
Dolar menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya setelah pekan lalu Fed memangkas suku bunga acuan dengan ukuran jumbo sebanyak 50 bps dan masih akan berlanjut kemudian. Sehari setelah Fed memangkas suku bunga, 2 Gubernur Fed memberikan 2 pendapat yang berbeda terhadap langkah Fed tersebut. Gubernur Fed - Christopher Waller dalam sebuah wawancara mengatakan data-data ekonomi sudah cukup meyakinkan sehingga Fed perlu memangkas suku bunga acuan agar tidak meleset dari target inflasi yang sudah ditetapkan Fed. Sedangkan Gubernur Fed - Michelle Bowman justru mengkhawatirkan pemangkasan jumbo ini akan memberikan kesan bawa inflasi masih jauh di atas target Fed. Meski demikian keduanya sepakat sudah waktunya Fed untuk memangkas suku bunga acuan tersebut guna mengendalikan laju inflasi. Ketua Fed - Jerome Powell berpendapat bahwa pemangkasan tersebut dilakukan untuk lebih untuk menjaga daya tahan ekonomi dan bukan untuk membalikkan kondisi sektor tenaga kerja yang melemah. Dan Powell tetap optimis ekonomi di AS masih terus mengarah pada soft landing seperti yang diharapkan. Dalam proyeksi suku bunga yang dikenal dengan nama dot plot, terlihat tahun ini Fed masih akan memangkas suku bunga acuan setidaknya sebanyak 50 bps dengan 2 kali pertemuan moneter yang tersisa sampai akhir tahun ini. Pertemuan moneter berikutnya dijadwalkan pada bulan November mendatang dengan perkiraan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dan 25 bps berikutnya untuk pertemuan moneter di bulan Desember. Namun spekulasi di pasar menunjukkan Fed juga berpeluang menurunkan dengan ukuran jumbo kedua sebanyak 50 bps pada pertemuan di bulan November dengan peluang mencapai 48.9% menurut CME's FedWatch Tool. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari sejumlah pejabat Fed di antaranya Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee dan Gubernur Fed Minneapolis - Neel Kashkari. Sepanjang pekan ini akan dirilis data Kepercayaan Kosumen, data pertumbuhan ekonomi GDP dan data Core PCE serta pidato dari Ketua Fed - Jerome Powell pada hari Kamis nanti.
Yen melemah terhadap dolar setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) sesuai perkiraan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di hari Jumat lalu. Namun Gubernur BOJ - Kazuo Ueda tidak secar tegas menyatakan akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini. Dalam konferensi pers Ueda mengatakan ketidakpastian ekonomi di Jepang dan volatilitas pasar akan memperngaruhi keputusan yang akan diambil oleh BOJ. Hal ini bertentangan dengan ekspektasi pasar yang menginginkan BOJ segera menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat sehingga pasar bereaksi negatif terhadap mata uang Yen. Meskipun di hari yang sama Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional sekaligus diplomat mata uang - Atsushi Mimura mengatakan pemerintah Jepang terus memantau pergerakan mata uang Yen dan siap sedia bereaksi jika memang diperlukan. Hari ini perbankan dan bursa saham Tokyo tutup karena libur merayakan Autumnal Equinox Day.
Euro relatif stabil terhadap dolar namun menunjukkan pelemahan terhadap GBP setelah Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan lalu. Bank Sentral Eropa (ECB) sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali sebelumnya. Dengan ECB terakhir kali menaikkan suku bunga pada pertemuan moneter 2 pekan lalu. Sehingga diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga untuk waktu yang lebih lama mengingat inflasi yang membandel tersebut. Hal ini juga diungkapkan oleh Presiden ECB - Christine Lagarde dalam pidato pada hari Jumat lalu dengan mengatakan ECB harus bersiap menghadap resiko dan era ketidakpastian di mana terjadi gejolak inflasi yang volatil serta perubahan kebijakan moneter yang masih belum pasti. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling bergerak menguat terhadap hampir semua mata uang setelah Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan pada pertemuan moneter pekan lalu. Dan disusul dengan fundamental ekonomi yang positif dengan data Retail Sales yang lebih baik dari perkiraan naik 1.0% yang jauh melampaui perkiraan turun 0.3% dari periode sebelumnya yang juga direvisi meningkat dari 0.5% menjadi 0.7%. Data ini memperkuat spekulasi bahwa ekonomi di Inggris sudah semakin pulih. Sementara inflasi di sektor jasa terus meningkat dari 5.2% menjadi 5.6% yang masih jauh di atas target sehingga tidak ada alasan yang kuat bagi BOE untuk menurunkan suku bunga acuan. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta data Industrial Order.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



