logo agrodana futures official
Buka Akun

Pergerakan Pasar Berkurang Banyak Jelang Tutup Tahun

  -  30-Dec-2024
how to start forex trading 01

Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya masih dengan kondisi pasar yang masih sepi menjelang akhir tahun. Dengan pelaku pasar yang absen dan menunggu agenda ekonomi pemerintahan baru Presiden Trump untuk periode kedua kalinya di bulan depan. Pengurangan pajak individu maupun korporasi diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi lebih cepat, namun di sisi lain juga berpotensi dapat memicu inflasi kembali naik. Sehingga Fed dalam pertemuan moneter lalu selain memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps, namun juga menurunkan proyeksi suku bunga acuan di tahun 2025 mendatang menjadi hanya 2 kali dari proyeksi sebelumnya sebanyak 4 kali. Ketua Fed – Jerome Powell juga mengkonfirmasi hal tersebut dengan mengatakan Fed akan lebih cermat dan berhati-hati lagi untuk kembali memangkas suku bunga acuan di masa depan. Bahkan spekulasi di pasar, Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali dengan hanya total keseluruhan 37 bps dan bukan 2 kali 25 bps. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan yang terbatas membuat mata uang dolar lebih menarik dibandingkan mata uang lainnya dimana bank sentral lainnya cenderung lebih agresif memangkas suku bunga acuannya, guna memacu pemulihan ekonomi yang terancam dengan kenaikan tarif impor dari kebijakan moneter pemerintah AS yang akan datang. Dengan pengecualian Bank Sentral Jepang (BOJ) yang berpeluang akan segera menaikkan suku bunga acuannya. Data ekonomi juga tidak cukup penting yang akan dirilis pekan depan, hanya data-data PMI di sektor manufaktur. Sedangkan data sektor tenaga kerja yang sangat penting baru akan dirilis di pekan kedua bulan Januari mendatang.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan rilis nota pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu. Dalam nota pertemuan tersebut sejumlah pejabat BOJ cukup yakin perlunya segera menaikkan suku bunga acuan meski kalah suara dalam pemungutan suara dalam pertemuan lalu. Seiring dengan sejumlah pejabat lainnya yang mempertimbangkan perlunya menunggu dampak dari agenda ekonomi dari pemerintah AS yang tidak lama lagi akan dijalankan dan juga struktur upah yang diperkirakan juga segera berubah dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda juga sepakat perlu lebih banyak data ekonomi untuk mengambil keputusan yang tepat menghadapi situasi yang tidak menentu setelah Trump menjadi presiden untuk kedua kalinya nanti. Di sisi lain pemerintah Jepang juga terus mengawasi pergerakan mata uang Yen yang terus melemah tanpa dasar fundamental ekonomi yang riil. Selain itu BOJ juga mulai melakukan tapering dengan mengurangi pembelian obligasi pemerintah mulai bulan Januari mendatang secara bertahap. Agenda BOJ di bulan Januari dimulai dari laporan ekonomi regional pada 9 Januari lalu diikuti oleh pidato resmi dari Wakil Gubernur BOJ - Ryozo Himino yang kemungkinan akan memberikan sinyal langkah moneter yang akan diambil oleh BOJ dan pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pada 23-24 Januari.

Euro hanya naik tipis terhadap dolar dan relatif tertahan di kisaran level terendah dalam 2 tahun terakhir. Selain kondisi politik di Jerman dan Prancis yang masih menghadapi krisis, kondisi ekonomi juga tidak cukup baik dan malah cenderung menurun. Serta prospek akan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa (ECB) ditambah dengan kemungkinan tekanan setelah beberapa waktu lalu Trump mengungkit neraca perdagangan AS yang lebih banyak menguntungkan Uni Eropa dan meminta untuk menyeimbangkannya yang merupakan tantangan yang sulit bagi Uni Eropa. Sentimen negatif tersebut semakin membebani mata uang Euro. Tidak ada data penting pekan ini hanya PMI sektor manufaktur di Jerman.

Poundsterling juga sedikit menguat terhadap dolar, namun penguatannya juga tertahan karena volume perdagangan yang rendah di akhir tahun. Di antara mata uang negara G7, hanya GBP yang relatif bertahan terhadap penguatan mata uang dolar. Seiring dengan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang paling sedikit dalam menurunkan suku bunga acuannya dengan kondisi ekonomi yang juga lebih stabil jika kondisi Inggris dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Kondisi ekonomi fiskal sebenarnya juga tidak jauh dari negara tetangganya yang berjuang untuk memenuhi keperluan anggarannya. Namun keunggulan di politik yang lebih stabil menjadi sentimen positif bagi GBP. Pekan ini juga tidak ada data penting hanya PMI di sektor manufaktur.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down