Imbal hasil Treasury AS dan dolar kembali bergerak berbeda arah. Imbal hasil Treasury ditutup naik, sedangkan dolar AS ditutup turun. Meski hal tersebut membuat emas turun dengan cepat, tapi pergerakan yang terbatas membuat tekanan turun juga relatif terbatas.
Dengan minggu terpendek karena libur Natal, pasar nyaris tidak mendapatkan tekanan yang terlalu signifikan. Trader masih membatasi aktivitasnya dari liburan Natal dan juga Boxing day. Sementara di sesi NY, neraca perdagangan AS bulan November cukup baik dengan mencatatkan penurunan dari -99 miliar bulan lalu menjadi -100.6. Kemungkinan hal tersebut akan berbeda saat kebijakan tarif Trump nanti diberlakukan.
Rally Akhir Tahun Tetap Terbuka?
Tanda-tanda rally akhir tahun sepertinya belum nampak dengan pergerakan yang terus menerus tertahan di zona 2638-2640, di mana 1 minggu terakhir kenaikan sempat tertahan di kisaran 2632-2633, lalu sempat membuka peluang dengan kenaikan lebih tinggi di 2638 dan 2639, tapi kemudian tertahan dan tertekan kembali ke 2611, meskipun tidak terlalu signifikan.
Apakah ini berarti kenaikan tidak akan terwujud untuk akhir tahun ini? Dengan kondisi kenaikan tahun ini yang sudah lebih dari 27% sepanjang 2024, hal ini menjadi agak menyulitkan untuk emas. Meski tekanan turun efek dari pilpres AS mulai berkurang, tapi penyesuaian ekspektasi pasca pengumuman FOMC Desember sepertinya belum sepenuhnya memudar. Hal inilah yang membuat kenapa emas kesulitan untuk naik lebih cepat dan lebih tinggi seperti yang terlihat minggu lalu.
Meski demikian, bukan berarti hal tersebut tertutup secara keseluruhan. Jika Desember gagal memulihkan sentiment akhir tahun, masih ada Januari yang tercatat sebagai bulan dengan performa terbaik untuk emas.Â
Pola musiman menunjukkan bahwa Januari adalah bulan terbaik untuk emas selama 1 dekade terakhir. Pengecualian untuk era pasca pandemi. Pertanyaan muncul apakah ada hubungannya dengan kondisi China yang sedang mengalami kesulitan selama periode ini sehingga membuat rally akhir tahun cenderung terhambat. Meski demikian, selalu ada pemikiran tentang kenaikan emas yang akan terjadi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek (tahun 2025 jatuh di bulan Januari, sekitar akhir bulan). PBOC sendiri sudah kembali melakukan pembelian emas, tercatat sejak November 2024, pasca jeda 6 bulan terhitung sejak April 2024.

Kita kembali dengan sesi perdagangan yang mulai sedikit aktif minggu ini, pengecualian di hari Rabu, 1 Januari 2025 dimana market akan libur perayaan Tahun Baru. Beberapa agenda data ekonomi akan dirilis, termasuk dari AS yang kembali diperkirakan akan menjadi penggerak market, terutama emas, selain tentunya kabar terbaru dari China tentang stimulus yang dijanjikan.
Malam ini kita berhadapan dengan data Chicago PMI dan pending home sales, dengan fokus utama sepertinya lebih tertuju pada indikator Chicago PMI. Data tersebut akan menentukan kesehatan ekonomi sektor manufaktur di wilayah Chicago. Data ini diyakini bisa membantu dalam memperkirakan PMI manufaktur versi ISM yang akan dirilis minggu ini (Kamis/Jumat).
Data yang lebih baik dari ekspektasi akan membuat emas kembali terkoreksi turun, dan data yang lebih lemah dari ekspektasi akan menunjang kenaikan emas yang diperlukan menjelang akhir tahun 2024.
Data besar lainnya muncul di hari Kamis, dengan jobless claims mingguan yang akan kembali disorot, beserta PMI manufacture, versi ISM dan juga S&P Global. Namun khusus data ISM masih perlu konfirmasi lebih lanjut karena economic calendar menunjukkan jadwal 2 kali rilis di hari Kamis dan Jumat sehingga akan dipastikan lebih lanjut apakah akan rilis Kamis atau Jumat.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, level tertinggi tertahan di 2638.09 dan turun hingga 2611.58, tertahan di dekat MA 100 Daily yang berada di 2613. Secara umum, range pergerakan relatif terbatas, dan penurunan juga masih batas wajar dan sesuai perkiraan kami sebelumnya yang menandai area 2605-2610 sebagai support psikologis yang cukup efektif.
Secara keseluruhan, peluang rally akhir tahun tetap terbuka, meskipun sempat turun di hari Jumat. Namun, bullish akan lebih kuat jika mampu keluar dari resistance 2640an tersebut. Dengan demikian zona resistance penting saat ini berada di kisaran 2640-2651 yang harus ditembus untuk mempermudah kenaikan. Sebaliknya, waspadai 2600-2605 sebagai support psikologis dalam waktu dekat.

Di H4, kenaikan kembali terhambat di dekat MA 200 H4 @2637 saat itu (high tercatat di 2638.09), lalu turun hingga 2611.58. Harga berada di bawah garis trend. Tapi kemudian rebound, dan pagi ini kembali menguji area tersebut, terbantu dengan pembukaan gap up di pagi ini.
Secara keseluruhan pergerakan yang sideway tersebut belum menandakan perubahan tren yang signifikan, meskipun trendline berhasil ditembus. Jika beberapa jam kedepan harga berhasil naik di atas trendline atau di atas 2633 kembali, maka tren cenderung bullish. Sebaliknya, jika beberapa jam kedepan harga tetap di bawah trendline, maka tren cenderung bearish/turun.
Level support 2601-2605 akan menjadi penentu. Jika support tersebut ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut di bawah 2600, dengan target support terdekat 2590-2594, dan terjauh 2578-2582. Namun penurunan diperkirakan masih relatif terbatas mengingat kondisi akhir tahun yang kian dekat, dan market masih menunggu apakah rally akhir tahun tetap terjadi hingga beberapa hari pertama Januari 2025.
Rally akan berlanjut jika resistance 2638/2640 berhasil ditembus. Dan kenaikan bisa lebih kuat jika didukung data ekonomi yang relatif lemah.
Sebaliknya, penurunan di bawah 2601-2605 berpotensi memicu penurunan. dengan potensi terdekat ke 2590-2594, dan terjauh 2578-2582. Dengan demikian, strategi sell bisa terpenuhi jika benar-benar tembus 2600, dengan catatan bahwa proyeksi penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari) sehingga penurunan ke zona 2601-2605 sebenarnya masih dipertimbangkan sebagai area buy yang cukup ideal, dengan Stop loss ideal di bawah 2600.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2624.14, dengan high di 2626.62 dan low 2619.36.Trendline support diperbarui, ditarik dari bottom 2582.68 ke bottom berikutnya 2611.58 sehingga terlihat seperti pada gambar.
Ekspektasi skenario hari ini swing low terbatas, menguji kembali area trendline support 2613-2616, dan kemudian dilanjutkan dengan dorongan kenaikan kembali hingga zona kuning terdekat kisaran 2635-2639. Dan secara bertahap kembali naik lebih tinggi dengan asumsi swing low kedua tidak lebih dari 2618-2622, dengan proyeksi target resistance berikutnya di zona 2648-2651.
Sebaliknya, potensi bearish tetap terbuka. Secara teknis, sell bisa dilakukan jika konfirm tembus di bawah 2611 (low 27 Des 2024). Namun penurunan diperkirakan jauh lebih konfirm jika berhasil tembus 2600 sehingga strategi sell sebaiknya dilakukan hanya jika tembus 2600, dengan catatan target akan relatif terbatas kisaran 2590-2594 atau terjauh 2578-2582.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 2615.00 – 2617.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2629.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2640.00,
Target terdekat 2646, terjauh 2660, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2609.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2608.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2600.00 – 2602.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2588.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2608.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2606)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



