Laporan CPI sedikit lebih rendah dibanding perkiraan, 2.9% y/y vs 3.0%, dan core CPI 3.2% vs ekspektasi 3.3% y/y. Sementara basis bulanan terjadi kenaikan menjadi 0.2% m/m, baik inflasi utama maupun inti.
Sebagian besar inflasi didorong oleh perumahan, yang ternyata mengalami tekanan turun. Seharusnya data tersebut akan direspon pasar lebih positif. Tapi ternyata tidak terlalu direspon karena investor bergerak di luar data inflasi dan ada sesuatu yang menjadi fokus utama pasca data PPI sebelumnya. Dan hal tersebut membuat dolar menguat dan aksi jual obligasi.
Faktor lain yang juga potensial adalah dikarenakan kenaikan emas cenderung sudah terjadi lebih dulu dalam 3 hari terakhir sejak Senin sampai mendekati data CPI sehingga saat data dirilis justru menjadi antiklimaks. Dan secara angka penurunan tidak terlalu jauh dari angka ekspektasi sehingga kenaikan emas tertahan di 2479 sebelum terkoreksi turun.
Goolsbee Cemaskan Ketenagakerjaan
Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee mengatakan bahwa dia semakin khawatir dengan data ketenagakerjaan. Dalam pernyataannya pada Bloomberg, Goolsbee mengatakan bahwa meningkatnya pengangguran bisa mengindikasikan memburuknya pasar tenaga kerja.
Goolsbee akan lebih fokus dengan lapangan kerja jika pasar tenaga kerja melemah. Mengingat kondisi kebijakan ekonomi saat ini “sangat ketat”, maka ekonomi tidak terlalu panas. Goolsbee yakin bahwa kondisi ekonomi saat ini menjamin besaran pemangkasan suku bunga.

Pasca data CPI, MS menandai potensi penurunan suku bunga FOMC 50 bps di bulan September. Meski data CPI tidak sedingin PPI kemarin, tapi data CPI yang sesuai ekspektasi kemungkinan tidak akan mengguncang. Pertanyaan utamanya saat ini adalah berapa besar Fed akan memangkas suku bunga di bulan September. MS menilai jika sebagian besar data ekonomi AS selama 5 minggu ke depan menunjukkan ekonomi yang melambat, maka Fed kemungkinan akan memangkas lebih agresif (50 bps).
JPMorgan juga memiliki pandangan yang sama. Mereka melihat “lampu hijau” untuk pemangkasan 50 bps di bulan September. JPMorgan memberi catatan bahwa data CPI menjadi “lampu hijau” untuk pemangkasan di pertemuan FOMC 17-18 September, dengan kisaran 25 bps atau 50 bps.
JPMorgan mengatakan apa yang bisa menjadi pendorong pemangkasan 50 bps. Kunci utama adalah sejauh mana data NFP bulan Agustus rebound (rilis 6 September 2024). Jika pertambahan lapangan kerja mencatatkan kisaran 160k-200k, maka hal tersebut bisa meredam sebagian besar kekhawatiran yang dipicu oleh laporan NFP bulan Juli. Tapi jika pertambahan lebih mendekati kisaran 100-an, maka risiko akan bergeser ke arah pertumbuhan, dan berpotensi mendorong pemangkasan yang lebih besar.
Sebaliknya, UBS mengatakan mereka tidak melihat alasan untuk pemangkasan suku bunga FOMC sebesar 50 bps di bulan September. UBS beralasan bahwa data inflasi sudah cukup baik untuk mendorong Fed mulai menurunkan suku bunga di bulan September, tapi tidak melihat cukup alasan untuk memangkas secara agresif. UBS sepakat bahwa keputusan apakah 50 bps atau 25 bps yang akan dipangkas kemungkinan akan bergantung pada laporan tenaga kerja bulan Agustus yang akan dirilis 6 September mendatang.
Data retail sales malam nanti merupakan rilis penting lainnya yang menurut UBS akan menjadi risk event utama untuk kasus dasar soft landing yang ditunjukkan dengan penurunan belanja konsumen.
Pasar akan mencermati initial jobless claims dan retail sales di jam 19.30 WIB. Melemahnya data retail sales menandakan melemahnya belanja konsumen sehingga bisa dikategorikan mendukung pada inflasi yang lebih rendah. Hal ini tentunya lebih valid jika didukung juga dengan angka pengangguran yang mengalami lonjakan. Oleh karena itu data retail sales yang lemah dan lonjakan pengangguran akan menjadi kasus dasar yang memicu pemangkasan suku bunga September sehingga positif untuk emas.
Sebaliknya, jika data retail sales lebih kuat dan jobless claims menunjukkan angka yang lebih lunak (turun), maka emas berpotensi lanjut terkoreksi turun.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick ditutup bearish dengan real body hitam dengan panjang normal, dan jika melihat kondisi tersebut seharusnya masih memiliki peluang untuk koreksi turun. Di sisi lain, jika mengacu pada long white candle 12 Agustus 2024, maka penurunan tersebut cenderung bertahan di 50% real body dari long white candle. Ini berarti memenuhi syarat sebagai koreksi yang normal. Dan selama tidak terjadi penembusan low 12 Agustus 2024 @2423.71, maka pola utama cenderung tetap bullish. Sementara jangka pendek cenderung koreksi turun dengan patokan support terjauh 2423.71 tersebut (low 12 Agustus 2024).
Market sepertinya mulai mengabaikan keadaan geopolitik dan cenderung fokus pada data ekonomi AS. Terbaru, dengan CPI yang relatif lebih rendah dari perkiraan untuk basis y/y, maka ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed di bulan September cenderung semakin kuat, dan hal tersebut pondasi yang positif untuk emas. Dengan demikian, penurunan cenderung bersifat sementara dan terbatas.

Di H4, Fibonacci retracement (FR) ditarik dari bottom 2380.91 (FR 100%) ke puncak 2476.80 (FR 0%). Meski kenaikan sempat sentuh 2479.92, tapi gagal melanjutkan kenaikan lebih tinggi. Namun penurunan cenderung masih bersifat normal sehingga kami melihatnya sebagai koreksi yang disebabkan kenaikan dalam 2 hari terakhir sejak hari Senin belum menemukan koreksi yang signifikan.
Area 2417-2428 (FR 61.8% - FR 50%) kali ini berpotensi menjadi pertahanan terakhir dari pola bullish tersebut. Secara umum, selama tidak terjadi penembusan trendline support yang saat ini berada di antara FR 61.8%-50% tersebut (kisaran 2421/2423), maka skenario buy on dip masih layak dilakukan, dengan Stop Loss idealnya di bawah trendline support 2421-2423 atau di bawah 2417.54 (FR 61.8%).
Opsi buy bisa juga mengandalkan area 2438-2440 (area low 14 Agustus 2024 dan FR 38.2%), atau di dekat FR 50% 2428.86. Sementara “Golden Area”, yaitu area yang berada di antara FR 61.8% 2417.54 – FR 50% 2428.86 menjadi area buy yang paling ideal. Jika kenaikan di sesi Asia hingga Eropa tetap tertahan di bawah 2454-2458, maka penurunan diharapkan terjadi lebih dulu hingga mendekati area FR 50% 2428 atau “Golden Area”. Dan selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi AS malam nanti, seperti retail sales dan initial jobless claims. Opsi BUY akan mendapat dukungan lebih baik jika data ekonomi AS dirilis lebih lemah dari perkiraan. Sebaliknya, opsi SELL akan lebih kuat jika data ekonomi AS dirilis jauh lebih kuat dari perkiraan sehingga secara teknis bisa dipertimbangkan jika terjadi penembusan trendline support 2421-2423 atau tembus FR 61.8% 2417.54. Switch strategi menjadi sell jika syarat terpenuhi, dengan peluang terdekat tekanan turun bisa mengincar zona 2400-2404 yang terdekat, dan terjauh 2380-2384.

Per jam 09.35 WIB, harga berada di 2452.05, dengan high di 2454.22 dan low 2446.54. FR ditarik dari bottom 2380.91 ke puncak 2479.92. Harga terkoreksi hingga sedikit di bawah FR 38.2% 2442.10 di mana low tercatat di 2438.02. Secara keseluruhan, pola kenaikan masih dominan mengingat penurunan belum tembus trendline support.
Dalam jangka pendek, koreksi diharapkan tetap terjadi dan penurunan diperkirakan menguji kembali zona kuning (2428-2432) yang berhimpitan dengan FR 50% 2430.41. Ini berarti Sell jangka pendek dengan ekspektasi sesi Asia dan Eropa tidak tembus di atas 2460-an, dan penurunan berhasil tembus 2438 untuk menuju kisaran 2428-2430. Atau penurunan bisa juga berlanjut hingga dekati FR 61.8% 2418.73 yang berdekatan dengan trendline support.
Sementara zona buy diperkirakan bisa memanfaatkan area kisaran FR 61.8% - 50% yang disebut “Golden Area”. Ini berarti opsi buy idealnya dilakukan di kisaran 2418-2430, dengan asumsi zona tengah akan berada di kisaran 2420-2426, dan Stop Loss sebaiknya ditempatkan di bawah 2418 (sebaiknya sekitar 3-5 poin di bawah 2418).
Di sisi lain, penembusan di bawah trendline atau FR 61.8% 2418 akan memicu reversal bearish jangka pendek. Kenapa jangka pendek dikatakan turun? Karena secara fundamental ekspektasi pemangkasan suku bunga yang semakin kuat (didukung oleh data ekonomi yang lemah) membuat emas cenderung naik sebagai trend utama.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2427.00 – 2429.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2441.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2469.50 (resistance),
Target terdekat 2476, terjauh 2483, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2421.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2418)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2412.00 – 2414.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2400.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2420.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2418)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



