Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya hingga mendekati level tertinggi dalam 3 pekan terakhir seiring dengan data PMI di sektor jasa yang memperkuat peluang Fed memangkas suku bunga acuan pekan ini. Data PMI Flash di sektor manufaktur masih cenderung menurun ke 48.3 yang lebih rendah dari perkiraan turun 49.4 dari periode sebelumnya yang direvisi membaik 49.7. Sedangkan di sektor jasa terus cenderung meningkat menjadi 58.5 yang melampaui perkiraan hanya naik 55.7, meski data periode sebelumnya direvisi menurun menjadi 56.1. Sehingga secara komposit PMI, keduanya menjadi 56.6 dari periode sebelumnya 54.9. Ini merupakan level tertinggi dalam 2.5 tahun terakhir lebih didorong oleh sektor jasa yang juga merupakan level tertinggi dalam lebih dari 3 tahun terakhir. Sedangkan sektor manufaktur masih menjadi beban ekonomi karena terus menerus menurun termasuk indeks manufaktur negara bagian New York yang turun drastis dari 31.2 menjadi 0.2 yang jauh lebih rendah dari perkiraan turun banyak ke 6.4. Hampir dapat dipastikan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter FOMC yang akan dimulai malam ini dan hasilnya baru akan dirilis esok hari atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Dengan perkiraan mencapai 97% peluang tersebut menurut CME's FedWatch tool. Yang akan dicermati oleh pasar adalah proyeksi suku bunga acuan ke depan atau Dot Plot yang akan dirilis bersamaan dengan pengumuman hasil pertemuan tersebut nanti. Masih ada data Retail Sales dan Durable Goods Order yang akan dirilis malam ini. Bitcoin kembali naik melampaui level $100K hingga mendekati level $107K seiring dengan rencana Trump untuk membuat cadangan bitcoin nasional seperti hanya cadangan minyak mentah yang disambut baik oleh pelaku industri crypto.
Yen masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk mempertahankan suku bunga acuannya. BOJ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada hari Kamis nanti. Sejumlah analis ekonomi yang disampaikan oleh media semakin mempertegas peluang BOJ untuk tidak menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kali ini dengan pertimbangan menunggu agenda ekonomi pemerintah AS yang baru serta kemungkinan perubahan tingkat upah domestik di Jepang yang akan dirilis pada Januari nanti. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis hari ini.
Euro relatif tertahan terhadap dolar dibayangi oleh politik di Jerman dan penurunan peringkat hutang negara Prancis oleh Moody’s. Kanselir Jerman – Olaf Schultz terancam dilengserkan seiring dengan mosi tidak percaya parlemen Jerman yang memicu pemilu dini yang dijadwalkan pada 23 Febeuari nanti. Sementara peringkat Prancis diturunkan beberapa saat setelah Presiden Macron memilih François Bayrou menggantikan Michel Barnier yang dipecat menyusul rencana pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak yang diusulkannya guna mengatasi defisit anggaran yang membengkak di Prancis. Data PMI di kawasan ini menunjukkan sektor jasa mulai masuk zona ekspansif dengan naik melampaui ambang batas 50 menjadi 51.4 lebih tinggi dari perkiraan stagnan 49.5 sama seperti periode sebelumnya. Sedangkan sektor manufaktur masih tertahan 45.2 sama seperti periode sebelumnya dan meleset dari perkiraan sedikit naik 45.3. Sebelum data dirilis, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Christine Lagarde dalam pidato di Lithuania menyampaikan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan jika inflasi semakin mendekati target 2%. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling menguat terhadap dolar seiring dengan data aktifitas bisnis yang menunjukkan tekanan inflasi kembali meningkat. Bulan ini terjadi PHK dalam jumlah terbanyak dalam hampir 4 tahun terakhir, harga-harga berpotensi kembali naik seiring dengan kenaikan bahan baku dan juga upah yang semakin tinggi serta sentimen konsumen yang semakin pesimis, membuat prospek ekonomi di Inggris meredup. Sebelumnya data PMI di sektor manufaktur masih terus menurun di bawah ambang 50 sementara di sektor jasa semakin meningkat menguat di atas ambang batas 50. Sedangkan secara komposit PMI, hanya naik 50.5 sedikit di atas ambang batas dan di bawah perkiraan 50.7. Dengan potensi inflasi yang beresiko naik akan menahan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. BOE dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di hari Kamis setelah BOJ. Hari ini tidak ada data ekonomi.



