logo agrodana futures official
Buka Akun

Inflasi Terus Menurun, Peluang Fed Memangkas Suku Bunga Semakin Terbuka

  -  01-Jul-2024
high-inflation

Dolar terkoreksi terhadap sejumlah mata uang lainnya paska rilis data inflasi di AS yang terus cenderung menurun. Data inflasi dari sisi rumah tangga yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) bulan lalu mengalami penurunan dari periode sebelumnya 0.3% menjadi 0.0% dan Core PCE yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga turun dari 0.3% menjadi 0.1%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya PCE mengalami penurunan dari 2.7% menjadi 2.6% dan data Core PCE-nya juga turun dari 2.8% menjadi 2.6%. Kesemua data-data PCE tersebut sesuai dengan perkiraan pasar yang semakin menunjukkan bahwa inflasi terus menurun sesuai dengan yang diharapkan Fed dan juga selaras dengan data inflasi lainnya seperti CPI dan PPI yang sudah rilis terlebih dahulu. Dengan data inflasi yang terus menurun ini membuat peluang Fed untuk menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan September semakin terbuka. Hasil survey dari University of Michigan juga mengkonfirmasi hal tersebut dengan ekspektasi inflasi turun dari 3.3% menjadi 3.0% dan sentimen konsumen mengalami kenaikan dari 65.6 menjadi 68.2 yang melampaui perkiraan hanya naik 65.9. Data lain berupa data PMI di negara bagian Chicago menunjukkan terjadinya kenaikan aktifitas bisnis yang cukup signifikan dari 35.4 menjadi 47.4 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 39.7. Sedangkan data personal income juga naik dari 0.3% menjadi 0.5% yang juga lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.4%. Namun personal spending mengalami penurunan menjadi 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan 0.3% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.2% menjadi hanya 0.1%. Paska rilis data inflasi tersebut spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga acuan semakin meningkat menjadi 67% dari sehari sebelumnya yang hanya 65% pada bulan September mendatang dan membuka kemungkinan Fed bisa menurunkan lebih sekali suku bunga acuannya. Sementara dari dunia politik, paska debat capres pertama di AS pekan lalu semakin memperkuat posisi kandidat presiden dari Partai Republik - Donald Trump untuk kembali memangku jabatan yang pernah diduduki sebelumnya. Hal ini memicu kekhawatiran akan kembalinya perang dagang seperti yang pernah diterapkan pada masa kepresidenannya dan berpotensi untuk kembali mendongkrak inflasi kembali naik. Setelah debat akan ada konvensi Partai Republik disusul dengan konvensi Partai Demokrat sebelum dilaksanakan debat capres kedua yang direncanakan pada bulan September mendatang. Data penting berikutnya yang akan dirilis pekan ini adalah di sektor tenaga kerja Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis pada penghujung pekan ini. Sebelum itu ada juga data di sektor tenaga kerja lainnya berupa JOLTS, ADP dan Challenger dan data PMI daru ISM di sektor manufaktur dan jasa. Selain itu pidato dari Gubernur Fed - Jerome Powell dilaksanakan esok malam dan akan menjadi fokus pasar meski hari Kamis US Market libur merayakan Independent Day.

Yen terus melemah terhadap dolar meski sudah semakin terbatas dan sempat menguat terhadap Dolar seiring dengan peluang yang semakin besar untuk Fed segera menurunkan suku bunga acuannya. Dan rencana Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk segera menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter di akhir bulan ini, setelah sejumlah data inflasi kembali menunjukkan kenaikan meski masih dalam kisaran 2%. Meski demikian perbedaan tingkat suku bunga acuan yang masih cukup lebar membuat mata uang Yen masih menjadi daya tarik untuk transaksi carry trade. Selain itu kekhawatiran akan intervensi masih menjadi alasan utama kenaikan mata uang yen menjadi terbatas. Wakil menteri keuangan yang baru - Atsushi Mimura yang menggantikan Masato Kanda belum mengeluarkan pernyataan atau komentar setelah mata uang Yen menembus level 161, justru membuat pelaku pasar khawatir akan langkah otoritas keuangan Jepang yang lebih agresif.  Hari ini akan dirilis survey tankan di Jepang dan data kepercayaan konsumen.

Euro menguat terhadap dolar seiring dengan kemenangan oposisi pada pemilu di Prancis pada akhir pekan ini. Dengan partai oposisi Reli Nasional (RN) pimpinan Marine Le Pen diperkirakan akan memenangkan putaran pertama pemilu di Prancis dengan perolehan suara sebanyak 34% menurut sejumlah polling. Namun masih ada pemilu putaran kedua yang dijadwalkan pada 7 Juli nanti yang akan menentukan apakah perolehan suara tersebut akan bertambah atau bahkan berkurang. Mengingat dalam 7 hari ini akan terjadi negosiasi tiap peserta pemilu untuk berkoalisi. Koalisi yang terbentuk masih memungkinkan untuk menghentikan langkah partai RN untuk meraih suara mayoritas dalam voting pekan depan tersebut. Meski pada awalnya pemilu di Prancis ini dikhawatirkan akan mengancam stabilitas finansial di kawasan ini serta meningkatkan rasio hutang seiring dengan rencana fiskal yang masif dari partai oposisi. Terlebih setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memasukkan Prancis dalam daftar negara yang perlu tindakan disipliner karena defisit anggaran yang melampaui ambang batas yang sudah ditetapkan. Namun RN menurunkan kekhawatiran tersebut dengan menyampaikan rencana anggaran yang akan diajukan tetap akan menghormati aturan fiskal Uni Eropa dengan mengurangi defisit anggaran. Fundamental ekonomi di Uni Eropa masih mixed dengan data inflasi di Spanyol dan Italia terus cenderung menurun sedangkan di Prancis kembali meningkat. Data inflasi di Jerman akan dirilis hari ini dan untuk Uni Eropa secara keseluruhan akan dirilis esok hari. Selain itu juga akan dirilis data PMI di sektor manufaktur serta pidato dari Gubernur ECB - Christine Lagarde lewat tengah malam nanti.

Poundsterling juga cenderung menguat terhadap dolar menjelang pemilu di Inggris yang dijadwalkan pada 4 Juli pekan ini. Peluang oposisi Partai Buruh semakin besar untuk menggantikan Partai Konservatif yang sudah mengelola pemerintahan dalam 14 tahun terakhir ini. Optimisme akan pergantian mayoritas pada panggung politik di Inggris diharapkan akan membawa stabilitas fiskal dan politik di Inggris yang lebih stabil serta hubungan dagang lebih baik dengan Uni Eropa. Data ekonomi di Inggris jJumat lalu menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkat 0.7% lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.6%. Sedangkan defisit neraca perdagangan hanya mengalami penurunan yang tidak signifikan. Pekan ini hanya ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down