
Dolar cenderung melemah terhadap mata uang lainnya paska rilis data fundamental ekonomi yang semakin memperkuat peluang Fed untuk segera menurunkan suku bunga acuannya. Data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis semalam menunjukkan tekanan inflasi sudah semakin menurun menjadi hanya 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan masih sama seperti bulan sebelumnya 0.2%. Dan data Core PPI yang tidak menyertakan komponen  BBM dan bahan pangan juga mengalami penurunan 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan hanya 0.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.4% menjadi hanya 0.3%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data periode setahun sebelumnya PPI mengalami penurunan menjadi 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan 2.3% meskipun data periode sebelumnya direvisi sedikit meningkat dari 2.6% menjadi 2.7%. Dengan data Core PPI juga turun cukup signifikan dari 3.0% menjadi 2.4% yang lebih rendah dari perkiraan 2.7%. Data-data tersebut di atas diharapkan akan menurun pada data inflasi dari sisi konsumen CPI yang akan dirilis malam ini. CPI malam ini diperkirakan juga mengalami penurunan dari 3.0% menjadi 2.9% dan Core CPI-nya juga diperkirakan turun dari 3.3% menjadi 3.2%. Dengan inflasi yang semakin mendekati target 2% dan tanda-tanda aktifitas ekonomi yang semakin menurun akan membuat Fed perlu segera bertindak untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan melakukan sedikit pelonggaran moneter yaitu dengan memangkas suku bunga acuan. Jika data yang dirilis nanti malam lebih rendah dari perkiraan seperti data PPI tersebut maka Fed berpeluang untuk memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps. Spekulasi di pasar akan peluang Fed tersebut kembali meningkat yang sebelumnya sempat turun hingga 49% kembali naik menjadi 53.5% menurut CME Group's Fed Watch Tool. Sedangkan peluang memangkas sebanyak 25 bps menurun dari 51% menjadi hanya 47.5%. Data CPI malam ini akan dirilis pada pukul 19:30 WIB. Pagi ini Bank Sentral New Zealand (RBNZ) mengadakan pertemuan moneternya dengan perkiraan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya yang sudah bertahan sejak Mei tahun 2023 yang lalu.
Yen kembali menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar selain dari perubahan kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang lebih agresif dengan berorientasi pada inflasi membuat pelaku carry trade semakin berkurang. Perbedaan tingkat suku bunga antara Jepang yang sangat rendah sering dijadikan sasaran carry trade dengan menukarkan dengan suku bunga yang lebih tinggi di negara lain sehingga menyebabkan mata uang Yen bergerak secara tidak wajar. Pemerintah Jepang beberapa kali melakukan intervensi namun terbukti tidak terlalu efektif kecuali beberapa intervensi terakhir yang memanfaatkan momen melemahnya mata uang dolar. Selain perubahan kebijakan moneter BOJ, langkah pemerintah Jepang yang masih membuka peluang untuk melakukan intervensi semakin mempersempit ruang bagi pelaku carry trade. Parlemen Jepang dijadwalkan akan mengadakan pertemuan khusus pada 23 Agustus mendatang untuk membahas langkah BOJ pada pertemuan moneter terakhirnya yang lalu.
Euro menguat tajam karena pelemahan mata uang dolar meskipun fundamental ekonomi justru semakin memburuk di kawasan ini. Data Sentimen ekonomi dari ZEW yang dirilis kemarin menunjukkan merosot tajam dari 43.7 menjadi 17.9 yang jauh lebih buruk dari perkiraan hanya turun 35.4. Data yang sama untuk Jerman juga mengalami penurunan tajam dari 41.8 menjadi 18.2 yang juga jauh lebih buruk dari perkiraan hanya turun 32.6. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya permintaan akan produk ekspor ditambah dengan ketidakpastian ekonomi dari kebijakan moneter yang ketat saat ini serta kekhawatiran akan melambatnya ekonomi di AS serta potensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi alasan penurunan tersebut. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal lalu dengan perkiraan masih stagnan di 0.3% sama seperti kuartal sebelumnya dan data sektor tenaga kerja dengan perkiraan mengalami penurunan dari 0.3% Â menjadi 0.2%.
Poundsterling juga berlanjut menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar terhadap semua mata uang. Fundamental ekonomi di Inggris sendiri cukup variatif dengan data klaim pengangguran Claimant Count melonjak tajam 135.0K yang jauh di atas perkiraan hanya 14.5K dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat dari 32.3K menjadi 36.2K. Indeks upah rata-rata per 3 bulan juga menurun dari 5.7% menjadi hanya 4.5% yang sedikit lebih rendah dari perkiraan 4.6%. Meski demikian tingkat pengangguran mengalami penurunan dari 4.4% menjadi 4.2% yang lebih baik dari perkiraan meningkat 4.5%. Hari ini ada data penting yaitu data inflasi berturut-turut CPI, PPI, RPI dan HPI yang akan menentukan langkah moneter apa yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) pada pertemuan moneter yang akan datang. Dengan perkiraan data CPI kembali meningkat dari 2.0% menjadi 2.3%, namun data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dari alkohol mengalami penurunan dari 3.5% menjadi 3.4%. Jika melihat perkiraan inflasi tersebut yang masih cukup jauh dari target sepertinya BOE masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya untuk lebih lama lagi terlebih karena baru saja bulan lalu BOE memangkas suku bunga acuannya. Dan hal ini juga sudah disampaikan oleh Gubernur BOE - Andrew Bailey dan juga Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill dalam beberapa kesempatan.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



