logo agrodana futures official
Buka Akun

Kenaikan Tarif AS Terhadap Kanada, Mexico & China Akan Efektif Mulai Esok Hari

  -  03-Mar-2025
finance budget

Dolar terus cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan dampak luas dari kenaikan tarif yang dikenakan oleh pemerintah AS terhadap Kanada, Mexico dan China yang efektif berlaku pada esok hari. Presiden Trump menegaskan penundaan kenaikan tarif terhadap ketiga negara tersebut akan berakhir pada 4 Maret ini dan tidak akan diperpanjang lagi seperti kenaikan tarif lainnya yang baru akan berlaku pada 2 April mendatang. Kanada dan Mexico masih akan tetap dikenakan kenaikan tarif sebanyak 25% dan China akan dikenakan kenaikan tarif 10%. Selain itu AS juga akan mengenakan kenaikan tarif impor mengambang di kisaran 25% terhadap barang dari Uni Eropa. Belum lagi kenaikan tarif lainnya yang spesifik terhadap produk-produk tertentu juga menjadi kekhawatiran baru akan berdampak negatif terhadap ekonomi global. Sementara itu perselisihan pendapat yang memanas dari Presiden Ukraina - Volodymyr Zelensky dengan Presiden Trump dikhawatirkan akan menghalangi perundingan damai yang akan berdampak terhadap seluruh daratan Eropa. Presiden Zelensky meninggalkan AS lebih awal dari jadwal dan tidak menghasilkan kesekpakatan perundingan dagang mineral milik Ukraina. Sedangkan data ekonomi di AS sedikit menurun dengan data Personal Consumption Expenditures (PCE) masih stabil 0.3% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya dan mengalami penurunan 2.5% jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya yang naik 2.6%. Sedangkan data Core PCE yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan mengalami kenaikan dari 0.2% menjadi 0.3% sesuai perkiraan, namun jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya terjadi penurunan 2.6% sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya direvisi naik dari 2.8% menjadi 2.9%. Data lain berupa personal spending mengalami penurunan drastis menjadi -0.2% dari periode sebelumnya yang direvisi meningkat dari 0.7% menjadi 0.8%. Anggaran belanja konsumen ini memberikan kontribusi lebih dari 2/3 aktifitas ekonomi di AS. meskipun pendapatan personal mengalami peningkatan yang tajam juga dari 0.4% menjadi 0.9% yang jauh melampaui perkiraan sedikit menurun 0.3%. Hal ini menggambarkan masyarakat lebih memilih menabung daripada membelanjakan penghasilannya karena kekhawatiran akan ketidakpastian di masa depan. Dengan data-data ini ekspektasi akan langkah Fed untuk memangkas suku bunga acuan kembali meningkat menjadi 79.1% menurut CME's FedWatch Tool. Dan paling cepat baru akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Juni atau Juli mendatang. Sejumlah pejabat Fed juga menyarankan untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk waktu yang lebih lama hingga kondisi ekonomi yang terdampak oleh kenaikan tarif dan pelambatan ekonomi sudah dapat diantisipasi. Pasar juga mewaspadai akan rencana pengurangan pegawai federal dari Departemen Efisiensi Pemerintahan yang dipimpin oleh Elon Musk dalam waktu dekat ini. Pekan ini data penting yang akan dirilis berupa data PMI dari ISM di sektor manufaktur dan jasa serta data-data dari sektor tenaga kerja termasuk data terpenting yaitu Non-Farm Payroll di penghujung pekan ini.

Yen juga mengalami koreksi seiring dengan menguatnya mata uang dolar meskipun eskpektasi akan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga acuannya masih cukup tinggi. Kekhawatiran akan terjadinya pelambatan ekonomi secara global akibat kenaikan tarif dari AS menjadi perhatian Gubernur BOJ - Kazuo Ueda di akhir pekan lalu. Dengan kekhawatiran itu kemungkinan kenaikan suku bunga acuan BOJ akan mengalami penundaan yang lebih lama dari yang diharapkan. BOJ juga akan mengawasi pergerakan mata uang Yen dengan lebih ketat lagi dan menjaga agar menguatnya yen searah dengan dengan positifnya ekonomi terkini. BOJ diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga acuan kembali pada kuartal 3 tahun ini.

Euro merosot tajam terhadap dolar hingga level tererndah sejak 12 Februari lalu seiring dengan memanasnya pertemuan antara Presiden Ukraina dengan Presiden Trump di ruang kerja Oval - Gedung Putih. Dan berakhir dengan Presiden Zelensky meninggalkan AS lebih awal daripada yang dijadwalkan. Serta batalnya kerjasama AS dengan Ukraina perihal pengelolaan sumber daya mineral milik Ukraina yang awalnya dijadwalkan. Ketegangan tersebut dikhawatirkan akan menghalangi terjadinya perundingan damai yang akan berdampak pada Uni Eropa yang bersebelahan langsung dengan Ukraina. Satu-satunya hal yang membuat mata uang Euro stabil sebelumnya adalah peluang tercapainya perundingan damai antara Ukraian dan Rusia beberapa waktu lalu. Dengan kejadian ini mata uang Euro kembali labil terlebih dengan masih adanya rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut pada pekan ini juga. Pertemuan moneter ECB dijadwalkan pada hari Kamis nanti dan sebelumnya akan dirilis data-data preliminary CPI dan data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta data Retail Sales. Sedangkan data pertumbuhan ekonomi GDP dan data tenaga kerja baru akan dirilis setelah pertemuan moneter.

Poundsterling semakin melemah terhadap dolar, meskipun Inggris akan mendapat pengecualian dari kenaikan tarif impor Presiden Trump. Hasil dari kunjungan Perdana Menteri - Keir Starmer ke AS di pekan lalu sepertinya AS memberikan kelonggaran terhadap Inggris seiring dengan neraca perdagangan keduanya surplus dan kebanyakan eskpor dari Inggris lebih banyak berupa jasa. AS berencana akan mengenakan kenaikan tarif impor mengambang di kisaran 25% terhadap barang dari Eropa. Apakah akan memasukkan impor barang dari Inggris juga masih belum terinci. Pasar juga masih menunggu kebijakan ekonomi dan fiskal baru dari Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang baru akan diumumkan pada 26 Maret mendatang. Pekan ini hanya ada data PMI sektor manufaktur dan jasa serta data kredit konsumen.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down