
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya menjelang rilis data inflasi CPI esok hari yang akan memastikan seberapa banyak Fed akan memangkas suku bunga acuannya. Pertemuan moneter FOMC dijadwalkan pekan depan dengan perkiraan utama Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Laporan Non-Farm Payroll pekan lalu yang menunjukkan sektor tenaga kerja mulai melambat dan data inflasi CPI yang akan dirilis esok yang diperkirakan semakin turun memastikan langkah Fed tersebut. Ketua Fed - Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole di Wyoming akhir Agustus lalu menegaskan sudah waktunya bagi Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter merujuk pada pertemuan FOMC di bulan September pekan depan. Sektor tenaga kerja yang mulai melambat menjadikan Fed semakin perlu untuk segera menurunkan suku bunga acuannya. Sejumlah pejabat Fed juga sependapat untuk memangkas suku bunga acuan setelah rilis data di sektor tenaga kerja tersebut. Namun pejabat Fed tidak sepakat untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 50 bps sehingga ekspektasi pasar semakin condong kepada penurunan 25 bps dengan peluang mencapai 71% dan hanya 29% untuk pemangkasan 50 bps menurut CME's FedWatch tool dan data LSEG London. Namun pemangkasan sebanyak 50 bps diperkirakan masih akan dilakukan pada pertemuan moneter FOMC di bulan November mendatang jika memang inflasi terus turun. Data ekonomi yang dirilis semalam berupa Consumer Credit menunjukkan terjadinya peningkatan tajam menjadi 25.5B yang lebih dari 2 kali lipat dari perkiraan 12.3 dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 6.9B menjadi hanya 5.2B. Hal ini menunjukkan meningkatnya permintaan kredit dengan harapan Fed akan segera menurunkan suku bunga acuannya. Hari ini tidak ada data penting hanya ada pidato dari 2 Gubernur Fed yaitu Michael Barr dan Michelle Bowman.
Yen melemah untuk pertama kali terhadap dolar setelah dalam 5 hari berturut-turut sebelumnya cenderung menguat. Pengalihan aset safe haven sepertinya lebih banyak ke mata uang dolar sehingga mata uang Yen terkoreksi. Dan karena perkiraan Bank Sental Jepang (BOJ) diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga pertemuan moneter di bulan Oktober mendatang. Sehingga untuk sementara waktu pelaku pasar masih cenderung memilih aset safe haven berupa mata uang dolar dengan perkiraan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dan bukan 50 bps. Meskipun data ekonomi berupa Sentimen Ekonomi masih terus meningkat dari 47.5 menjadi 49.0 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya sedikit membaik 47.6. Siang ini akan dirilis data Preliminary Machine Tool Order.
Euro terus tertekan untuk hari kedua seiring dengan menguatnya mata uang dolar dan menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis nanti. Dengan perkiraan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk kedua kali setelah pertemuan moneter di bulan Juni lalu. Kondisi ekonomi di kawasan ini yang terus menerus menurun sehingga ekspektasi pasar memperkirakan ECB perlu bertindak pada pertemuan moneter kali ini. Tidak ini saja tapi ECB juga diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Desember mendatang. Hal ini terlihat dari data Sentimen Investor dari Sentix yang dirilis semakin mengalami penurunan dari -13.9 menjadi -15.4 jauh lebih buruk dari perkiraan membaik -12.4. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Jerman dan data Industrial Production di Italia.
Poundsterling juga berlanjut melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 2 pekan terakhir menjelang data ekonomi di sektor tenaga kerja yang akan dirilis hari ini. Diperkirakan Klaim Pengangguran semakin berkurang dari 135.0K menjadi hanya 95.5K dan Tingkat Pengangguran menurun dari 4.2% menjadi 4.1 namun Upah rata-rata mengalami penurunan dari 4.5% menjadi 4.1%. Dengan semakin menurunnya upah meski lapangan kerja semakin meningkat namun tidak menambah pendapatan sehingga menandakan menurunnya aktifitas ekonomi. Sehingga Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan. Gubernur BOE - Andrew Bailey dan Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill sama-sama mengatakan belum waktunya BOE untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Selain karena BOE baru saja memangkas sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Agustus lalu. Namun masih terbuka peluang pemangkasan akan dilakukan pada pertemuan di bulan November mendatang.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



