logo agrodana futures official
Buka Akun

Kekhawatiran akan resesi di AS meningkat menyebabkan mata uang dolar terkoreksi

  -  05-Aug-2024
usd pressured

Dolar melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya menyusul data ekonomi tidak hanya melambat namun memberikan sinyal potensi resesi di AS pasca rilis data di sektor tenaga kerja hari Jumat lalu. Laporan Non-Farm Payroll menunjukkan penambahan terisinya lapangan kerja mengalami penurunan drastis hanya 114K yang jauh lebih rendah dari perkiraan 176K dan data periode sebelumnya bahkan ikut di revisi dari 206K menjadi hanya 179K. Angka di bawah 200K menandakan terjadinya pelambatan dan kali ini jauh turun hampir setengah dari angka tersebut. Data lain berupa tingkat pengangguran juga meningkat cukup signifikan menjadi 4.3% yang lebih tinggi dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 4.1%. Sedangkan Upah Rata-rata juga memburuk turun 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.3%. Semua data di sektor tenaga kerja cenderung memburuk begitu pula dengan data yang dirilis sebelumnya termasuk komponen  tenaga kerja dari data PMI sektor manufaktur dari ISM. Data lain berupa Factory Order juga menurun tajam dari -0.5% menjadi -3.3% yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 2.7%. Malam ini baru akan dirilis data PMI dari sektor jasa yang akan memberikan gambaran komponen tenaga kerja di sektor jasa. Pelambatan di sektor tenaga kerja, melemahnya laporan di sektor manufaktur dan laporan keuangan perusahaan besar akhir-akhir ini membuat kekhawatiran kondisi ekonomi akan semakin memburuk dengan laju lebih cepat dari perkiraan. Langkah Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di pekan lalu dinilai kurang tetap sehingga membuka peluang untuk memangkas lebih banyak yaitu 50 bps pada pertemuan moneter di bulan September mendatang jika kondisi ekonomi tidak segera pulih. Goldman Sachs menaikkan perkiraan peluang resesi dalam 12 bulan dengan 10 bps menjadi 25% di tahun ini dan memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan tahun ini sebanyak 3x di bulan September, November dan Desember. Namun jika sektor tenaga kerja masih belum pulih di bulan Agustus mendatang, maka Fed akan memangkas suku bunga acuan di bulan September sebanyak 50 bps. Spekulasi di pasar menunjukkan peluang Fed memangkas suku bunga acuan September mendatang sebanyak 50 bps mencapai 71% dari sebelumnya yang hanya 31% menurut CME Group's FedWatch Tool. Data PMI di sektor jasa diperkirakan meningkat dari 48.8 masuk ke zona ekspansif di atas 50 menjadi 51.4. Selain data tersebut di atas data lain di pekan ini tidak terlalu berdampak pada pergerakan mata uang kecuali pidato dari sejumlah pejabat Fed yang dijadwalkan pada pekan ini.

Yen menguat tajam seiring dengan sentimen negatif mata uang dolar hingga level terkuat sejak Februari lalu. Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kali melampaui perkiraan pasar sebanyak 15 bps setelah mengakhiri kebijakan moneter ultra longgarnya pada Maret lalu dengan kenaikan 10 bps. Dan sepertinya BOJ mulai beralih dari kebijakan moneter yang orthodox dengan mempertahankan suku bunga rendah menjadi kebijakan moneter yang lebih modern dengan lebih mempertimbangkan angka inflasi. Perubahan tersebut disambut baik oleh pasar sehingga mata uang Yen terus menguat dalam beberapa hari terakhir ini termasuk Jumat malam dan semakin menjauh dari level terendahnya. Selain itu pemerintah Jepang juga konsisten akan tetap mempertahankan kebijakan operasi intervensi jika memang diperlukan. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter pertemuan moneter BOJ bulan lalu yang akan memberikan pandangan dan proyeksi pejabat BOJ akan kondisi ekonomi yang akan datang. Pekan ini tidak ada data penting yang akan dirilis.

Euro juga menguat tajam terhadap dolar akhir pekan lalu seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan resesi di AS. Ekspektasi pasar akan langkah Fed memangkas 50 bps juga akan berlaku bagi Bank Sentral Eropa (ECB) yang bulan lalu mempertahankan suku bunga acuannya setelah bulan sebelumnya memangkas sebanyak 25 bps. Seperti Fed, ECB juga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di bulan September mendatang.  Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa dengan perkiraan masih stabil 51.9 sama seperti periode sebelumnya dan juga data Kepercayaan Konsumen dari Sentix dengan perkiraan meningkat dari -7.3 menjadi -5.5. Selain itu juga ada data inflasi dari sisi produsen dengan perkiraan meningkat dari -0.2% menjadi +0.1%. Ini menandakan inflasi masih berpotensi meningkat dan akan mencegah ECB menurunkan suku bunga lebih lanjut. Namun data inflasi sesungguhnya ada pada sisi konsumen CPI yang tidak akan dirilis pekan ini. Data penting yang akan dirilis pekan ini hanya data Retail Sales yang akan dirilis pada hari esok hari.

Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar meski sebelumnya sempat melemah menyusul langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang memangkas suku bunga acuannya sehari sebelumnya. BOE memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps dari 5.25% menjadi 5.00% yang merupakan penurunan suku bunga acuan pertama kali sejak Maret 2020 lalu di saat pandemik bermula. Dengan hasil voting suara yang ketat 5 banding 4 yang menunjukkan pejabat BOE masih terpecah dalam 2 kubu menanggapi inflasi yang terjadi di Inggris saat ini.  Dalam konferensi pers Gubernur BOE - Andrew Bailey mengatakan BOE harus memastikan inflasi tetap rendah dan bersikap hati-hati untuk tidak memangkas suku bunga terlalu cepat dan terlalu banyak. Yang diindikasikan tidak akan segera menyusul untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter berikutnya di bulan September mendatang. Hal senada juga diucapkan oleh Ketua ahli ekonomi BOE - Huw Pill yang mengatakan perang melawan inflasi masih belum berakhir dan suku bunga tidak akan turun lagi dalam waktu dekat ini. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa dan esok akan dirilis data PMI di sektor konstruksi. Data lain datang dari sektor perumahan berturut-turut pada hari berikutnya.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down