
Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan kekhawatiran akan terjadinya pelambatan ekonomi di AS akibat dari agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump. Dengan hanya bebebrapa pekan lagi masa tenggang kenaikan tarif impor terhadap sejumlah barang dari mitra dagang AS akan segera berakhir dan efektif akan berlaku dikhawatirkan akan menyeret ekonomi AS ke dalam resesi. Pertumbuhan ekonomi akan melambat dan inflasi akan kembali naik serta Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Dalam wawancara dengan media, Presiden Trump menjelaskan akan adanya masa transisi yang disimpulkan oleh pasar akan terjadinya pelambatan ekonomi. Dan Presiden Trump menolak prediksi bahwa agenda ekonominya tersebut akan berakibat menjadi resesi tanpa argumen yang jelas. Dengan sikap Presiden Trump dan pemerintahan yang kurang optimis ini membuat pasar mengalihkan aset menjadi safe haven dengan pengecualian menghindari dolar untuk saat ini. Mata uang yen dan swiss franc serta komoditi emas menjadi pilihan investor. Tanda-tanda pelambatan ekonomi mulai terlihat pada sektor tenaga kerja yang menurun di penghujung pekan lalu. Tidak hanya data periode terbaru, namun data periode sebelumnya juga mengalami revisi menurun yang semakin menjadi kekhawatiran tersebut. Seharusnya dengan kondisi ini semakin membuka kesempatan Fed untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. Namun kali ini sepertinya Fed akan menunggu dampak dari agenda ekonomi Presiden Trump terhadap ekonomi baru kemudian akan memutuskan langkah apa yang tepat akan diambil. Fed diperkirakan baru akan memangkas suku bunga acuan paling cepat pada pertemuan di bulan Juni mendatang atau sebulan setelah efektif diberlakukan kenaikan tarif impor terhadap barang-barang tertentu dari mitra dagang AS tersebut. Hari ini akan dirilis data sektor tenaga kerja berupa tersedianya lowongan kerja dan data penting yaitu inflasi dari sisi konsumen CPI baru akan dirilis esok hari.
Yen terus menguat terhadap dolar sebagai aset safe haven hingga level terkuat terhadap dolar dalam 5 bulan terakhir. Bank Sentral Jepang (BOJ) kemungkinan akan menunda kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini seiring dengan ketidakpastian akan dampak agenda kenaikan tarif impor terhadap ekonomi secara global. Kekhawatiran ini disampaikan oleh Gubernur BOJ - Kazuo Ueda beberapa pekan lalu mengindikasikan penundaan tersebut. Meskipun inflasi di Jepang terus naik semakin menjauh dari target 2%. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP dengan perkiraan stagnan masih sama dengan periode sebelumnya dan juga data machinery tools order.
Euro sedikit tertahan terhadap dolar setelah sempat menguat tajam beberapa hari sebelumnya oleh optimisime seputar prospek terjadinya perundingan damai di Ukraina dan perubahan kebijakan fiskal di Jerman dari pembatasan anggaran. Jerman berencana menganggarkan senilai €500 juta untuk belanja militer dan infrastruktur yang diharapkan akan memacu perekonomian dan stabilitas keamanan di kawasan ini. Rencana ini sekaligus menghapus kekhawatiran setelah Presiden AS menghentikan bantuan militer terhadap Ukraina. Bukan berarti rencana anggaran ini akan berjalan mulus karena Partai Hijau berencana untuk menggagalkan rancangan ini di parlemen dan berencana untuk mengajukan gagasan yang berbeda. Belum diungkapan gagasan seperti apa yang akan disampaikan, namun rintangan ini membuat kenaikan mata uang Euro tertahan. Meskipun data ekonomi sebenarnya cukup positif dengan data kepercayaan konsumen dari Sentix yang meningkat tajam dari -12.7 menjadi -2.9 yang juga jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -9.1. Industrial Production di Jerman juga meningkat menjadi +2.0% yang lebih baik dari perkiraan naik 1.6% dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat dari -2.4% menjadi hanya -1.5%. Walaupun surplus neraca perdagangan di Jerman mengalami penurunan dari 20.7B menjadi 16.0B yang lebih rendah dari perkiraan meningkat 21.0B. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis. Namun ada pertemuan pemimpin negara dan menteri keuangan neraca Uni Eropa, dimana Presiden ECB - Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato.
Poundsterling kembali cenderung melemah terhadap dolar dan masih terus tertekan terhadap Euro setelah data ekonomi di sektor ritel mengalami penurunan tajam. Data Retail Sales monitor dari Konsorsium Peritel Inggris menurun tajam dari 2.5% menjadi 0.9% yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 1.9%. Data di sektor tenaga kerja juga menurun hingga level terendah sejak Februari 2021 yang lalu dengan perekrutan tenaga kerja dan kenaikan upah yang paling rendah selama 4 tahun terakhir ini. Kekhawatiran akan melemahnya daya beli akan berakibat pada penurunan aktifitas ekonomi. Dengan data-data tersebut diatas, maka diperkirakan Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan depan. Hari ini masih ada data Leading Indeks.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



