Imbal hasil Treasury AS ditutup turun untuk kedua kalinya dalam 2 hari beruntun. Sementara dolar justru sempat mengalami kenaikan cepat meskipun akhirnya ditutup di titik awal sebelum kenaikan tersebut terjadi. Namun hal tersebut tetap membebani emas sehingga sulit untuk mendapatkan rebound yang kuat di malam hari dan berakhir di zona psikologis 2605.
Penurunan drastis di pasar saham AS sepertinya ikut berdampak pada nasib emas yang juga mengharapkan rally akhir tahun. Hal ini membuat investor berhati-hati dan cenderung melakukan aksi profit taking meskipun data ekonomi tadi malam menunjukkan Chicago PMI yang lebih rendah dari ekspektasi, 36.9 vs 42.7.
Nasib Rally Terancam, Cermati Indeks Saham!
Rally akhir tahun berpotensi terancam dengan penurunan dibawah 2600 yang terjadi tadi malam. Hal tersebut juga sejalan dengan penurunan drastis yang terjadi pada indeks saham AS yang tertekan untuk hari kedua berturut-turut karena penurunan di sektor teknologi.
Dengan kondisi memasuki hari terakhir Desember yang juga sekaligus hari terakhir tahun 2024, maka nasib rally emas akan bergantung pada penutupan hari ini. Biasanya ada daya tarik musiman yang cukup kuat setiap tahunnya sejak 2016. Tapi dengan Fed yang berubah menjadi hawkish, penguatan dolar dan tekanan pada obligasi membuat emas terbebani dan berpotensi ditutup lebih rendah di bulan Desember, kecuali jika terjadi perubahan yang cukup “Ajaib” di hari terakhir perdagangan bulan ini.
Secara keseluruhan emas sudah naik 26.5% sepanjang tahun ini, menjadikannya sebagai tahun terbaik sejak 2010. Meskipun kondisi terkini berpotensi merintangi kenaikan emas di akhir tahun, tapi sejarah menunjukkan emas pernah mengalami penurunan di Desember 2015 dan 2016 kemudian menguat di bulan Januari, masing-masing 6.6% dan 5.4%. Dengan demikian hal tersebut bisa saja memperkuat kasus untuk terjadinya pengulangan kenaikan di bulan Januari (jika memang ternyata Desember gagal untuk catatkan kenaikan di hari terakhir).
Di sisi lain, jika mencermati kondisi minggu lalu saat mau memasuki libur Natal, emas juga mengalami penurunan di hari Senin dan Selasa. Namun kemudian berhasil naik saat penutupan jelang libur dipicu dengan kenaikan yang terjadi pada indeks saham AS sebelum libur. Dan hal tersebut berlanjut saat pembukaan setelah libur Natal. Dengan demikian bisa saja hal tersebut kembali terjadi di hari Kamis, 2 Januari 2024, dengan catatan bahwa indeks saham akan menjadi indikator yang menarik untuk dicermati.

Tidak ada data ekonomi malam ini yang efektif ataupun signifikan berpengaruh sehingga pasar akan mencermati perkembangan di malam hari. Jika tidak ada kejutan ataupun tekanan yang signifikan, maka indeks saham bisa menjadi indikator yang baik untuk mendapatkan sinyal apakah emas akan rebound di malam hari atau tidak.
Data besar lainnya muncul di hari Kamis, dengan jobless claims mingguan yang akan kembali disorot, beserta PMI manufacture, versi ISM dan juga S&P Global.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, kenaikan terhambat di 2627, gagal untuk pulih di atas 2633. Bahkan penurunan sempat menyentuh 2596, meskipun akhirnya ditutup rebound di 2605. Rally akhir tahun terancam jika hari ini harga kembali bertahan di bawah 2610, atau dengan kata lain gagal tembus di atas 2630-an.
Secara keseluruhan, resistance psikologis saat ini berada di zona 2633-2638 sehingga jika rebound kembali gagal tembus atau minimal ditutup di zona tersebut, maka peluang kenaikan di beberapa hari pertama Januari akan relatif kecil dan investor harus menunggu NFP minggu depan. Sebaliknya, penurunan di bawah 2580 akan membuka peluang untuk menguji zona 2571 ataupun 2540, dengan catatan bahwa kondisi akhir tahun yang berpotensi membatasi aktivitas jelang libur, maka penurunan diharapkan tertahan di zona 2578-2582.

Di H4, kenaikan gagal lanjut di atas 2630-an, dan catatkan tertinggi hanya berada di 2627 sebelum akhirnya turun hingga 2596. Di penurunan pertama 2605 harga sebenarnya sempat rebound hingga 2622. Tapi sayangnya gagal lanjut hingga akhirnya turun drastis ke 2596.
Secara umum tekanan turun kemungkinan masih dominan untuk beberapa waktu ke depan dan area 2618-2627 adalah area resistance yang diperkirakan akan menjadi zona sell yang cukup kuat untuk saat ini. Dengan catatan stop loss harus ditempatkan di atas resistance untuk mengantisipasi kemungkinan berbalik naik karena kesempatan untuk penutupan positif di akhir tahun masih cukup terbuka.
Level support 2601-2605 kemungkinan akan kembali ditembus, dan itu berarti area 2590-2594 akan kembali dilirik. Jika tembus, maka potensi berikutnya melirik zona 2578-2582. Di area ini akan sangat kritikal. Jika tembus juga, maka berpotensi lanjut ke 2571 (support FR 50% Daily) atau terjauh 2554.45 (low 15 Nov 2024).
Sebaliknya, jika 2578-2582 tidak ditembus, maka demand diperkirakan muncul dan berpeluang kembali mendorong harga naik kembali, setidaknya ke zona 2588-2594 atau mendekati 2600 kembali.
Minimnya data ekonomi dan juga kemungkinan profit taking jelang libur akhir tahun diperkirakan akan membuat harga bergerak sideways sehingga penurunan diperkirakan tidak terlalu besar. Dengan demikian zona 2578-2582 diharapkan mampu menahan penurunan tersebut.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari). Namun, kondisi penurunan di saham AS membuat peluang Santa Claus Rally di emas juga turut terancam!

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2606.16, dengan high di 2611.50 dan low 2603.80. Trendline support berhasil ditembus sehingga kali ini harga cenderung turun. Dengan menarik garis dari puncak 2638.09 ke 2622.51, lalu tarik garis sejajar, maka didapat trend channel seperti pada gambar.
Ekspektasi skenario hari ini swing high terbatas untuk beberapa waktu ke depan, dengan area resistance trend channel berada di kisaran 2615-2622 sebagai area retest sekaligus zona sell yang berisiko rendah (lower risk), dan penurunan berlanjut mendekati 2578-2582.
Jika harga bergerak sesuai skenario, maka potensi bearish lebih dominan sehingga SELL di sesi Asia maupun Eropa masih bisa dilakukan selama tidak tembus di atas 2623.
Namun, di malam hari, terutama jika harga sentuh area yang diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat (kisaran 2578-2582), maka rebound diharapkan terjadi di zona tersebut. Dan hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk zona buy, jika memenuhi syarat tersebut, dengan stop loss sebaiknya dipasang beberapa poin di bawah 2578.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 2616.00 – 2618.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2604.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2605.00,
Target terdekat 2596, terjauh 2580, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2624.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2623.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2578.00 – 2580.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2592.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2572.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2572)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



