaikan gagal mencapai 4512, dengan support terbuka untuk kembali menguji 4309 (low 2 Jan 2026) dan 4264.47 (high 1 Des 2025).

Di H4, penurunan terakhir malam tadi di 4099 terhitung sebagai wave 5 bagian dari koreksi wave C (tren besar), juga bagian dari wave (4) (tren utama) sehingga secara struktural rebound yang terjadi sejak tadi malam merupakan bagian dari pantulan wave a (minor trend) sekaligus penanda untuk peluang rebound bertahap ke depan.
Di sesi Asia pagi ini harga turun hingga 4307 diikuti rebound kembali ke kisaran 4379. Secara hitungan berarti penurunan ke 4307 adalah wave b, sehingga peluang berikutnya secara teori adalah dimulainya kenaikan wave c yang merupakan tahapan untuk kenaikan wave (5) (tren utama). Jika sesuai ekspektasi, maka penurunan kemungkinan mulai relatif terbatas sehingga strategi buy bisa dipertimbangkan.
Area 4328-4335 dan juga 4250-4265 adalah area yang diperkirakan sebagai titik koreksi wave b yang diharapkan. Sedangkan 4599-4605 adalah area yang diharapkan nantinya sebagai target kenaikan wave c, sekaligus dimulainya pantulan kenaikan utama secara bertahap.
Sebaliknya, tekanan turun berpotensi membayangi, terutama jika turun hingga 4099. Secara teknis, ada 2 kemungkinan dari zona ini, yaitu : 1) rebound, sebagai potensi terbentuknya double bottom; atau 2) tembus, sebagai penanda bahwa penurunan belum selesai, dan potensi tekanan berlanjut ke zona support berikutnya kisaran 4000-4020, atau 3976.
Jika yang terjadi adalah potensi 1 (rebound), maka zona 4095-4100 dianggap peluang buy kembali sebagai potensi double bottom. Sedangkan jika yang terjadi adalah potensi 2 (tembus), maka seller akan kembali dominan.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 4339.00 dengan high 4448.20, dan low 4307.22. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 24 Maret 2026 | PT. Agrodana Futures, saat artikel ditulis, tercatat bahwa swing low sejak pagi tadi di sesi Asia sempat terlihat sekitar 3x kesempatan yang berhasil sesuai harapan dengan tekanan ke 4330 diikuti rebound cepat ke 4360an. Meski demikian, tekanan sempat berlanjut sampai 4307, masih di sesi Asia, tapi juga berhasil kembali rebound ke 4379.
Secara area, zona orange kisaran 4281-4336 memang bertindak sebagai area demand yang diharapkan. Dan sejauh ini (sampai saat artikel ditulis), zona tersebut masih efektif sebagai zona demand sehingga kami tidak melihat alasan untuk merubah strategi meski harga sempat turun ke 4307. Bahkan alternatif lain, buy tetap bisa dipertimbangkan di zona terbawah zona orange 4281. Dan secara hitungan ini adalah wave B koreksi, sehingga jika terus bertahan seperti ini, maka ekspektasi kenaikan wave C dimulai bertahap.
Sebaliknya, jika dalam 2 jam ke depan (2 candle H1 berturut-turut) harga tetap bertahan di bawah 4280, maka Sell bisa dipertimbangkan, dan lebih kuat jika turun di bawah 4250. Proyeksi penurunan diperkirakan kembali menguji zona 4100 atau 4095-4100.
Tapi sell harus berhenti atau dikurangi karena dikhawatirkan zona 4095-4100 membentuk potensi double bottom. Jika harga minyak turun kembali di bawah 88-90, maka ini menjadi pendukung untuk kembali membeli emas. Sebaliknya, jika ternyata minyak berlanjut naik dan tembus $98, maka sebaiknya abaikan potensi double bottom tersebut karena kemungkinan emas masih akan terbebani dan mengincar zona support berikutnya di 3976.
Ubah strategi menjadi sell hanya jika kondisi memenuhi syarat. Tapi selama tidak memenuhi syarat, maka buy menjadi strategi utama saat ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip (update jam 11.00 WIB)
Entry: 4312.00 – 4314.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4326 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4380, target terdekat 4390, terjauh 4410, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4306.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4305.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4100.00 – 4102.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4114.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4094.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4092)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



