
Dolar semakin menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya setelah Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif impor sebanyak 25% terhadap semua produk logam baja dan aluminium. Pernyataan ini dirilis setelah sebelumnya Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor terhadap mitra dagang lainnya setelah Mexico, Kanada dan China. Pengumuman kenaikan tarif impor ini menampar semua mitra dagang AS yang menjadi pemasok baja dan aluminium terutama Kanada yang menjadi pengimpor utama AS bersama dengan Brazil, Mexico, Korea Selatan dan Vietnam. Sementara AS juga merupakan tujuan ekspor terbesar kedua bagi Inggris setelah Uni Eropa. Dengan adanya kenaikan tarif impor sebanyak 25% ini membuat mata uang negara pengekspor baja dan aluminum tersebut di atas melemah karena dipastikan akan mengalami kerugian yang cukup signifikan akibat keputusan Presiden Trump tersebut. Kenaikan tarif diperkirakan masih akan terjadi terhadap produk dan negara lainnya setelah ini. Sementara itu, perlawanan kenaikan tarif impor oleh pemerintah China sudah efektif sejak kemarin, namun belum ada negosiasi ulang antara Beijing dengan Washington. Kenaikan tarif ini diperkirakan akan mendorong kenaikan inflasi di AS yang mempersempit ruang bagi Fed untuk memangkas suku bunga acuan lebih lanjut. Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Maret mendatang dan baru akan mengambil tindakan pada pertemuan di bulan Juni yang akan datang. Dengan peluangnya untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps tidak lebih dari 50% menurut CME's FedWatch Tool. Ketua Fed - Jerome Powell dijadwalkan akan memberikan pidato dalam 2 hari mulai malam ini di depan komite finansial Senat AS. Pasar akan mencermati komentar perihal inflasi dan kenaikan tarif yang diterapkan Presiden Trump. Data inflasi CPI di AS sendiri baru akan dirilis esok hari dengan perkiraan inflasi kembali menurun dari 0.4% menjadi 0.3%. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis sehingga fokus akan tertuju pada pidato Powell malam nanti.
Yen juga terkoreksi seiring dengan penguatan mata uang dolar, meski Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba cukup yakin Jepang akan terhindar dari kenaikan tarif impor setelah pertemuannya dengan Presiden Trump pekan lalu. Ishiba menekankan bahwa Trump menghargai investasi di AS yang cukup besar sekaligus juga menciptakan banyak lapangan kerja. Meski demikian sejumlah pakar ekonomi tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena mungkin saja akan terkena kenaikan tarif berdasarkan produk seperti kenaikan tarif impor baja dan aluminium saat ini. Hari ini perbankan dan bursa saham di Jepang libur merayakan hari Pendiri Negara.
Euro juga melemah terhadap dolar pasca pengumuman kenaikan tarif impor baja dan aluminium dari Presiden Trump. AS merupakan pangsa pasar terbesar kedua produk-produk logam berat dari Uni Eropa. Selain itu, Uni Eropa juga masih menjadi target utama kenaikan tarif Presiden Trump karena tidak seimbangnya neraca perdagangan di antara kedua negara ini. Dimana Uni Eropa mengenakan tarif impor kendaraan dari AS sebanyak 10% sedangkan kendaraan Eropa hanya di kenakan tarif impor 2.5% ke AS. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor ini menjadi sentimen negatif bagi Uni Eropa meskipun fundamental ekonomi mulai cenderung membaik. Data sentimen konsumen dari Sentix meningkat dari -17.7 menjadi -12.7 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -16.4. Sedangkan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam pidato di depan parlemen Eropa di Strasbourg hanya menyinggung perang Bank Sentral Eropa (ECB) belum selesai melawan inflasi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga terus melemah terhadap dolar seiring dengan kenaikan tarif impor produk baja dan aluminium AS. Juru bicara Perdana Menteri Inggris mengatakan Inggris akan terus bernegosiasi dengan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan yang akan menguntungkan kedua belah pihak. AS merupakan tujuan ekspor logam berat terbesar kedua bagi Inggris setelah Uni Eropa. Malam ini Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato pada salah satu sekolah bisnis di London. Diharapkan Bailey masih akan menyuarakan akan perlunya pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut setelah pemangkasan 25 bps pekan lalu. Selain Bailey, Pejabat BOE lainnya - Catherine Mann juga dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat yang berbeda. Mann menjadi satu-satunya anggota voting MPC yang menyarankan pemangkasan suku bunga jumbo sebanyak 50 bps pada pertemuan lalu. Data Retail Sales monitor dari Konsorsium Peritel Inggris menunjukkan terjadinya penurunan dari 3.1% menjadi 2.5%, namun tidak seburuk yang diperkirakan turun hingga 1.1%. Hari ini tidak ada data ekonomi lagi.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



