Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun kembali melemah, sekaligus ditutup turun secara mingguan. Sedangkan dolar kembali catatkan pergerakan sideway yang secara umum tetap melemah. Tercatat DXY sendiri relatif stagnan dalam 4 hari berturut-turut minggu lalu. Tapi hal itu tidak menghalangi emas untuk tetap bertahan dan menutup minggu lalu di atas 5000. Meski demikian kenaikan emas juga masih relatif terbatas karena belum mampu tembus resistance utama 5098-5118.
Laporan inflasi AS kembali membuka harapan pemangkasan suku bunga di 2026. Inflasi utama turun dari 2.7% ke 2.4% y/y, di bawah ekspektasi 2.5% dan basis bulanan di 0.2% m/m, turun dari 0.3%. Sedangkan core CPI juga turun dari 2.6% ke 2.5%, sesuai ekspektasi, dan basis bulanan di 0.3%, juga sesuai ekspektasi 0.3% m/m. Angka ini menumbuhkan kembali optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga di 2026, meskipun secara umum belum mampu mendorong pemangkasan suku bunga di bulan Maret 2026.
Westpac Perkirakan Pemangkasan Fed Kemungkinan Juni 2026
Kabar buruknya adalah bahwa pemangkasan suku bunga Fed tidak akan terjadi dalam waktu dekat, Maret 2026. Kabar baiknya, pemangkasan suku bunga Fed tetap akan terjadi di tahun 2026. Terlepas dari 1 atau 2 kali pemangkasan suku bunga, pasar melihat situasi tetap akan bergantung pada data ekonomi AS.
Westpac berpendapat bahwa ekonomi AS terus menunjukkan pertahanan yang cukup baik. Hanya sedikit bukti bahwa pertumbuhan melambat secara signifikan, meskipun ada ketidakpastian yang tinggi dan juga gangguan politik. Bank mencatat bahwa aktivitas tetap kuat sampai pergantian tahun. Pelacak GDPNow Federal Reserve Atlanta menunjukkan pertumbuhan output tetap di atas tren, bahkan selama penutupan pemerintah terlama dalam sejarah di bulan Oktober 2026 yang lalu.
Tapi Westpac memperkirakan pertumbuhan akan melambat di 2026, dengan sedikit risiko terjadinya penurunan berkelanjutan. Kondisi pasar tenaga kerja stabil, tidak memburuk. Pertumbuhan tenaga kerja non pertanian, meski melambat sampai pertengahan 2025, rata-rata mencatat sekitar 73K pekerjaan per bulan sejak Oktober. Tingkat pengangguran tetap terkendali di 4.2-4.4% selama hampir 1 tahun. Komponen tenaga kerja Ism menunjukkan perekrutan sudah stabil.
Karena situasi tersebut, Westpac memperkirakan Fed akan kesulitan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%-nya. Inflasi layanan tetap tinggi dan Westpac menunda perkiraannya untuk pemangkasan suku bunga terakhir dalam siklus ini menjadi Juni 2026.

Fokus Minggu Ini
Agenda utama minggu ini : pertemuan Iran dan AS hari Selasa di Jenewa, Swiss; keputusan pengadilan tentang tarif Trump di hari Jumat. Sedangkan dari data ekonomi, pasar akan menunggu beberapa data penting : GDP, PCE, dan PMI (services dan manufaktur.
Emas mungkin akan mendapat hambatan dari data GDP karena kuartal 4 yang catatkan data yang solid/kuat. Tapi PCE diperkirakan melemah sehingga bisa mendukung ekspektasi penurunan suku bunga Fed di 2026. Data PMI di hari Jumat mungkin bisa memberi gambaran aktivitas ekonomi terbaru AS, sekaligus untuk gambaran pertumbuhan ekonomi AS ke depan.
Pertemuan Iran dan AS akan menyita perhatian pasar karena belum jelas arah kebijakan Trump. Yang jelas pengiriman kapal induk besar kedua sudah dilakukan dan dijadwalkan akan sampai tujuan di Timur Tengah minggu ini. Trump menegaskan akan mengincar diplomasi, tapi di sisi lain menyiagakan semua pasukan di Timur Tengah untuk mengantisipasi kalau Iran tidak mau tuntaskan kesepakatan. Mayoritas pengamat menilai opsi militer tidak terhindarkan, dan pasukan sudah disiapkan untuk menjalani perang yang panjang dengan Iran.
Situasi yang tidak menentu dari geopolitik akan sensitif bagi emas dan berpeluang menjaga asa untuk safe haven.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish setelah berhasil rebound sejak sesi Asia dilanjutkan dengan kenaikan pasca data CPI AS yang lunak. Level terendah bertahan di 4884, dan naik hingga 5046, dan berakhir ditutup di 5032. Dalam jangka pendek, swing low diperkirakan menguji zona 4950-an. Bearish akan berlanjut jika tembus 4950 dengan proyeksi area low hari Jumat di 4884 sebagai target potensial, jika terjadi penurunan.
Sebaliknya, resistance 5032 dan 5046 akan menjadi area resistance terdekat, di mana bullish akan kembali mendominasi jika mampu tembus area high Jumat 5046. Dengan sebagian pasar AS libur, maka tidak ada data ekonomi malam nanti, dan pasar akan fokus mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran yang dijadwalkan baru akan bertemu besok, Selasa, di Jenewa, Swiss.

Di H4, kami masih melihat peluang ascending triangle dengan area support yang terbaru ditarik dari titik pertama 4655 (low 6 Feb 2026) ke titik berikutnya 4884 (low 13 Feb 2026). Extension line menunjukkan area 4938-4940 sebagai rujukan. Area ini sekaligus juga berada di zona ungu 4878-4958, area yang dianggap cukup ideal bagi demand untuk kembali mendorong harga ke jalur kenaikan.
Skenario ascending triangle akan berhasil jika support trendline 4938 tidak ditembus dan dianggap valid jika resistance 5098-5100 ditembus. Proyeksi kenaikan berikutnya terdekat adalah zona biru yang ada di 5146-5240.
Sebaliknya, bearish akan mendominasi dalam jangka pendek jika area pink 4829-4882 ditembus. Sedangkan zona pink sendiri masih bisa dianggap zona demand yang lebih efektif dibanding zona support trendline 4938. Ini berarti butuh tekanan besar di bawah 4829 untuk bisa memicu penurunan lebih lanjut. Proyeksi penurunan lanjutan diperkirakan incar MA 200 yang ada di 4785, atau lebih jauh ke zona coklat kisaran 4631-4712. Zona ini bisa dicapai jika terjadi kesepakatan nuklir Iran dan AS. Selama tidak tercapai atau belum terjadi kesepakatan, maka swing low diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 11.00 WIB, harga berada di 4991.00 dengan high 5035.37, dan low 4973.36. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Forex, Gold (XAUUSD) 16 Februari 2026, rekomendasi masih dipertahankan sama, yaitu buy yang dianggap cukup ideal di zona 4950-4952 (area yang dianggap support psikologis saat ini). Sedangkan alternatif buy on breakout berlaku jika tembus 5055, dan sejauh ini harga tertinggi masih tertahan di 5035 sehingga belum berlaku.
Dalam jangka pendek, swing low diharapkan terjadi lebih dulu dengan zona abu-abu di 5039-5074 dianggap resistance kuat untuk sementara waktu sehingga tekanan turun diperkirakan terbuka untuk sentuh zona support trendline di kisaran 4940-4955. Jika sesuai ekspektasi, maka area ini nantinya diharapkan mampu mendorong harga kembali ke jalur kenaikan. Alternatifnya zona biru di kisaran 4884-4926 bisa dipertimbangkan untuk incar buy kembali jika skenario pertama gagal naik dan terlanjur sentuh stop loss.
Di sisi lain, skenario bearish akan dominan jika zona biru yang terendah di 4884 ditembus. Ini akan memicu penurunan lebih lanjut ke zona merah kisaran 4643-4686. Skenario bearish lebih kuat bisa terjadi jika geopolitik selesai, Iran dan AS mencapai kesepakatan.
Dengan CPI AS di hari Jumat cenderung lunak, dan status geopolitik yang belum jelas, maka penurunan diperkirakan tidak terlalu jauh atau dengan kata lain relatif terbatas sehingga buy on dip lebih direkomendasikan untuk saat ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on DipÂ
Entry: 4950.00 – 4952.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :Â 4964 ($12 - $14)Â
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5055, target terdekat 5065, terjauh 5090, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4944.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4942.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi BUY on Dip
Entry : 4886.00 – 4888.00Â
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4900.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4880.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4878)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



