Kenaikan Imbal hasil obligasi dan dolar AS terhenti di hari Jumat setelah data PCE AS dirilis lebih rendah dari perkiraan. Secara teknis keduanya mengindikasikan puncak kenaikan wave 5 bisa saja sudah terkonfirmasi, seperti yang diulas di live streaming @agrodanafuturesofficial. Namun penurunan belum fix berlanjut, dan keduanya masih tetap membuka peluang untuk berbalik naik sehingga menghambat kenaikan emas yang mulai tercipta sejak Jumat malam.
Inflasi PCE Redam Kekhawatiran Market
Data core PCE AS bulan November dirilis di +2.8% y/y, lebih rendah dari ekspektasi +2.9%. Tapi secara umum angka tersebut relatif sama dengan bulan sebelumnya. Sementara basis bulanan juga menunjukkan angka yang lebih rendah dari ekspektasi, 0.1% m/m vs 0.2%.
Di sisi lain laporan inflasi PCE utama berada di 2.4%, lebih rendah dari ekspektasi 2.5% y/y, dan 0.1% m/ vs 0.2%. Sebelum data dirilis, market memperhitungkan 42.7 bps pemangkasan di 2025.
Kedua data menunjukkan hasil yang mengejutkan secara keseluruhan karena Powell di hari Rabu mengatakan bahwa estimasi inflasi PCE menunjukkan kenaikan 2.5% selama 12 bulan yang berakhir di November, dan core PCE (exclude makanan dan energi) diperkirakan naik 2.8%. Hal tersebut memicu kekhawatiran terhadap inflasi sehingga Fed mungkin merasa perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga di 2025. Tapi dengan data yang dirilis di hari Jumat relatif lebih rendah, maka kekhawatiran tersebut diredam, dan dolar mengalami aksi jual di hari Jumat sehingga emas berhasil memanfaatkan data dan berbalik naik.

Austan Goolsbee dan John Williams mengomentari hasil data PCE. Mereka meyakinkan pasar bahwa jalur suku bunga masih lebih rendah dan satu-satunya perdebatan yang saat ini ada adalah tentang kecepatan pemangkasan di 2025.
Goolsbee menambahkan ada lebih banyak ketidakpastian. Fed masih dalam jalur untuk mencapai target inflasi 2%. Perkiraan Goolsbee bahwa dalam 12-18 bulan ke depan, suku bunga bisa turun dengan sendirinya. Dengan kondisi lapangan kerja stabil, Fed ingin menjaganya tetap stabil sehingga untuk membuatnya demikian maka suku bunga harus turun ke tingkat yang netral.
Suku bunga akan turun dengan jumlah yang bijak di tahun depan. Sementara penentunya adalah lapangan kerja dan inflasi. Goolsbee menambahkan jika melihat dot plot, maka suku bunga netral akan berada di bawah level saat ini. Terkait dengan PCE, Goolsbee mengatakan bahwa PCE 6 bulan terakhir sangat mendekati 2%, tapi inflasi terbaru lebih tinggi dari yang diperkirakan, hal tersebut dinilai sebagai lonjakan yang wajar terjadi dan juga terkait dengan ketidakpastian kebijakan, tapi masih yakin inflasi mengarah ke 2%.
Dengan memasuki minggu terakhir Desember, investor cenderung mencari petunjuk apakah rally akhir tahun kali ini akan mendukung untuk emas atau tidak. Dengan PCE di hari Jumat yang relatif tidak terlalu mengkhawatirkan, maka hal tersebut semakin membuka peluang untuk terjadi.
Dengan minimnya data ekonomi AS di minggu ini, maka data CB consumer confidence malam nanti di jam 22.00 WIB, Durable Goods di hari Selasa, Initial jobless claims di hari Kamis akan menjadi peluang sekaligus rintangan di minggu ini. Penurunan akan menjadi peluang untuk buy jika dikaitkan dengan peluang rally akhir tahun yang cenderung mendukung kenaikan kembali untuk emas.
Sementara nanti malam, data yang relatif lebih baik dari ekspektasi bisa memicu koreksi untuk emas. Sebaliknya jika data dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka emas punya peluang naik lebih tinggi.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, memvalidasi pola candle sehari sebelumnya inverted hammer dan didukung oleh data PCE yang relatif lebih rendah dari ekspektasi sehingga emas berhasil naik dekati resistance 2623 (FR 38.2% Daily).
Secara keseluruhan, resistance saat ini berada di 2632 (high Jumat, 20 Des 2024), 2651 (high 18 Des 2024), dan 2666 (high 29 Nov 2024). Sementara support saat ini berada di 2609 (MA 100 Daily), 2589 (low 20 Des 2024) dan 2571.49 (FR 50% Daily). Bullish butuh penutupan minimal di atas 2623 untuk lanjutkan kenaikan sekaligus memperbesar peluang rally akhir tahun.

Di H4, penurunan tertahan di 2589, beberapa poin di atas low sehari sebelumnya 2582. Sementara kenaikan sentuh 2632, sedikit di bawah resistance FR 61.8% 2633. Meski cenderung naik, tapi secara keseluruhan kenaikan tersebut masih belum terlalu kuat mengingat FR 61.8% belum ditembus.
Dan selama tidak terjadi kenaikan di atas 2633, maupun MA 200 H4 yang ada di 2644, maka kenaikan ini masih relatif terbatas. Strong bullish butuh kondisi harga untuk tembus kedua resistance tersebut, dan dalam jangka waktu dekat tembus di atas 2666 untuk membuka ruang bagi rally akhir tahun untuk emas.
Opsi buy bisa dilakukan di zona terdekat FR 38.2% 2613, atau FR 23.6% yang juga cukup dekat dengan support 2600-2605. Sementara area demand yang diperkirakan lebih kuat (zona ungu) akan berada di 2536-2550) sepertinya belum akan disentuh dalam waktu dekat mengingat data ekonomi minggu ini yang relatif minim, dan mayoritas merayakan Natal sehingga peluang bullish cenderung dominan, mendukung rally akhir tahun.
Sebaliknya, bearish untuk short-term bisa saja menekan emas jika kembali gagal tembus di atas MA 200 H4 (2644). Tapi penurunan diperkirakan relatif terbatas sehingga support kuat diharapkan untuk short term berada di kisaran 2582-2590.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari).

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2627.03, dengan high di 2627.41 dan low 2617.35. Dari 2 skema tentang Elliott wave yang dibahas sebelumnya, ternyata penurunan tertahan di atas 2682 (yang merupakan level terendah dalam 1 minggu terakhir) sehingga skema 1 yang menyebut wave 5 selesai dilanjutkan dengan wave ABC lebih berhasil daripada skema 2 yang memperkirakan wave 5 belum selesai. Dengan demikian kenaikan ke 2632 bisa dianggap sebagai kenaikan wave C.
Di sisi lain, pasca kenaikan menembus trendline merah di zona 2605, maka pullback ke area tersebut akan menjadi peluang untuk buy. Sementara target koreksi maksimal diharapkan tertahan di 2593-2594. Dengan kata lain bahwa opsi area buy yang cukup ideal akan berada di sepanjang area 2593-2605. Sementara support 2610-2613 adalah alternatif zona buy terdekat.
Peluang seasonal trend, kemungkinan tetap bisa terjadi karena market memasuki minggu terakhir Desember, sehingga dip atau koreksi yang terjadi bisa dipertimbangkan untuk area buy. Jika data consumer confidence nanti malam relatif lebih baik dari ekspektasi, maka peluang koreksi bisa terjadi, namun diharapkan terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 2606.00 – 2608.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2618.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2632.00,
Target terdekat 2640, terjauh 2651, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2600.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2600.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2587.00 – 2589.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2575.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2595.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2595)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



