Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan keputusan Presiden terpilih Trump menandatangani kenaikan tarif baru terhadap Kanada, Mexico dan China. Kekhawatiran akan pengenaan kenaikan tarif impor dari negara-negara lain mitra dagang AS yang belum disebutkan menjadi sentimen negatif untuk mata uang lainnya dan sebaliknya menjadi positif untuk mata uang dolar. Kenaikan tarif impor untuk produk barang dan jasa dari Kanada dan Mexico diputuskan oleh Trump dikaitkan dengan semakin maraknya imigran gelap dan perdagangan narkoba masuk ke wilayah AS. Sedangkan produk China hanya dikenakan kenaikan tarif sebanyak 10% jauh di bawah ancaman Trump sebelumnya yang pada awalnya akan menaikkan hingga 60%. Sebelumnya Trump menunjuka Scott Bessent sebagai calon menteri keuangan diterima baik oleh pasar karena posisi sebelumnya sebagai veteran pelaku pasar dapat mengakomodir keinginan dan harapan pasar akan kebijakan fiskal yang terbuka guna dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan. Sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari kebijakan agenda ekonomi Trump yang akan dijalankan nantinya jika bertentangan dengan ekspektasi pasar. Dengan memasuki pekan terakhir sebelum memasuki bulan Desember, pasar masih belum mendapat kepastian akan langkah Fed dalam pertemuan moneter FOMC di bulan depan. Dalam nota minuta pertemuan FOMC sebelumnya yang dirilis semalam pejabat Fed anggota voting masih belum sepakat perihal seberapa jauh Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya, seberapa banyak Fed akan memangkas suku bunga acuannya. Tapi dapat dipastikan pejabat Fed kali ini akan melakukan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam mengambil langkah moneter untuk kedepannya. Sementara aktifitas geopolitik di Timur Tengah diharapkan segera mereda dengan dicapainya kesepakatan damai antar Israel dan Lebanon dengan penengah AS dan Prancis. Berbeda halnya dengan geopolitik di Ukraina, setelah dikhabarkan Ukraina meluncurkan rudal ATCMS buatan AS untuk kedua kalinya. Keputusan Ukraina ini akan menjadi pemicu naiknya ketegangan jika Rusia melancarkan serangan balasan. Dari fundamental ekonomi domestik AS, sektor manufaktur masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dengan data indeks manufaktur di negara bagian Richmond masih stagnan -14 yang lebih jelek dari perkiraan sedikit membaik -11. Sedangkan indeks kepercayaan konsumen meningkat 111.7 sedikit dibawah perkiraan 111.8 dari periode sebelumnya yang juga direvisi membaik dari 108.7 menjadi 109.6. Hari ini akan dirilis sejumlah data penting mulai dari data pertumbuhan ekonomi GDP, durable good order dan data inflasi PCE. Sejumlah data tersebut dirilis bersamaan karena esok hari US Market libur merayakan Thanksgiving. Bank Sentral New Zealand (RBNZ) akan mengadakan pertemuan moneter hari ini dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps unutk pertama kali setelah melakukan 2x pemangkasan sebanyak 25 bps sebelumnya.
Yen juga masih berlanjut menguat seiring dengan semakin besarnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam pertemuan moneter bulan depan. Dengan inflasi yang masih cenderung naik diatas target 2%, setelah data CPI yang naik menjadi 2.3%. Disusul dengan data inflasi dari sisi produsen di sektor jasa yang naik 2.9% jauh diatas perkiraan 2.5% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 2.6% menjadi 2.8%. Hal ini semakin membuka lebar langkah BOJ unutk menaikkan suku bunga acuan ditambah dengan mata uang Yen yang terus tertekan sehingga momen sangat tepat untuk mencegah pelemahan mata yang Yen berlanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro masih terus tertekan terhadap dolar seiring dengan peluang akan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya setelah data aktifitas ekonomi menurun drastis menuju zona kontraksi. ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Data inflasi CPI baru akan dirilis di hari Jumat di penghujung pekan ini yang akan mengkonfirmasi apakan perkiraan tersebut kemungkinan dapat terjadi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling sedikit tertahan terhadap peguatan mata uang dolar meskipun data ekonomi masih cenderung menurun. Data di sektor ritel masih menurun setelah Retail Sales pekan lalu,kemarin data Realized Sales juga turun drastis dari -6 menjadi -16 yang jauh dibawah perkiraan -14. Seperti terlihat daya beli rakyat Inggris sudah diperkirakan menurun namun tidak sebanyak angka tersebut. Berkurangnya daya beli ini dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan sehingga Bank Sentral Inggris (BOE) ditekan terus untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit melakukan pemangkasan diantara negara maju lainnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



