Dolar masih cenderung terus menguat tajam terhadap mata uang lainnya karena peluang Fed untuk meneruskan pemangkasan suku bunga acuan menghadapi resiko terhenti seiring dengan potensi inflasi yang kembali meningkat dengan kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan oleh Trump setelah resmi menjabat menjadi Presiden AS ke 47 pada Januari nanti. Dengan Partai Republik memegang kunci mayoritas di Senat dan DPR AS, maka akan memuluskan rencana Trump untuk kembali menaikkan tarif impor yang menjadi agenda utamanya selain pengurangan pajak dan pelonggaran peraturan perundang-undangan. Agenda-agenda tersebut diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada menguatnya mata uang dolar. Namun kebijakan menaikkan tarif impor akan menjadi bumerang karena berpotensi untuk mengangkat inflasi lagi setelah sekian lama Fed berupaya menekan inflasi menuju target 2%. Meski demikian sejumlah pejabat Fed masih cukup optimis bahwa target inflasi akan segera tercapai, Gubernur Fed Richmond - Thomas Barkin semalam mengatakan inflasi sudah mendekati target Fed, sektor tenaga kerja masih bertahan dan Fed masih akan terus menurunkan suku bunga acuannya. Meski demikian pejabat Fed juga siap memberikan respon jika inflasi kembali naik dan sektor tenaga kerja mulai melambat. Gubernur Fed Minneapolis - Neel Kashkari di tempat berbeda mengatakan kondisi ekonomi dalam keadaan baik dan kebijakan moneter yang diambil Fed saat ini sudah cukup untuk menahan laju ekonomi dan inflasi meskipun belum cukup banyak. Dengan adanya resiko inflasi kembali naik maka ekspektasi pasar akan langkah moneter Fed berikutnya juga ikut menurun. spekulasi di pasar memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan lagi sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang dengan peluang hanya 58.4% yang menurun cukup tajam dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 77.3% pada pekan lalu menurut CME's FedWatch Tool,. Hari ini akan diirlis data inflasi CPI akan menjadi fokus pasar untuk mengkonfirmasi spekulasi tersebut. Sementara itu Bitcoin terus melambung membuat rekor baru lagi mendekati level psikologis $90.000 seiring dengan ekspektasi dari Trump yang pernah menjanjikan akan membuat AS sebagai Ibukota Crypto di Planet ini.
Yen kembali melemah seiring dengan penguatan dolar terhadap semua mata uang dunia. Terlebih dengan terpilihnya Perdana Menteri Shigeru Ishiba secara resmi melalui voting parleman hari Senin kemarin. Beberapa waktu lalu jauh sebelum voting parlemen, PM Ishiba menjumpai Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) yang secara tidak langsung meminta untuk menunda rencana kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Walau dalam pernyataan terakhirnya Gubernur Ueda paska pertemuan moneter pekan lalu mengatakan terdapat ruang bagi BOJ unutk kembali menaikkan suku bunga acuan. Dengan kembalinya Ishiba, akankah membuat Ueda membuat keputusan yang berbeda dalam pertemuan moneter BOJ berikutnya di bulan Desember mendatang?
Euro berlanjut melemah terhadap penguatan mata uang dolar seiring dengan akan kembalinya Trump menduduki jabatan sebagai Presiden. Trump pernah memberikan peringatan kepada Uni Eropa yang dinilai tidak cukup seimbang dalam neraca perdagangan dengan AS terutama menyerap mobil-mobil buatan AS. Sementara suasan politik di Jerman juga menjadi fokus pasar yang semakin tidak menentu setelah Kanselir Jerman - Olaf Scholz sudah menentukan jadwal pemilu dini yaitu pada 23 Februari mendatang atau 11 pekan lagi. Keputusan mengadakan pemilu dini ini terjadi untuk membuktikan bahwa kepemimpinan Kanselir Scholz masih layak diteruskan atau tidak. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter ECB bulan lalu.
Poundsterling juga berlanjut melemah selain karena penguatan mata uang dolar namun juga karena data di sektor tenaga kerja di Inggris yang melemah. Data klaim pengangguran dari Claimant meningkat tajam menjadi 26.7K meski lebih baik dari perkiraan naik hingga 30.5K, namun jika dibandingkan dari periode sebelumnya menjadi naik banyak meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 27.9K menjadi hanya 10.1K. Data lain berupa tingkat pengangguran juga meningkat dari 4% menjadi 4.3% yang melampaui perkiraan naik hanya 4.1%. Sedangkan upah sebelum bonus mengalami penurunan dari 4.9% menjadi 4.8% walau masih lebih baik dari perkiraan turun hingga 4.7%. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



