logo agrodana futures official
Buka Akun

Ketua Fed - Jerome Powell menyatakan Fed tidak perlu terburu-buru menurunkan suku bunga acuan

  -  18-Nov-2024

Dolar terus bergerak menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan peluang Fed menahan diri dari pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Ketua Fed – Jerome Powell dalam pidato Jumat dini hari mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru untuk melanjutkan memangkas suku bunga acuan dan jika memang perlu harus dilakukan secara berhati-hati. Powell menyinggung soal pertumbuhan ekonomi yang masih sehat, sektor tenaga kerja yang solid dan inflasi yang masih di atas target Fed 2%. Pendapat tersebut juga dikaitkan dengan prospek inflasi yang kembali naik karena agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan kembali menduduki jabatan Presiden untuk kedua kalinya. Agenda Trump diperkirakan akan mempersempit ruang Fed untuk meneruskan langkah pelonggaran moneter yang selama ini sudah digadang-gadangkan akan memangkas suku bunga acuan yang agresif sepanjang tahun 2025 yang mengalami pengurangan drastis menjadi hanya 1 kali mendekati hari pelantikan secara resmi Presiden AS yang baru. Langkah ini perlu dilakukan agar Fed mempunyai ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan jika inflasi betul-betul kembali naik. Senada dengan Powell, Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee pada Jumat lalu mengatakan sudah sewajarnya Fed memperlambat laju penurunan suku bunga acuan karena pejabat Fed masih belum sepakat di level berapa suku bunga dianggap netral. Sedangkan Gubernur Fed Boston - Susan Collins malah menyarankan untuk menghentikan pemangkasan sepenuhnya pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang sesuai dengan data inflasi dan sektor tenaga kerja yang akan dirilis nanti. Sementara data ekonomi di sektor ritel dengan data Retail Sales yang naik 0.4% lebih tinggi dari perkiraan 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.8%. Dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif mengalami penurunan dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih jelek dari perkiraan naik 1.0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data yang sama periode setahun yang lalu Retail Sales mengalami kenaikan tajam 2.8% yang melampaui perkiraan 1.9% dari periode sebelumnya 2.0%. Data ini semakin memberikan ruang bagi Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga sebelum angka inflasi kembali naik nantinya. Probabilitas pemangkasan suku bunga acuan kembali menurun menjadi 55% setelah sebelumnya sempat naik lagi mendekati 73% merespon komentar dari pejabat Fed tersebut. Pekan ini tidak banyak data ekonomi yang akan dirilis kecuali pada hari Jumat nanti berupa data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari sejumlah pejabat Fed di sejumlah peristiwa dan tempat yang berbeda-beda. 

Yen bergerak menguat terhadap dolar setelah sempat melemah hingga level 156 untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Penguatan ini dipicu oleh spekulasi akan diambilnya langkah strategis oleh pemerintah Jepang guna menahan laju pelemahan mata uang Yen. Hari ini Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dijadwalkan akan memberikan pidato yang akan dicermati pasar untuk mengetahui peluang BOJ kembali menaikkan suku bunga acuan mengingat angka inflasi yang terus meningkat di Jepang. Data ekonomi berupa machinary order di Jepang juga membaik dari -1.9% meniadi -0.7% walau tidak sebaik yang diperkirakan +1.4%. Pekan ini selain pidato dari Ueda hanya akan dirilis data neraca perdagangan.   

Euro tertahan laju penurunan terhadap dolar dan menjauh dari level terendah sebelumnya yang merupakan level terendah sejak Oktober 2023 yang lalu. Meskipun tekanan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk agresif malakukan pemangkasan suku bunga acuan semakin tinggi. Gubernur Bank Sentral Italia - Piero Cipollone sekaligus anggota voting ECB menyarankan hal tersebut guna mendukung pemulihan ekonomi secepatnya menjelang adanya agenda kenaikan tarif impor di AS yang akan datang. Cipollone mengatakan menurunkan suku bunga acuan akan merupakan stimulus bagi investasi dan diharapkan akan mendorong produktifitas. Sejumlah pejabat ECB mengkhawatirkan agenda proteksi yang akan diambil AS akan menghalangi pertumbuhan ekonomi global dan pembatasan impor akan memperburuk situasi ini. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk keempat kalinya dalam pertemuan moneter pada 12 Desember mendatang. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis, hanya pidato dari Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel. .

Poundsterling masih melemah tajam terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris yang menurun dari 0.2% menjadi -0.1%. Begitu pula dengan data kuartalan yang juga turun dari 0.5% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Defisit neraca perdagangan juga bertambah begitu pula dengan industrial/manufacturing production mengalami penurunan. Kondisi ekonomi yang melemah ini akan mendorong Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang. Pekan ini akan dirilis sejumlah data inflasi seperti CPI, PPI, RPI, WPI yang akan memberikan kejelasan apakah BOE akan menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut atau akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Selain itu juga akan dirilis data Hutang sektor publik dan Kepercayaan Konsumen.  

Cek info lain di:

https://agrodana-futures.com/

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down