
Secara umum, dolar maupun imbal hasil Treasury AS tetap ditutup turun sehingga penurunan emas bukan disebabkan menguatnya dolar maupun kenaikan imbal hasil Treasury. Hal ini kembali membuktikan data ekonomi yang solid juga bukan menjadi alasan utama dalam penurunan emas kali ini.
Data PCE bulan Oktober dirilis masing-masing dengan PCE utama di 0.2% m/m dan core PCE 0.3% m/m, sementara basis tahunan menunjukkan PCE utama 2.3% y/y dan core PCE 2.8% y/y. Secara keseluruhan data tersebut dirilis sesuai ekspektasi sehingga tidak berdampak signifikan terhadap potensi penurunan suku bunga Fed di bulan Desember 2024.
Di sisi data ekonomi, jobless claims mingguan menunjukkan penurunan di 213K, lebih rendah dari ekspektasi 215K, bahkan turun jika dibanding minggu sebelumnya. Sementara GDP juga menunjukkan angka sesuai ekspektasi, 2.8%, turun dari periode sebelumnya 3.0%.
Data lain seperti pendapatan pribadi dirilis lebih tinggi dari perkiraan, 0.6% vs 0.3%. Konsumsi juga lebih tinggi, +0.4% vs exp 0.3%.
CME Fedwatch tools pasca data PCE dirilis menunjukkan probabilitas penurunan suku bunga Desember meningkat dari 59.4% menjadi 68.2%. Hal ini berarti menunjukkan optimisme pasar terhadap penurunan suku bunga Fed di akhir tahun 2024 masih cukup besar.

Penurunan emas dalam 2 hari terakhir lebih cenderung dilatarbelakangi oleh kondisi geopolitik di mana Israel dan Lebanon akhirnya resmi menyepakati untuk gencatan senjata 60 hari ke depan. Redanya geopolitik menjadi alasan investor mengurangi eksposurnya terhadap safe haven sehingga emas bersama dolar cenderung turun.
Kabar tersebut juga berdampak pada Hamas. Pihak Hamas dikabarkan membuka diri untuk pembahasan gencatan senjata dengan Israel setelah kepastian gencatan senjata antara Israel – Lebanon. AS, Mesir dan negara lainnya berusaha untuk mendorong perjanjian gencatan senjata tersebut bisa terwujud dalam waktu dekat, sebelum pemerintahan Biden resmi diambil alih oleh pemerintahan Trump di bulan Januari 2025.
Meskipun Israel menekankan bahwa keberlangsungan dari gencatan senjata tersebut akan bergantung pada perkembangan di Lebanon, tapi pasar merespon positif kabar tersebut. Dengan demikian menyisakan konflik Rusia-Ukraina yang tampaknya masih sulit untuk terwujud dalam waktu dekat mengingat aksi saling serang masih terjadi meskipun intensitasnya tidak lebih panas dibanding minggu lalu.
Market AS libur perayaan Thanksgiving hari ini sehingga tidak ada data ekonomi dari AS malam nanti, dan market ditutup lebih cepat di jam 02.30 WIB untuk emas dan komoditi lainnya. Volatilitas diperkirakan hanya akan terjadi di sesi Asia hingga sesi Inggris yang akan berakhir di jam 22.00 WIB sehingga data CPI Jerman di jam 20.00 WIB akan menjadi satu-satunya data ekonomi yang dicermati pasar.
Sementara agenda penting lainnya tertuju pada Sidang Parlemen Luar Biasa Jepang yang akan dimulai hari ini 28 November, sampai 21 Desember mendatang. Kemungkinan akan membahas tentang rencana anggaran tambahan dan lebih banyak lagi. Sesi khusus di Diet adalah membahas anggaran tambahan yang diperlukan untuk mendanai langkah-langkah baru untuk mengatasi inflasi yang diusulkan pemerintahan PM Ishiba.
Gubernur BOJ Kazuo Ueda diperkirakan akan memberikan testimoni, tapi belum ada ketetapan tanggal. Ueda kemungkinan tampil dihadapan komite anggaran atau keuangan, mencakup pandangan tentang kebijakan moneter, inflasi dan ekonomi. BOJ akan bertemu di tanggal 18-19 Desember, sehari setelah FOMC 17-18 Desember 2024, sehingga pidato Ueda akan ditelusuri lebih dalam untuk mendapatkan petunjuk tentang potensi kenaikan suku bunga BOJ. (Suku bunga BOJ naik, dolar turun, sehingga emas punya peluang untuk naik)
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup shooting star setelah sempat spike (naik cepat) hingga sentuh 2658.21, dan kemudian turun hingga ditutup di 2635.71. Secara teknis hal ini menunjukkan kegagalan dari emas memanfaatkan momentum bullish sehingga penurunan masih cenderung tetap dominan untuk hari ini.
Bearish akan menjadi lebih kuat jika support 2605-2607 berhasil ditembus, dan FR 50% 2571.50 menjadi target potensial berikutnya. Sebaliknya, bullish akan kembali terbuka jika harga berbalik naik dan tembus high kemarin 2658. Tapi akan jauh lebih kuat jika mampu tembus di atas 2885.

Di H4, kenaikan tertahan di 2658.21, menandakan resistance FR 38.2% H4 di 2650.85 masih cukup efektif karena harga kembali turun di bawah 2650 setelah sentuh level tertinggi tersebut. Ini menandakan bahwa kekuatan bullish belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain hal tersebut juga memunculkan peluang bahwa zona 2605-2607 cukup terbuka untuk kembali disentuh, atau bahkan ditembus.
Secara tren, kita masih berada dalam jalur koreksi yang belum tuntas, dan tren utama menunjukkan peluang penurunan masih bisa terjadi dalam penurunan wave C. Ini berarti juga bahwa FR 61.8% H4 di 2607.32 yang cukup dekat dengan low 26 Nov 2024 di 2605.22 cenderung terbuka untuk ditembus.
Skenario ideal masih tetap sama, di mana rebound masih tetap tertahan di kisaran 2638-2641, atau maksimum dekat FR 38.2% H4 2650.85, kemudian dilanjutkan tekanan turun kembali menguji FR 61.8% 2607, atau bahkan bisa saja terjadi penembusan. Zona SELL lebih baik dilakukan di kisaran 2635-2640, atau di dekat area 2652-2658 (high kemarin) sebagai patokan.
Sebaliknya, kenaikan akan membuka peluang jika mampu tembus di atas 2658-2660, dengan catatan itu pun masih relatif terbatas dengan MA 200 H4 menjadi acuan di 2681.55. Jika kenaikan mampu tembus MA 200 tersebut, maka peluang bullish baru dikatakan lebih kuat.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2628.35, dengan high di 2638.39 dan low 2620.89. Secara teknis kenaikan terbukti tertahan di zona yang dicurigai sebagai “potential strong supply area” sehingga peluang penurunan masih bisa terjadi.
Pola bearish flag cenderung konfirm setelah pagi ini harga berhasil turun di bawah support trend channel 2636. Dengan demikian penurunan seharusnya lebih dominan untuk beberapa waktu ke depan. Rebound diharapkan terbatas dengan asumsi sebagai retest resistance 2635-2640. Area ini adalah area ideal untuk mulai mengincar sell saat terjadi pullback.
Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi, maka penurunan berikutnya membuka peluang untuk kembali menguji area 2605-2607 dalam waktu dekat. Dan jika area 2605-2607 ditembus, maka peluang penurunan lebih lanjut bisa terjadi.
Sebaliknya, kenaikan berpeluang mendominasi jika harga kembali tembus di atas 2655-2658 (high kemarin). Tapi bullish diperkirakan masih relatif terbatas. Dengan demikian, jika switch strategi menjadi buy saat 2660 ditembus, Anda hanya punya peluang ke area 2670-2675 sebagai resistance terdekat, sementara strong bullish diperkirakan baru akan terjadi saat harga mampu tembus 2685. Artinya kenaikan apapun selama masih tetap di bawah 2685, maka bullish akan bersifat terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2637.00 – 2639.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2625.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2625.00,
Target terdekat 2618, terjauh 2607, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2645.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2646.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2562.00 – 2564.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2576.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2556.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2554)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



