Secara umum, dolar maupun imbal hasil Treasury AS ditutup turun sehingga penurunan emas tidak disebabkan menguatnya dolar maupun kenaikan imbal hasil Treasury. Ini menjadi bukti bahwa faktor yang mendominasi kemarin bukan dikarenakan kabar dari ditunjuknya Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan AS di kabinet Trump jilid 2.
Israel dan Lebanon dikabarkan kian dekat dengan kesepakatan gencatan senjata sehingga meredam kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik yang memanas di beberapa minggu terakhir. Hal ini yang membuat emas turun karena minat terhadap safe haven berkurang, dan minat terhadap aset berisiko (pasar saham) pulih.
Axios merilis pernyataan pejabat senior AS yang menyebut bahwa Israel dan Lebanon sudah menyetujui gencatan senjata. Kabinet Keamanan Israel diperkirakan akan menyetujui kesepakatan tersebut di hari Selasa. Hal ini direspon positif oleh pasar ekuitas, namun negatif oleh safe haven, emas dan juga dolar AS. Sampai kesepakatan ini benar-benar disetujui, maka pasar akan terus memantau perkembangannya.
Kabar terbaru pagi ini menyebut bahwa pemerintah Israel meminta rincian kesepakatan gencatan senjata tersebut. Jika tidak ada poin tertentu yang diprotes ataupun menuntut tambahan kesepakatan, maka kemungkinan gencatan senjata valid. Sebaliknya, jika Israel ataupun Lebanon menuntut poin tertentu yang dirubah ataupun ditambah tanpa kesepakatan pihak lainnya, maka gencatan senjata tersebut berpotensi batal dan hal ini yang akan kembali mendorong minat safe haven.
Kabar terbaru pagi ini menyebut bahwa pemerintah Israel meminta rincian kesepakatan gencatan senjata tersebut. Jika tidak ada poin tertentu yang diprotes ataupun menuntut
Di sisi lain ketidakpastian geopolitik masih membayangi, terutama kondisi Rusia-Ukraina yang belum tuntas. Menteri Pertahanan Jerman, Pistorius mengatakan bahwa perang Rusia di Ukraina bukan lagi konflik regional, perang Rusia kini mencapai dimensi internasional. Kondisi ini tentunya masih menjadi perhatian selain Israel-Lebanon maupun Israel-Iran.

Sosok Scott Bessent dipilih Trump sebagai Menteri Keuangan di akhir pekan kemarin dan reaksi yang terjadi adalah dolar yang bergerak melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury yield) bergerak lebih rendah. Ini menandakan bahwa sosok tersebut bukan alasan penurunan emas kemarin.
Beberapa hal yang menarik dari sosok Bessent adalah dia merupakan investor dan berasal dari pasar FX seperti kebanyakan trader. Karirnya dimulai sebagai wakil dari Soros Fund yang dimiliki George Soros yang semakin dikenal luas saat pertaruhan besarnya terhadap Bank of England yang membuat GBP turun di bawah 2.XXX.
Bessent menargetkan kebijakan pertumbuhan GDP sebesar 3%, mengurangi defisit menjadi 3% dan meningkatkan produksi minyak AS sebesar 3 juta barel per hari. Hal yang cukup optimis, beberapa menilai masuk akal, tapi beberapa lainnya menilai penambahan 3 juta barel per hari di AS akan menyebabkan kesalahan yang mengganggu kestabilan.
Prioritas Bessent adalah membuat pemangkasan pajak periode pertama Trump menjadi permanen dengan target menghapus pajak atas tip, tunjangan jaminan sosial, dan uang lembur, juga berlakukan tarif dan memangkas pengeluaran. Termasuk juga mempertahankan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia.
Investor akan mencermati data CB consumer confidence dan juga new home sales di jam 22.00 WIB. Indeks kepercayaan konsumen diperkirakan naik dari 108.7 menjadi 112.0, sedangkan new home sales diperkirakan turun dari 738K menjadi 724K.
Jika data dirilis di bawah ekspektasi, maka dolar lanjut melemah sehingga emas punya peluang rebound kembali di malam hari saat data dirilis. Sebaliknya, jika data dirilis di atas ekspektasi, maka dolar berpeluang menguat sehingga emas berpotensi lanjut turun di malam hari.
Jangan lupa juga dengan potensi penguatan dolar di akhir bulan! Jika Kamis dan Jumat market AS libur dan tutup lebih cepat, maka kemungkinan dampak akhir bulan tersebut maju lebih cepat di hari Selasa atau Rabu setelah data ekonomi dirilis.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body hitam panjang sehingga 2 candle terakhir menunjukkan pola bearish engulfing. Ini berarti peluang penurunan berpotensi kembali terjadi hari ini. Fibonacci Retracement kali ini menggunakan area yang ditarik dari bottom 2352.96 (FR 100%) sampai puncak 2790.03 (FR 0%). Harga saat ini berada di kisaran FR 38.2% 2623.07 dengan level terendah sementara sentuh 2605.22.
Bearish akan tetap dominan selama harga tidak mampu kembali naik di atas 2685/2686. Namun support area 2571 adalah area support berikutnya yang kemungkinan berpotensi menahan tekanan berikutnya. Efek geopolitik yang reda membuat minat safe haven relatif berkurang sehingga emas diperkirakan cenderung turun

Di H4, kenaikan gagal mempertahankan momentumnya setelah harga turun menembus MA 200 H4 yang saat itu berada di 2680.82. Penurunan tersebut diperpanjang hingga di bawah FR 50% H4 2629.09. Bahkan pagi ini di sesi Asia berlanjut hingga 2605, sedikit di bawah FR 61.8%, tapi belum dianggap tembus karena harga tetap berada di atas 2607.
Secara tren, kenaikan 6 hari beruntun sebelumnya merupakan bagian dari pullback pasca penembusan dari trend channel di 6 Nov 2024, sehingga terlihat sebagai bagian dari wave B dalam pola pergerakan besar. Ini berarti penurunan berikutnya diperkirakan masih bisa terjadi sebagai bagian dari wave C.
Skenario ideal rebound tertahan di kisaran 2638-2641, atau maksimum dekat FR 38.2% H4 2650.85, kemudian dilanjutkan tekanan turun kembali menguji FR 61.8% 2607, bahkan bisa saja terjadi penembusan. Dengan demikian SELL lebih baik dilakukan di kisaran 2635-2640, atau di dekat area 2650 (kisaran 2648-2652).
Sebaliknya, kenaikan akan kembali berpeluang jika harga mampu bergerak di atas 2655 sehingga Anda bisa switch strategi jika resistance berhasil ditembus. Dari sisi fundamental, hanya gagalnya kesepakatan gencatan senjata yang bisa mendorong kenaikan lebih kuat karena pasar baru akan melihat data ekonomi AS yang signifikan di hari Rabu

Per jam 9.30 WIB, harga berada di 2628.35, dengan high di 2632.12 dan low 2605.22. Harga mengalami rebound di sesi Asia setelah turun cukup tajam di sesi perdagangan hari Senin dari zona 2721 sampai 2615.
Secara umum, rebound terjadi karena rsi menunjukkan kondisi oversold sehingga pantulan naik diharapkan terjadi di awal sesi Asia hingga mendekati resistance terdekat 2644. Secara teknis ini berarti peluang sell lebih baik dilakukan saat pantulan tersebut cukup dekat dengan resistance. Area 2635-2640an adalah zona yang cukup dekat untuk hal tersebut, dengan Stop loss sebaiknya ditempatkan beberapa poin di atas resistance 2644.
Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi, maka penurunan berikutnya membuka peluang untuk tembus di bawah 2600. Dan target penurunan terdekat berikutnya diperkirakan melirik zona 2590-2593, atau terjauh 2570an.
Sebaliknya, kenaikan berpeluang mendominasi jika harga kembali tembus di atas 2655. Jika ini terjadi, maka jangka pendek kenaikan dimungkinkan melirik zona 2662-2665, atau terjauh 2677-2680. Anda bisa switch menjadi buy jika 2655 konfirm ditembus.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2637.00 – 2639.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2625.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2615.00,
Target terdekat 2607, terjauh 2593, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2645.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2644.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi BUY jika resistance ditembus
Entry : 2654.00 – 2656.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2668.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2648.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2648)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



