Dolar AS kembali naik bersama imbal hasil Treasury setelah data inflasi menunjukkan kenaikan dari 2.6% menjadi 2.7% y/y. Namun hal ini tidak menghentikan kenaikan emas yang tetap berlanjut dan bergerak lebih tinggi.
CPI AS dirilis sesuai ekspektasi, 0.3% m/m baik inti maupun utama. Sementara inflasi inti stabil di 3.3% y/y sesuai ekspektasi, dan inflasi utama naik dari 2.6% ke 2.7% y/y sesuai ekspektasi. Hal ini juga mencerminkan kondisi inflasi yang relatif stabil dan tetap membuat pasar optimis bahwa Fed akan tetap turunkan suku bunga di pertemuan minggu depan. Ekspektasi pemangkasan 25 bps dari Fed mencapai 95%, naik dibanding sebelum data CPI dirilis, 85%.
Faktor Pendorong Emas
Seperti yang diulas sebelumnya, beberapa faktor menyebabkan kenaikan emas baru-baru ini : permintaan bank sentral yang tetap tumbuh, termasuk kembalinya PBOC dalam melakukan pembelian emas; penurunan suku bunga bank sentral; dolar yang melemah; kebijakan Trump picu kekhawatiran pertumbuhan global; dan seasonal atau musiman.
BOC (Bank of Canada) tadi malam memangkas suku bunga 50 bps, sesuai ekspektasi sehingga suku bunga BOC saat ini berada di 3.25%. Ini berarti BOC sudah memangkas suku bunga sebesar 175 bps sejak pemangkasan pertama di bulan Juni 2024, di mana 2 pertemuan terakhir dilakukan dengan pemangkasan 50 bps setelah 3 kali 25 bps di 3 pertemuan pertamanya. Gubernur Macklem mengatakan keputusan tersebut didorong oleh 2 faktor, yaitu kebutuhan untuk keluar dari wilayah kebijakan restriktif dan data ekonomi yang menandakan prospek pertumbuhan GDP yang lebih lemah dibanding estimasi bulan Oktober.
Macklem juga menekankan tentang prospek ekonomi Canada yang dibayangi oleh kemungkinan tarif baru yang dikenakan Trump terhadap barang Canada yang masuk ke Amerika, dan menyebutnya sebagai “ketidakpastian baru yang besar”. Hal ini semakin memperkuat poin terakhir yang disebutkan dalam “beberapa faktor penyebab kenaikan emas baru-baru ini”, di mana “ketidakpastian” kembali membayangi ekonomi global saat Trump nanti memimpin. Emas diuntungkan saat terjadi “ketidakpastian ekonomi dan geopolitik”.

ECB akan menjadi fokus berikutnya dari bank sentral di jam 20.15 WIB yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga 25 bps sehingga deposit rate akan berada di 3.00% dari 3.25% sebelumnya. Market sudah mengantisipasi hampir sepenuhnya pemangkasan tersebut, meskipun JP Morgan tetap memperkirakan pemangkasan 50 bps tidak tertutup kemungkinan masih bisa dilakukan.
BofA memperkirakan pemangkasan 25 bps hari ini, dan kemungkinan berlanjut sampai deposit rate sentuh 1.5% di bulan September 2025. Dengan mempertimbangkan ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan AS, bank sentral kemungkinan diperkirakan akan tetap dovish.
Jika pernyataan ECB ataupun Lagarde dovish di jam 20.45 dan 22.15, maka semakin memperkuat alasan untuk penurunan suku bunga bank sentral, yang berarti juga dukungan untuk emas, meskipun harga emas tidak dipengaruhi langsung oleh Euro.
Investor juga akan mencermati data PPI dan Jobless claims AS di jam 20.30 WIB. Jika data dirilis sesuai ekspektasi (0.2% m/m), kemungkinan dolar melemah, dan emas embali naik. Sebaliknya, jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi (0.3%), emas masih punya jalan untuk naik kembali karena data yang tidak terlalu signifikan kenaikannya.
Emas berpotensi turun jika data inflasi PPI AS menunjukkan lonjakan yang lebih tinggi di atas 0.4% dan juga initial jobless claims yang cenderung berkurang.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dan level tertinggi sentuh 2721.16, selisih tipis dari high 25 Nov 2024 di 2721.32. Ini berarti 2721 masih menjadi strong resistance sementara waktu, dan bullish akan ditentukan apakah mampu naik dan ditutup lebih tinggi dari area tersebut atau tidak. Jika gagal, maka FR 23.6% Daily di 2686.88 dan low kemarin di 2675.23 akan menjadi target penurunan yang cukup potensial mengingat kenaikan yang cukup tinggi dalam 3 hari beruntun berhasil menembus kedua zona tersebut.
Resistance berikutnya berada di 2749.66 yang merupakan high 6 Nov 2024. Jika berhasil ditembus, maka berpotensi lanjut ke resistance 2762.10 yang merupakan high 1 Nov 2024 sekaligus membuka peluang untuk kembali dekati rekor tertinggi sepanjang masa 2790. Namun demikian potensi penurunan juga cukup riskan. Penurunan bisa kembali dominan jika harga tertekan kembali di bawah 2666.

Di H4, support area 2675-2677 terbukti cukup ampuh untuk menahan tekanan turun yang sempat terjadi sangat cepat di sesi Asia-Eropa kemarin. Harga kemudian berbalik naik, dan didorong lebih tinggi setelah data CPI AS dirilis sesuai ekspektasi.
Ekspektasi kami adalah kenaikan sementara terhenti di zona 2721 tersebut, dan seperti gambaran sebelumnya, area tersebut akan menjadi modal berharga bagi bullish untuk naik lebih tinggi. Tapi, sebelum itu, koreksi turun bisa terjadi sampai area terdekat 2692 (area ungu kisaran 2692-2721), atau terjauh kembali menguji area 2675-2677, atau area orange kisaran 2661-2676).
Area buy ideal kemungkinan lebih kuat di zona orange tersebut. Ini berarti opsi buy bisa saja dilakukan di area tersebut, dengan stop loss sebaiknya ditempatkan di bawah 2761. Atau, opsi buy terdekat mengandalkan area 2688-2690 yang sebelumnya sempat menjadi resistance kuat.
Sebaliknya, penurunan akan dominan jika 2661 ditembus. Artinya, Sell lebih dominan jika harga berhasil turun di bawah 2661 yang diperkirakan berpotensi memicu penurunan lanjutan ke kisaran 2650 dan terjauh 2630-2633. Ini bisa terjadi jika market dikejutkan dengan inflasi PPI AS yang melonjak “jauh lebih tinggi dari perkiraan”, misal lonjakan di atas 0.4% untuk PPI inti ataupun utama. Sementara data yang “sesuai ekspektasi” atau lebih lemah akan menguntungkan bagi emas untuk lanjut naik.

Per jam 9.35 WIB, harga berada di 2706.56, dengan high di 2726.07 dan low 2699.59. Untuk sementara waktu kenaikan tertahan di zona 2621-2630 yang merupakan resistance historical yang cukup kuat. Harga bahkan tergelincir hingga 2599 di sesi Asia, dan sedang berjuang untuk mempertahankan momentum bullishnya.
FR ditarik dari bottom 2661.16 ke puncak 2702.20, dan harga yang sudah bergerak lebih tinggi membuatnya cenderung bullish. Namun dengan kondisi yang terjadi saat ini, maka penurunan dinilai masih batas wajar, seperti yang terjadi kemarin di sesi Asia saat pertama kali tembus 2704, terkoreksi cepat hingga 2675, tapi kemudian perlahan tapi pasti bergerak stabil di zona 2688-2690an sebelum akhirnya CPI mendorong emas naik hingga 2721.
Dengan skema pergerakan yang kemungkinan diperkirakan sama, maka swing low mendekati area support 2690-2694 yang juga merupakan FR 23.6% H1, maka zona buy sebaiknya dilakukan di dekat zona tersebut, dengan stop loss sebaiknya ditempatkan beberapa poin di bawah 2687.
Sebaliknya, skenario sell lebih baik jika support 2674-2677 benar-benar ditembus, untuk potensi terdekat 2666-2668 (resistance kuat sebelumnya). Strong bearish diperkirakan baru akan terjadi jika tembus di bawah 2661. Jadi, jika Anda switch SELL saat tembus 2674, maka pastikan waspada saat mulai turun mendekati 2661-2662 untuk mengantisipasi penurunan yang masih bersifat terbatas.
Sekedar mengingatkan, bahwa seasonal trend kemungkinan dominan untuk saat ini sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2694.00 – 2696.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2708.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2725.00,
Target terdekat 2732, terjauh 2749, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2688.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2687.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2672.00 – 2674.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2660.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2680.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2682)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



