Dolar berlanjut menguat tajam terhadap mata uang lainnya masih dengan ekspektasi akan program kerja dari Donald Trump yang berhasil memenangkan pemilu di AS untuk kedua kalinya pada pekan lalu. Diperkirakan kebijakan yang pertama kali akan dijalankan oleh Trump setelah pelantikan pada Januari mendatang adalah menaikkan tarif impor seiring dengan penyebutan nama Robert Lighthizer dalam daftar yang akan dipanggil untuk menjabat menteri dalam kabinet yang akan dibentuk Trump. Lighthizer adalah Menteri Perdagangan di masa pemerintahan Trump sebelumnya yang dikenal sangat tegas dalam menghambat masuknya produk-produk impor. Meskipun belum dapat dipastikan apakah Lighthizer akan kembali menduduki jabatan yang sama pada kabinet mendatang. Kebijakan yang akan diambil tersebut mendapat sebutan Trump 2.0 termasuk dengan rencana pengurangan pajak dan perubahan peraturan yang lebih mudah serta memperketat imigrasi di perbatasan. Peluang kebijakan tersebut terealisasi semakin besar setelah Partai Republik berhasil mendapatkan kembali kursi mayoritas di Senat AS dan juga masih unggul di DPR AS yang sudah mengantongi 214 suara dari 218 suara untuk memenangkan pemungutan suara dibandingkan dengan Partai Demokrat yang tertinggal jauh dengan 204 suara. Kebijakan-kebijakan tersebut memang akan mendorong pertumbuhan ekonomi namun di sisi lain juga akan berpotensi kembali mengangkat naik inflasi. Sehingga dapat membuat Fed menunda rencana pemangkasan suku bunga acuan yang lebih agresif seperti sebelumnya. Ekspektasi akan langkah Fed selanjutnya masih akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter FOMC di bulan Desember mendatang sebanyak 25 bps dengan peluang tersebut semakin menyusut dengan hanya 65% dari sebelumnya yang mencapai 80% sebelum pilpres pekan lalu. Kemenangan Trump sendiri disambut baik dengan menguatnya mata uang dolar dan juga bitcoin yang kembali mencapai rekor tertinggi karena Trump merupakan pendukung mata uang digital. Hari ini tidk ada data penting, hanya pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk Gubernur Fed - Christopher Waller, Thomas Barkin dan juga Neel Kashkari.
Yen sempat melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar hingga mendekati level 158 yang digadangkan merupakan level dimana Bank Sentral Jepang dikabarkan siap untuk melakukan intervensi. Dalam nota pertemuan moneter BOJ di bulan lalu menunjukkan sejumlah pejabat BOJ masih belum yakin untuk kembali menaikkan suku bunga pinjman dengan menyebutkan masih adanya keetidakpastian domestik dan juga global. Sementara itu Perdana Menteri - Shigeru Ishiba akan meneruskan jabatannya setelah memenangkan voting suara di parlemen Jepang yang diadakan kemarin. Ishiba mendapatkan 221 suara melampaui suara pesaingnya Yoshihiko Noda yang hanya mendapatkan 160 suara dan 84 suara tidak sah. Dengan Ishiba masih menjabat akan mempersempit ruang gerak BOJ yang berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan.
Euro terus melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 7 bulan terakhir seiring dengan kekhawatiran yang muncul akibat kenaikan tarif impor yang akan dijalankan pemerintahan Trump mendatang. Kenaikan tarif impor ini akan memberikan dampak negatif terhadap ekonomi di Uni Eropa. Sementara gejolak politik di Jerman yang masih belum menemukan titik temu membuat kekhawatiran investor asing sehingga mengurangi asetnya dalam denominasi mata uang Eropa ini. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Jerman dan Sentimen Ekonomi dari ZEW.
Poundsterling juga masih cenderung melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar. Hari ini akan dirilis data dari sektor tenaga kerja yang akan memberikan pandangan langkah moneter apa yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) lebih lanjut setelah beberapa waktu lalu memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk kedua kalinya. Sama seperti Uni Eropa, Inggris juga akan terdampak oleh kenaikan tarif impor AS yang akan diberlakukan setelah Trump dilantik menjadi Presiden AS secara resmi di bulan Januari mendatang.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



