logo agrodana futures official
Buka Akun

Investor Menyerbu Aset Safe Haven Akibat Perang Dagang AS vs China

  -  11-Apr-2025
china stimulus

Dolar mengalami koreksi tajam terhadap mata uang lainnya bahkan hingga level terendah dalam 10 tahun terakhir terhadap Swiss Franc menyusul penangguhan kenaikan tarif impor. Presiden Trump mengumumkan menunda kenaikan tarif impor terhadap semua mitra dagang yang tidak melakukan perlawanan selama 90 hari. Menteri Keuangan - Scott Bessent mengatakan lebih dari 75 negara mitra dagang AS meminta negosiasi pertimbangan ulang sehingga diharapkan hasil final akan dapat diselesaikan dalam 90 hari yang akan datang. Penundaan ini tidak berlaku untuk Kanada dan Mexico yang dikenakan kenaikan tarif sebanyak 25%, kecuali keduanya mematuhi semua permintaan AS. Sementara ketegangan perang dagang dengan China sepertinya semakin memuncak dengan kenaikan tarif mencapai 145%. Setelah China melawan kenaikan tarif AS dengan kenaikan sebanyak 84%. Pemerintah China menyebut kenaikan tarif AS sebagai ancaman dan pemerasan dari pihak AS dan menanggapi kenaikan tarif impor AS dengan melakukan kenaikan tarif yang lebih tinggi serta berjanji akan melakukan perlawanan hingga akhir. Meski demikian juru bicara Menteri Perdagangan China - He Yongqian mengatakan pemerintah China terbuka untuk dialog, tapi harus didasari oleh saling menghormati kepentingan masing-masing. Uni Eropa juga menunda perlawanannya dan segera meminta negosiasi ulang menurut Ketua Komisi Eropa - Ursula von der Leyen. Menurut Goldman Sachs dengan tarik ulur kenaikan tarif impor antara AS dengan mitra dagangnya termasuk 3 mitra dagang utama membuat probalilitas terjadinya resesi meningkat menjadi 45%. Penundaan kenaikan tarif tidak mengurangi potensi akan terjadinya pelambatan ekonomi karena kenaikan tarif impor AS ini merupakan kenaikan tertinggi dalam lebih dari 1 abad yang lalu dalam kondisi ekonomi yang berbeda sehingga saat ini sistem perdagangan global memasuki era yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data ekonomi berupa inflasi di AS mengalami penurunan lebih banyak daripada yang diharapkan dari 0.2% menjadi -0.1% yang rendah dari perkiraan turun 0.1% dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan Core CPI-nya juga turun 0.2% menjadi 0.1% yang lebih baik dari perkiraan naik 0.3%. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya inflasi mengalami penurunan cukup signifikan dari 2.8% menjadi 2.4% yang lebih baik dari perkiraan hanya turun 2.5% dan data Core CPI juga turun dari 3.1% menjadi 2.8% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 3.0%. Dengan data-data ini membuat Fed tidak perlu terburu-buru menurunkan kembali suku bunga acuan meskipun ada resiko potensi inflasi akan kembali naik akibat agenda kenaikan tarif Presiden Trump. Meski demikian Gubernur Fed Chicago – Austan Goolsbee dalam pidato semalam mengatakan pemangkasan suku bunga masih bisa dilakukan jika kondisi ekonomi tetap sejalan dengan perkiraan Fed. Namun Goolsbee mengingatkan agenda Fed tidak sama dengan ekspektasi pasar. Sedangkan laporan klaim pengangguran mengalami peningkatan dari 219K menjadi 223K yang lebih rendah dari perkiraan naik 226K. Sehingga rata-rata dalam 4 pekan terakhir masih stabil 223K. Hari ini masih ada data inflasi dari sisi produsen PPI dan hasil survey dari University of Michigan berupa Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi.

Yen menguat tajam terhadap dolar seiring dengan pengalihan besar-besaran aset menjadi safe haven bersama dengan Swiss Franc dan komoditi Emas yang mencapai rekor tertinggi. Pertemuan trilateral antara Departemen Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Sentral Jepang (BOJ) terbukti menjadi pertemuan penting yang menahan laju pelemahan mata uang Yen. Dalam pertemuan tersebut Jepang juga meminta kerjasama dengan negara G7 dan IMF untuk menciptakan stabilitas keuangan global yang tergoncang akibat kenaikan tarif impor AS. Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Hubungan Internasional - Atsushi Mimura memperingatkan kemungkinan aksi spekulatif terhadap mata uang yen. Pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pada awal bulan depan dengan masih belum ada kepastian langkah moneter apa yang akan diambil nanti.

Euro juga melonjak tajam terhadap dolar dengan kenaikan dalam sehari terbanyak sejak 2022 dan menyentuh level tertinggi sejak Juli tahun 2023 yang lalu. Setelah Presiden Trump menunda kenaikan tarif impor, Uni Eropa segera membatalkan rencana perlawanannya sebelum mendapat tanggapan dari AS. Ketua Komisi Eropa - Ursula von der Leyen meminta untuk bernegosiasi meskipun Uni Eropa dikenakan kenaikan tarif hanya 20% yang lebih rendah dari perkiraan semula akan dikenakan sebanyak 25%. Kekhawatiran akan dampak dari kenaikan tarif akan dirasakan lebih parah terhadap kondisi ekonomi di Uni Eropa yang belum benar-benar pulih sehingga Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan bertindak lebih agresif dalam memangkas suku bunga acuannya. Pertemuan moneter ECB dijadwalkan akan dilaksanakan pada pekan depan dengan perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuannya. Hari ini hanya ada data inflasi CPI di Jerman.

Poundsterling juga rebound seiring dengan melemahnya mata uang dolar menjelang data pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis malam ini. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan membaik dari -0.1% menjadi +0.1%. Namun hal ini masih belum cukup meyakinkan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Kekhawatiran akan ketidakstabilan ekonomi global dari agenda kenaikan tarif impor menjadi alasan utama BOE untuk lebih berhati-hati. Wakil Gubernur BOE - Sarah Breeden semalam mengatakan dampak kenaikan tarif impor AS terhadap inflasi di Inggris masih belum jelas meskipun diyakini kebijakan AS tersebut akan menekan pertumbuhan ekonomi secara global. Selain data GDP, juga akan dirilis data neraca perdagangan dam industrial/manufacturing produciion.


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down