Dolar rebound terhadap mata uang lainnya seiring dengan komentar dari pejabat Fed yang cenderung skeptis meskipun data inflasi terakhir menunjukkan kecenderungan turun seperti yang diharapkan. Sepertinya pejabat Fed belum cukup hanya dengan 1 kali data inflasi menjadi acuan untuk menentukan langkah moneter yang krusial bagi ekonomi secara keseluruhan. Sehingga masih perlu lebih banyak bukti lagi bahwa inflasi benar-benar turun seperti yang diinginkan. Gubernur Fed  Atlanta - Raphael Bostic semalam mengatakan butuh waktu yang lebih lama agar Fed yakin bahwa inflasi betul-betul searah dengan target Fed. Karena itu kemungkinan Fed masih perlu untuk terus mempertahankan suku bunga acuan saat ini sampai inflasi betul-betul turun mencapai target 2% Fed. Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Fed - Philip Jefferson di tempat berbeda. Jefferson mengatakan saat ini masih terlalu dini mengatakan bahwa inflasi akan terus bertahan turun hanya dengan data terakhir yang rilis baru-baru ini. Gubernur Fed Cleveland - Loretta Mester mengatakan laporan inflasi terakhir merupakan kabar gembira namun masih terlalu dini mengatakan arah inflasi sudah turun karena 3 bulan di awal inflasi cenderung tertahan. Sementara Wakil Ketua lainnya - Michael Barr mengatakan kebijakan moneter yang ketat masih diperlukan untuk saat ini. Masih ada pejabat Fed yang akan memberikan pendapatnya terhadap kondisi keuangan dan moneter malam ini termasuk pejabat yang sudah mengemukakan pendapatnya seperti yang disebut di atas yaitu Bostic dan Barr dengan tambahan dari Menteri Keuangan - Janet Yellen. Setelah data inflasi CPI yang diriilis pekan lalu, ekspektasi akan langkah moneter Fed masih sama yaitu untuk memangkas suku bunga acuannya setidaknya 2 kali dengan akumulasi sebanyak total 50 bps hingga akhir tahun nanti. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis. Nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu baru akan dirilis esok hari.
Yen berlanjut terus melemah seiring dengan mata uang dolar yang rebound. Namun kenaikannya berjalan perlahan sepertinya menghindari terjadinya volatilitas yang menjadi kekhawatiran akan kembali memicu langkah internvensi dari otoritas keuangan Jepang yang terjadi di akhir bulan lalu. Sejak itu pergerakan mata uang Yen selalu terbatas. Hal ini sesuai dengan yang diinginkan dengan Bank Sentral Jepang (BOJ) karena dapat meminalisir dampak terhadap inflasi dan ekonomi secara keseluruhan. Dengan demikian juga otoritas keuangan Jepang sudah tidak lagi menyuarakan kekhawatiran akan nilai tukar mata uang Yen sehingga kemungkinan intervensi semakin menipis. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro kembali mengalami koreksi terhadap dolar setelah sehari kemarin sejumlah besar wilayah Eropa libur merayakan Whit Monday di Jerman dan Prancis. Hari ini keduanya kembali buka normal seperti biasa dengan pidato dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde akan menjadi fokus pasar setelah pekan lalu sejumlah pejabat ECB tetap optimis inflasi akan turun dan suku bunga akan diturunkan pada pertemuan di bulan Juni tetap sesuai agenda. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden ECB - Â Luis de Guindos Jurado dan dewan eksekutif ECB - Isabel Schnabel. Malam ini diperkirakan Lagarde akan kembali menyuarakan hal tersebut sesuai dengan pernyataannya yang sama paska pertemuan moneter ECB bulan lalu. Selain itu juga akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI di Jerman dan neraca keuangan serta neraca perdagangan.
Poundsterling tertahan meski mata uang dolar kembali menguat menjelang data inflasi yang akan dirilis esok hari. Dengan perkiraan inflasi CPI akan menurun cukup drastis dari 3.2% menjadi 2.1% seiring dengan turunnya harga minyak dunia yang mengurangi konsumsi energi yang selama ini terus menyedot daya beli di Inggris. Dan didukung oleh data-data dari sektor tenaga kerja yang positif membuat kondisi ekonomi di Inggris sudah semakin pulih dan keluar dari resesi ringan. Hal ini semakin memperkuat peluang bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk dapat menurunkan suku bunga acuan lebih cepat dari perkiraan pasar. Meski spekulasi di pasar memperkirakan BOE akan mulai memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Agustus. Namun jika data inflasi besok betul-betul inflasi turun drastis, maka terbuka peluang BOE akan mulai memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Hari ini hanya ada data Industrial Order dari CBI dengan perkiraan semakin membaik dari -23 menjadi -20.



