Salah satu kunci keberhasilan dari trading adalah manajemen risiko. Kamu bisa mengklaim kamu memiliki strategi trading yang menguntungkan, namun jika tidak dibarengi oleh manajemen risiko, cepat atau lambat trading kamu akan gagal untuk meraih hasil yang profitable.
Sebelum membuka / menutup posisi, kamu perlu mengetahui apakah market saat ini sedang UPTREND, DOWNTREND, atau SIDEWAYS. Setelah itu, kamu perlu menentukan BUY / SELL dan nilai support dan Resistance. Jika harga berlawanan arah dari posisi yang dimiliki, lakukan 3 hal berikut:
Cut loss adalah menutup posisi yang ada pada harga saat ini dan merealisasikan kerugian yang dialami.
Tutorial di MT4:
Lakukan double click pada instrumen yang mengalami kerugian. Pastikan untuk memilih instant execution (1) dan klik bar kuning (2).

Strategi ini melibatkan penambahan / pengurangan dari posisi trading yang sudah ada. Ada 2 tipe averaging, yaitu:
1. Averaging Profit
Misal, saat ini open order BUY 1.1255. Apabila harga naik dan posisi awal memiliki keuntungan, dapat dilakukan average profit dengan melakukan BUY lagi, misal di setiap kenaikan 100 pips profit (1.1355; 1.1455; 1.1555; dstnya). Semua posisi akan ditutup pada saat harga mulai bergerak berlawanan dengan posisi. Cara ini cocok untuk market yang sedang UPTREND.
2. Averaging Loss
Strategi ini adalah strategi yang berkebalikan dari averaging profit. Misal, saat ini open order BUY 1.1255. Jika harga bergerak turun, maka akan dilakukan BUY di harga yang lebih rendah. Hal ini dilakukan dengan harapan untuk menurunkan harga rata-rata dari order yang dimiliki, sehingga pada saat harga kembali ke 1.1255, maka trader bisa mendapat keuntungan yang lebih cepat.
Cara ini lebih cocok pada saat market sedang range-trading atau bergerak dalam 1 range tertentu. Apabila market sedang UPTREND dan cara ini diterapkan, maka risiko yang dihadapi sangatlah besar, karena posisi yang dimiliki dibandingkan dengan modal disetor akan lebih besar.
Misal:
Buy 1 lot @1.1255
Harga turun ke 1.1155 → BUY 1 lot @1.1155
Harga turun ke 1.1000 → BUY 1 lot @1.1000
Total order 3 lot = (1.1255+1.1155+1.1000)/3 = 1.1136
Jika harga naik (misal ke 1.1200), maka semua posisi akan ditutup.
Jika harga turun, (misal ke 1.0955), maka kerugian yang diderita juga semakin besar.
Hampir mirip dengan CUT LOSS, cut & reverse artinya menutup posisi yang mengalami kerugian dan membuka posisi baru yang merupakan kebalikan posisi pertama.
Misal:
BUY 1 lot 1.1255
Harga terus turun dan diputuskan melakukan cut & reverse. Artinya, posisi yang awalnya BUY 1.1255 menjadi SELL 1.1255.
Tutorial di MT4:
1. Setelah posisi ditutup, double click pada kolom market watch dan klik "SELL" untuk reverse.
2. Posisi saat ini SELL 1.1255 dan bukan BUY 1.1255.
Harap diperhatikan:
Karena cut dan reverse harus dilakukan secara manual, maka harga yang didapat untuk kedua posisi tersebut tidak akan sama.


STOP LOSS ORDERS
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengatur risiko adalah Stop Loss Order. Kamu dapat menghentikan kerugian secara manual atau menggunakan stop loss order. Order ini menghilangkan faktor emosi dalam trading dan membantu Anda lebih disiplin terhadap trading plan.



