Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun dan dolar berbalik menguat di malam hari sehingga tekanan pada emas kembali mendominasi dan membuat kenaikan sebelumnya saat merespon data CPI AS sehari sebelumnya gagal berlanjut.
Redanya Ketegangan Dagang
Sepertinya pasar masih didominasi oleh redanya ketegangan dagang kedua negara ekonomi terbesar di dunia. China mulai kurangi tarif yang dikenakan pada barang-barang AS saat perang tarif dimulai. Hal ini sebagai bagian dari kesepakatan di mana kedua negara masing-masing harus mengurangi tarif total 115% sampai 90 hari ke depan. China sudah memulainya per 14 Mei kemarin. (Kita masih tunggu dengan realisasi dari AS)
Market pricing untuk pemangkasan suku bunga Fed sudah bergeser secara substansial, di mana saat puncak kecemasan tentang pertumbuhan, tarif dan inflasi 2 minggu sebelumnya membuat pasar memperhitungkan 131 bps pemangkasan (5x pemangkasan suku bunga), kini hanya memperhitungkan 71 bps (3x) pemangkasan karena menyambut positif kesepakatan pengurangan tarif AS-China yang cukup tajam.
Geopolitik
Ada 2 risiko geopolitik yang saat ini menjadi incaran Trump sekaligus perhatian pasar. Yang pertama adalah kesepakatan nuklir Iran-AS. AS menghukum Iran dengan kembali mengenakan sanksi pada Iran. Namun, kabar terbaru menyebut bahwa Iran bersedia untuk mencabut proyek pengadaan uraniumnya yang digunakan untuk program nuklirnya. Bahkan Iran akan mengizinkan para inspektur internasional untuk mengawasi proses tersebut, tapi dengan syarat semua sanksi ekonomi terhadap Iran dicabut.
Jika AS menyetujui syarat Iran tersebut, maka kesepakatan nuklir Iran dan AS segera tercapai, dan ini akan berdampak pada pasokan minyak yang lebih melimpah di pasar sehingga harga minyak berpeluang turun. Dengan turunnya minyak mentah, maka inflasi cenderung turun sehingga suku bunga berpeluang turun seperti yang diinginkan Trump.
Secara umum, redanya ketegangan geopolitik mengurangi daya tarik emas sebagai safe haven. Namun, jika harga minyak turun berhasil kembali mengurangi tekanan inflasi, dan bank sentral semakin terbuka untuk turunkan suku bunga, maka medium term hal ini bisa menjadi dukungan positif ke depan untuk emas kembali naik.
Kontradiktif dengan Iran, Rusia – Ukraina sepertinya “jalan di tempat” karena pembicaraan damai keduanya selalu batal terlaksana. Terbaru, AS menyarankan Ukraina untuk bertemu Rusia “one on one”. Semula Putin setuju, tapi perkembangan terbaru mengindikasikan bahwa Putin menolak untuk bertemu Zelensky. Hal ini akan membuat kesepakatan damai ataupun gencatan senjata kedua negara sepertinya relatif minim bisa dicapai dalam waktu dekat.

AS akan merilis data PPI, initial jobless claims, retail sales dan indeks manufaktur Philadelphia jam 19.30 WIB, dilanjutkan dengan pidato Powell di jam 19.40 WIB. Perkiraan kami pasar akan lebih mencermati data ekonomi karena pidato Powell diperkirakan tidak ada hal yang baru terkait kebijakan moneter.
Jika data dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka emas punya peluang berbalik naik nanti malam. Sebaliknya, jika data dirilis lebih kuat dari ekspektasi, maka emas punya peluang lanjutkan penurunan, bahkan mungkin melirik zona 3100.
Di sisi lain, pidato Powell hanya akan berpengaruh signifikan jika terjadi perubahan sikap ataupun petunjuk tentang kebijakan moneter yang lebih jelas. Selama pernyataan tidak berubah, cenderung mengulangi “kebijakan tergantung data ekonomi” dan “Fed perlu menunggu efek tarif pada ekonomi”, maka pasar akan relatif tidak banyak merespon.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish setelah gagal memanfaatkan lemahnya data CPI sehari sebelumnya dan lanjutkan kenaikan di atas 3260. Area support psikologis 3200 pun ditembus sehingga berpeluang melirik area support berikutnya di 3164 terdekat, atau 3123 terjauh.
Dengan redanya ketegangan dagang AS dan China, harga diperkirakan kembali ke titik awal sebelum perang tarif. Perkiraan kami 9-10 April adalah saat di mana emas mulai rally karena perang tarif antara AS dan China dipicu oleh kenaikan tarif sepihak AS terhadap China dibalas oleh tarif China di tanggal 9 April, di saat negara lain justru mendapatkan penangguhan tarif 90 hari. Dengan demikian low 10 April 3071 adalah target maksimal yang diperkirakan bisa terjadi dalam penurunan, atau 3123 yang merupakan area tengah dari 3176 – 3071 (high dan low 10 April). Sementara 3228 adalah area resistance yang harus ditembus untuk case bullish ke atas.

Di H4, penurunan berhasil tembus MA 200 di 3228 saat itu, dan langsung menekan area support psikologis 3200. Dengan demikian area 3200 dan 3228 akan menjadi resistance baru yang perlu dicermati, sekaligus syarat untuk terjadinya kenaikan. Selama tidak tembus area 3228 tersebut, maka bearish kemungkinan akan tetap mendominasi ke depan.
Dengan demikian perhitungan Elliott wave sebelumnya perlu diperbarui. Asumsi penurunan yang terjadi masih bagian dari penurunan wave 3 bearish, maka recover atau rebound terbatas kisaran 3200-3210 bisa saja menjadi bagian dari wave 4, sehingga penurunan diperkirakan masih bisa berlanjut. Target potensial saat ini melirik area 3071-3101 yang diperkirakan sebagai area awal kenaikan emas saat perang tarif AS dan China dimulai 10 April yang lalu. Ini berarti saat penurunan sudah dekati area tersebut, maka sebaiknya kurangi sell Anda, karena dikhawatirkan demand akan kembali mendorong harga untuk rebound atau pun berbalik naik.
Posisi SELL masih dominan untuk beberapa waktu kedepan selama tidak ada kenaikan di atas 3215-3228, dan kemungkinan berkurang jika sudah mendekati area 3071-3101, atau jika data retail sales AS nanti malam cenderung lebih lemah dari ekspektasi. Pidato Powell kemungkinan tidak ada hal yang baru sehingga tidak terlalu menjadi acuan, kecuali jika ada perubahan sentimen dari Powell yang bicara tentang kemungkinan penurunan suku bunga.
Opsi buy bisa dilakukan jika harga sudah turun banyak dan dekati support 3071-3101, atau jika terjadi kenaikan cepat hingga tembus 3215.
Pembelian bank sentral global masih berjalan dan geopolitik yang belum reda sepenuhnya, termasuk 90 hari ke depan yang disepakati AS dan China untuk saling mengurangi tarif tetap menjadi rintangan, sehingga secara fundamental emas masih memiliki peluang untuk sewaktu-waktu kembali naik.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 3154.90, dengan high di 3192.54 dan low 3150.13. Penurunan masih berlanjut di sesi Asia saat artikel ditulis. Dan penembusan level 3168 benar memicu penurunan lebih lanjut. Dengan demikian yang harus dicermati ke depan adalah bahwa kondisi RSI sudah mulai memasuki area oversold sehingga peluang rebound kemungkinan bisa terjadi, terutama di malam hari jika data ekonomi AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi.
Trend channel merah tetap menjadi acuan setelah support dari trend channel biru di 3228 kemarin ditembus, sedangkan kenaikan yang ditunggu-tunggu tembus 3260 tidak berhasil. Ini berarti harga masih bergerak di dalam trend channel merah yang mengindikasikan penurunan yang masih dominan. Dengan area FE 61.8% 3181 ditembus, maka target potensial berikutnya melirik FE 100% 3128.87, atau support trend channel merah di 3110.Sedangkan rebound diharapkan jika harga sudah dekati support 3128 atau support trend channel merah 3110, dengan asumsi di malam hari RSI sudah memasuki oversold dan data retail sales AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi. Jika salah satu atau keduanya terpenuhi, maka Anda bisa pertimbangkan switch strategi menjadi buy.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 3198.00 – 3200.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 3186.00 ($13 - $15)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 3168.00,
Target terdekat 3160, terjauh 3145, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3206.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 3205.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY dekat support psikologis
Entry : 3105.00 – 3107.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 3119.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3099.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 3098)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



