logo agrodana futures official
Buka Akun

Peluang Intervensi BOJ Jadi Fokus Pasar Bersamaan Dengan Debat Capres & Indikator Inflasi di AS Pekan Ini

  -  25-Jun-2024

Dolar mengalami koreksi terutama terhadap mata uang Yen seiring dengan kekhawatiran akan langkah intervensi dari Bank Sentral Jepang (BOJ). Dugaan BOJ akan melakukan intervensi setelah mata uang Yen terus melemah hingga kembali mendekati level terendah 160 yang merupakan level intervensi sebelumnya beberapa waktu lalu. Pada waktu itu Yen sempat melemah hingga level terendah dalam 34 tahun terakhir di angka 160.245 yang mendapat reaksi dari otoritas keuangan Jepang dengan 2 kali intervensi dengan mengucurkan tidak kurang dari ¥98 triliun. Selain dari waspada terhadap kemungkinan intervensi dari BOJ, pasar juga menunggu indikator inflasi dari sisi personal yaitu data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang baru akan dirilis pada hari Jumat di penghujung pekan ini. Data ini sering menjadi acuan bagi Fed untuk mengukur tingkat inflasi di level terendah apakah sudah searah dan sesuai dengan harapan untuk mencapai target inflasi 2%. Sejumlah indikator inflasi lainnya yang sudah dirilis menunjukkan tanda-tanda inflasi terus cenderung menurun seperti yang diharapkan. Dengan inflasi yang menurun maka semakin terbuka peluang bagi Fed untuk memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter di bulan September mendatang. Meski demikian pejabat Fed tetap terus waspada untuk tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga terlalu dini guna menghindari resiko yang mungkin terjadi. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Fed San Fransisco - Mary Daly yang semalam mengingatkan kembali hal tersebut namun juga mengatakan untuk tidak juga terlambat bertindak jika memang memungkinkan. Sementara pasar juga akan mencermati debat capres pertama antara Presiden Joe Biden sebagai petahana dari Partai Demokrat melawan kandidat dari Partai Republik yaitu mantan presiden yang kembali mencalonkan diri kembali - Donald Trump yang dijadwalkan pada hari Kamis nanti. Hari ini akan dirilis data berupa Kepercayaan Konsumen dan Indeks Manufaktur di negara bagian Richmond serta pidato dari pejabat Fed lainnya yaitu Gubernur Fed - Lisa Cook dan Michelle Bowman.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan langkah intervensi dari otoritas keuangan pemerintah Jepang setelah melemah mendekati level terendah yang memicu intervensi sebelumnya beberapa waktu lalu. Sebelumnya mata uang Yen terus tertekan oleh kekecewaaan pasar setelah BOJ dalam pertemuan moneter beberapa pekan lalu menunda kebijakan untuk mengurangi  pembelian obligasi hingga pertemuan moneter berikutnya di bulan Juli mendatang.  Selain itu mata uang Yen juga berlanjut melemah meski sudah diintervensi sebelumnya karena perbedaan tingkat suku bunga acuan di Jepang dan AS yang cukup lebar membuat aksi carry trade masih sangat menguntungkan. Namun bukan berarti pemerintah Jepang tidak dapat menahan pelemahan mata uang Yen. Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional - Masato Kanda belum lama ini mengatakan BOJ siap untuk melakukan langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas mata uang Yen dengan sumber dana yang tidak terbatas. Meski demikian secara historis BOJ tidak menargetkan pada level tertentu untuk melakukan intervensinya. Dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu juga disebutkan pejabat BOJ menyarankan untuk menaikkan suku bunga acuan secara teratur seiring dengan resiko inflasi yang dapat melampaui ekspektasi. Hari ini akan dirilis data inflasi versi BOJ.

Euro bergerak menguat seiring dengan terkoreksinya mata uang dolar di tengah kekhawatiran akan potensi intervensi dari BOJ. Meskipun fundamental ekonomi terus cenderung menurun dengan data Iklim Bisnis di Jerman dari IFO yang mengalami penurunan dari 89.3 menjadi 88.6 yang lebih jelek dari perkiraan sedikit meningkat 89.4. Begitu pula data yang sama di Belgia dari NBB - sentimen bisnis sedikit bertambah buruk dari -11.0 menjadi -11.1 yang lebih jelek dari perkiraan membaik -10.2. Langkah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan masih belum mendapat respon oleh pasar dan belum memberikan dampak yang positif mengingat suku bunga acuan belum cukup signifikan turunnya. Fokus pasar akan kembali tertuju pada pemilu putaran pertama di Prancis yang akan dilaksanakan pada pekan ini. Hampir dapat dipastikan partai oposisi berpeluang memenangkan pemilu tersebut. Dalam polling terbaru diperkirakan Partai Reli Nasional pimpinan Marine Le Pen dapat unggul dengan 35.5% suara dan berpeluang memegang kekuasaan di negara ini. Hari ini akan dirilis data Iklim Konsumen dari GfK di Jerman.

Poundsterling juga terangkat seiring dengan terkoreksinya mata uang dolar setelah sempat melemah hingga level terendah sejak 15 Mei lalu. Fundamental ekonomi juga bergerak membaik dengan data Industrial Order mengalami kenaikan yang sukup signifikan dari -33 menjadi -18 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -26. Sementara dari panggung politik dimana sepertinya Partai Konservatif sebagai penguasa beresiko mengalami kekalahan dari oposisi Partai Buruh dalam pemilu yang dijadwalkan pada 4 Juli mendatang. Dan Perdana Menteri - Rishi Sunak juga dalam posisi yang mengkhawatirkan. Meski terjadi perubahan kepemimpinan namun kebijakan fiskal dan ekonomi diperkirakan tidak akan banyak berubah. Pasar akan tetap fokus pada kebijakan moneter yang menjadi mandat Bank Sentral Inggris (BOE). Setelah tetap mempertahankan suku bunga acuannya meski inflasi sudah mencapai target 2%, BOE diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter di bulan Agustus mendatang. Hari ini akan dirilis data Realized Sales dari CBI.


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down