Imbal hasil Treasury AS berhasil rebound di sesi perdagangan terakhir tahun 2024, dan juga mendukung dolar yang juga ditutup menguat terhadap sejumlah mata uang global, termasuk juga membebani emas sehingga rally akhir tahun untuk emas tertahan. Meski demikian emas tetap berhasil ditutup bullish dan keluar dari tekanannya di akhir tahun.
Investor membatasi transaksi di hari terakhir 2024 tersebut sehingga range pergerakan cenderung terbatas. Beberapa agenda data ekonomi di minggu ke-2 Januari 2025 kemungkinan menjadi salah satu penyebab kenapa investor menahan diri, meskipun secara musiman, Januari tercatat sebagai salah satu bulan yang positif juga untuk emas selain Desember.
Investor Menunggu China dan Rusia
Secara umum, investor sudah memahami bahwa bank sentral China sudah kembali membeli emas di bulan November 2024, via data yang ditunjukkan di bulan Desember. Hal ini sekaligus menandai kembalinya China dalam pembelian emas setelah sempat jeda di periode Mei – Oktober 2024.
Data terbaru diperkirakan baru akan dirilis sekitar tanggal 7 Januari 2025 untuk mengetahui apakah bank sentral China tetap melanjutkan pembelian tersebut di bulan Desember atau tidak. Hal ini menjadi salah satu catatan penting bagi investor emas, meskipun tanda-tanda lain ditunjukkan oleh permintaan bank sentral global terhadap emas yang masih berjalan hingga saat ini.
Selain itu, pasar juga kemungkinan akan mencermati perkembangan di Rusia sepanjang Januari, dan juga tanda-tanda apakah Trump nantinya bisa mengakhiri perang Ukraina-Rusia. Beberapa catatan menunjukkan sejauh ini sepertinya hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Dengan kembali aktifnya market di awal Januari, maka investor akan kembali mencermati data ekonomi AS yang akan dirilis malam nanti. Data jobless claims dan PMI manufaktur akan kembali menjadi rujukan dan bisa saja menjadi faktor penggerak malam nanti.
Klaim pengangguran mingguan di jam 20.30 WIB, diperkirakan naik tipis dari 219K minggu lalu menjadi 220K. Sementara data PMI manufaktur di jam 20.45 WIB, diperkirakan turun dari 49.7 bulan sebelumnya menjadi 48.3.
Data yang lebih baik dari ekspektasi (jobless claims turun, PMI manufaktur naik) akan menekan emas kembali. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari ekspektasi (jobless claims naik, PMi manufaktur turun) akan mendorong emas dan peluang penembusan resistance 2638-2640an cukup terbuka.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, penurunan berhasil ditahan di zona 2600 dengan level terendah tercatat di 2602.54. Harga rebound di malam hari jelang penutupan sesi NY sekaligus jelang penutupan akhir tahun 2024 dengan penutupan di level 2624 setelah sentuh 2627 sebagai level tertinggi hari itu.
Secara keseluruhan, resistance psikologis saat ini berada di zona 2633-2638 masih menjadi area yang wajib dicermati. Kegagalan tembus zona tersebut akan berdampak negatif bagi emas, dan bisa kembali membuat emas turun. Sebaliknya penurunan juga tetap mencermati zona 2601-2605 yang juga masih efektif sejauh ini. Selama tidak terjadi penembusan zona tersebut, emas juga masih punya peluang kembali didorong naik.

Di H4, penurunan tertahan di zona FR 23.6% 2601.72, meski sempat turun hingga 2596 sehari sebelumnya. Dan di akhir tahun 2024 (Selasa) penurunan hanya sempat sentuh 2602.54 sebelum akhirnya cenderung naik di sesi perdagangan NY di hari Selasa hingga sentuh 2627. Meski sempat terjadi pergerakan sesuai ekspektasi sentuh 2617, dan turun ke 2605, namun secara keseluruhan sesi perdagangan di akhir tahun 2024 berhasil ditutup naik.
Dengan zona yang sama, saat ini di sesi Asia emas sedang menguji area 2633-2638 yang merupakan zona resistance psikologis yang relatif kuat dalam 2 minggu terakhir. Jika zona tersebut kembali gagal ditembus, maka bearish akan kembali mendominasi, dengan target penurunan kembali melirik support 2601-2605. Jika zona 2633-2638 berhasil ditembus, maka peluang kenaikan berlanjut melirik 2645-2648 sebagai resistance terdekat, dan terbuka untuk naik lebih lanjut ke zona 2655-2660 jika mampu tembus 2645-2648.
Sebaliknya, di sisi penurunan, jika 2601-2605 kembali kuat atau tidak tembus, maka rebound juga berpeluang kembali mendorong emas ke kisaran 2615-2620an. Ini berarti range pergerakan akan relatif sideways dengan kisaran 2601-2605 di sisi support dan 2633-2638 di sisi resistance, berlaku selama tidak ada pemicu untuk perubahan signifikan pada sentimen pasar.
Sementara bearish akan jauh lebih kuat jika harga mampu tembus di bawah 2600, meskipun area support 2590-2594 juga akan menjadi penahan sementara waktu, dan 2578-2582 akan menjadi support terakhir yang diperkirakan menjadi zona demand. Buy bisa kembali dilakukan jika 2578-2582 tersebut tidak ditembus, tapi Stop Loss sebaiknya diset di bawah 2578. Sedangkan penembusan 2578 akan memicu penurunan lebih dalam ke kisaran 2565 ataupun 2536-2540 yang dicurigai sebagai zona support psikologis.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut). Namun even musiman yang saat ini tersisa adalah January effect di mana emas biasanya cenderung kuat di periode Januari. Meskipun demikian masih perlu konfirmasi dan pendukung lebih lanjut, terutama dari sisi data ekonomi.

Per jam 9.45 WIB, harga berada di 2633.50, dengan high di 2636.50 dan low 2621.66. Area FR 0% 2627.40 di grafik H1 sejauh ini berhasil ditembus dan candle berikutnya di jam 9.45 tetap bertahan di atas 2627. Jika ini tetap berlangsung hingga 2 candle beruturut-turut, maka zona 2625-2627 akan menjadi area support baru, dan bisa diincar sebagai zona buy baru.
Ekspektasi skenario yang ideal adalah penurunan lebih dulu terjadi dan relatif terbatas, dengan target koreksi ke kisaran FR 38.2% - FR 50% (kisaran 2616-2618) sebelum kembali rebound dan tembus di atas FR 0% 2627, sehingga kami menempatkan zona tersebut sebagai zona buy yang relatif lower risk.
Dengan kenaikan yang sudah terjadi, maka ekspektasi berikutnya adalah zona 2636-2638 masih menahan kenaikan, dan koreksi diharpakan kembali menguji area 2625-2627, dan zona buy baru seharusnya bisa dilakukan di zona tersebut, atau maksimal 2618-2620. Dan jika sesuai ekspektasi, maka kenaikan berikutnya bisa tembus di atas 2636-2638, terutama jika didukung dengan data PMI manufacture yang lebih lemah dari perkiraan di malam hari.
Alternatif terakhir jika tidak terjadi swing low sesuai ekspektasi, maka penembusan di atas 2638 diperlukan untuk konfirmasi kenaikan lebih lanjut, dan Anda bisa pertahankan/follow buy! (Note: berlaku hanya jika benar-benar konfirm tembus!)
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 2616.00 – 2618.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2630.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2638.00,
Target terdekat 2645, terjauh 2652, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2610.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2608.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2601.00 – 2603.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2589.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2609.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2610)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



