logo agrodana futures official
Buka Akun

Kekhawatiran Potensi Resesi Meningkatkan Peluang Fed Memangkas Suku Bunga Acuan

  -  08-Apr-2025

Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Swiss Franc seiring dengan meningkatnya permintaan akan aset safe haven karena kekhawatiran akan resesi dunia akibat kenaikan tarif impor AS. Pekan lalu Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif impor reciprocal terhadap semua mitra dagangnya dan akan segera efektif berlaku pada 9 April nanti. Sejumlah mitra dagang sudah memberikan respon dengan meminta negosiasi dan ada juga yang melakukan pelawanan. Uni Eropa memberikan perlawanan dengan menaikkan tarif impor produk AS sebanyak 25%. Presiden Trump belum menunjukkan indikasi surut, bahkan memberikan ancaman kepada China akan menaikkan tarif impor hingga 50% jika China tidak membatalkan perlawanan kenaikan tarif sebanyak 34%-nya. Dan lebih dari 50 mitra dagang AS lebih memilih melakukan pendekatan negosiasi dengan Gedung Putih. Perang dagang ini dikhawatirkan akan memicu inflasi tinggi dan dapat menjadi ancaman akan terjadi resesi ekonomi secara global. JPMorgan Chase memperingatkan akan efek kenaikan tarif impor ini akan berdampak permanen dan manajer investasi Bill Ackman menyebut sebagai nuklir ekonomi di musim dingin. Di sisi lain dengan adanya potensi pelambatan ekonomi membuat spekulasi di pasar menunjukkan peluang Fed untuk lebih agresif memangkas suku bunga acuan guna mengantisipasi potensi pelambatan ekonomi akibat kenaikan tarif impor tersebut. Ekspektasi Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Mei meningkat hingga mendekati 65% dan spekulasi akan akumulasi pemangkasan hingga 100 bps atau 1.0% penuh hingga akhir tahun ini di bulan Desember mendatang. Meskipun ketua Fed – Jerome Powell pada hari Jumat lalu mengatakan masih terlalu dini bagi Fed untuk merespon agenda ekonomi Presiden Trump tersebut. Namun diakui bahwa kebijakan fiskal tersebut berpotensi akan memicu inflasi kembali naik dan menahan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan menyebutkan meningkatnya resiko pengangguran dan naiknya inflasi akan mempersulit target inflasi Fed 2%. Gubernur Fed - Adriana Kugler dalam pidato semalam mengatakan kenaikan tarif menjadi indikasi kenaikan inflasi walaupun untuk jangka pendek sedangkan untuk jangka panjang masih belum terukur.  Data inflasi CPI baru akan dirilis esok hari yang masih belum menggambarkan dampak dari kebijakan kenaikan tarif yang baru pekan lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi hanya pidato dari Gubernur Fed San Fransisco – Mary Daly yang juga merupakan anggota voting FOMC yang akan dicermati oleh pasar.

Yen juga berlanjut melemah terhadap dolar setelah sehari sebelumnya melemah cukup tajam hingga lebih dari 1.4%. Di luar perkiraan, Jepang yang sebelumnya dinilai akan terhindar dari kenaikan tarif impor ternyata tetap dikenakan kenaikan tarif sebanyak 24%. Pemerintah Jepang memberikan respon, namun diduga akan ada negosiasi ulang setelah Presiden Trump dalam telepon dengan Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba sepakat akan menunjuk menterinya untuk bernegosiasi. Bahkan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent sendiri secara khusus diutus untuk melakukan negosiasi termasuk pembahasan pergerakan mata uang dolar terhadap Yen. Biasanya yang menjadi utusan hanya perwakilan dari Menteri Perdagangan, namun dengan Besset menjadi indikasi akan lebih tertuju pada pergerakan mata uang Yen. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, namun pasar mengantisipasi perundingan dagang tersebut diatas dan juga pidato dari Gubernur Bank Sentral Jepang - Kazuo Ueda esok hari.

Euro terus tertekan terhadap dolar meskipun mendapat kenaikan tarif impor dari AS tidak sebanyak perkiraan. Dengan hanya dikenakan sebanyak 20% bahkan Uni Eropa tetap memberikan perlawanan kenaikan tarif yang lebih tinggi yaitu sebanyak 25%. Namun tarif tersebut masih fleksibel dan belum final dengan Uni Eropa terus terbuka untuk bernegosiasi seperti yang disampaikan oleh Presiden Komisi Eropa - Ursula von der Leyen. Seperti halnya Fed, ancaman akan resesi akibat kenaikan tarif ini membuat spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuan sehingga spekulasi di pasar menyebutkan akan ada 3 kali hingga 4 kali pemangkasan suku bunga acuan hingga akhir tahun nanti. Dengan pemangkasan terdekat pada 2 kali pertemuan berturut-turut dalam waktu dekat ini. Sejumlah pejabat ECB termasuk Gubernur Bank Sentral Italia - Pierro Cipollone, Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau dan Gubernur Bank Sentral Yunani - Yannis Stournaras meminta ECB untuk segera memangkas suku bunga acuan di tengah kondisi ekonomi saat ini dan tidak satupun yang menarik pendapatnya ketika kenaikan tarif Presiden Trump diumumkan. Sementara itu data industrial production di Jerman mengalami penurunan lebih dalam ke -1.3% yang lebih rendah dari perkiraan -0.9% dari periode sebelumnya 0.9%. Sedangkan surplus neraca perdagangan Jerman meningkat dari 16.2B menjadi 17.7B, namun tidak sebanyak perkiraan naik hingga 18.4B. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling juga masih melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam sebulan terakhir seiring dengan pengalihan aset menjadi safe haven. Kekhawatiran akan terjadinya resesi akibat perang dagang AS membuat pengalihan aset ini menjadi meningkat. Termasuk peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memangkas suku bunga acuan guna mengantisipasi pelambatan ekonomi secara global seperti halnya bank sentral dunia lainnya. Data penting di Inggris pekan ini baru akan dirilis pada hari Jumat nanti berupa pertumbuhan ekonomi GDP, neraca perdagangan dan industrial production dan manufacturing production.   


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down