
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya seiring dengan data inflasi yang mengindikasikan Fed akan memangkas suku bunga acuan tidak lama lagi. Indikator inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan terjadi kenaikan meski hanya naik 0.1% sesuai perkiraan naik dari periode bulan sebelumnya 0.0% dan data Core PCE yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga mengalami kenaikan dari 0.1% menjadi 0.2% sesuai perkiraan. Dan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya PCE justru turun dari 2.6% menjadi 2.5% sesuai perkiraan dan Core PCE-nya relatif stabil sama seperti periode sebelumnya 2.6% walau lebih tinggi dari perkiraan. PCE ini menjadi salah satu data yang dijadikan patokan oleh Fed untuk mengambil keputusan moneter dalam setiap pertemuan FOMC. Data lain berupa personal income mengalami penurunan 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan 0.4% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.5% menjadi 0.4%. Sedangkan data personal spending naik 0.3% sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 0.2% menjadi 0.4%. Pendapatan yang menurun akan mendukung turunnya inflasi namun dengan pengeluaran yang relatif hanya turun sedikit akan menjaga pertumbuhan ekonomi seperti yang tercermin pada data GDP yang dirilis sehari sebelumnya. Data-data tersebut secara umum meski naik sedikit namun masih cenderung turun didukung data yang dirilis sebelumnya yaitu data personal consumption expenditures (PCE) price index yang juga menurun dari 3.7% menjadi 2.9% dan semakin mendekati target 2% Fed. Sehingga ekspektasi akan langkah Fed untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan September mendatang hampir dapat dipastikan. Fed dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter FOMC pada hari Rabu nanti dengan agenda memastikan kesiapan untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan berikutnya. Spekulasi di pasar memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 2 kali di tahun ini seiring dengan inflasi yang semakin terkendali. Selain pertemuan FOMC, pekan ini juga akan dirilis data dari sektor tenaga kerja mulai data dari JOLTS, ADP, Challeger dan PMI serta data Non-Farm Payroll (NFP) di hari Jumat mendatang. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Yen terus menguat terhadap dolar menjelang pertemuan moneter dari Bank Sentral Jepang (BOJ) yang dijadwalkan pada hari Selasa dan Rabu esok hari. Mata uang Yen menguat hingga level tertinggi dalam 3 bulan terakhir seiring dengan dugaan langkah intervensi dari BOJ dalam beberapa pekan terakhir yang menjauhkan mata uang Yen dari level terendah sejak 38 tahun sebelumnya. BOJ diharapkan akan menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya setelah kenaikan pertama sekaligus mengakhiri kebijakan ultra longgarnya pada bulan Maret lalu. Langkah moneter ini perlu dilakukan untuk mempersempit ruang bagi spekulan melakukan transaksi carry trade yang memanfaatkan perbedaan suku bunga acuan terutama suku bunga Fed yang tinggi dengan suku bunga BOJ yang sangat rendah. Selain itu BOJ juga diagendakan untuk mulai menjalankan program tapering dengan mengurangi anggaran belanja harian untuk membeli obligasi pemerintah Jepang guna menyeimbangkan neraca keuangan. Dalam pertemuan G20 di akhir pekan kemarin Menteri Keuangan Jepang - Shunichi Suzuki kembali menegaskan perlunya kerjasama dan komitmen dari anggota untuk menjaga stabilitas mata uang dari pergerakan atau volatilitas yang berlebihan. Hal ini dikaitkan dengan langkah intervensi yang dilakukan oleh BOJ akhir-akhir ini. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro bergerak menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar meski fundamental ekonomi di kawasan ini relatif masih belum pulih begitu pula dengan inflasi yang relatif stagnan. Data Consumer Inflation Expectation bulan Juni lalu menunjukkan tekanan inflasi masih membandel 2.8% sama seperti periode sebelumnya. Bank Sentral Eropa (ECB) yang sudah lebih dulu memangkas suku bunga acuan pada bulan Juni lalu diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga untuk sementara waktu. Pertemuan moneter ECB berikutnya masih cukup lama yaitu di bulan September sehingga masih ada data inflasi dan ekonomi lainnya yang akan menentukan kebijakan moneter yang akan diambil ECB pada pertemuan moneter tersebut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga rebound terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) pada hari Kamis pekan ini. Mayoritas pakar ekonomi memperkirakan BOE akan memangkas suku bunga acuannya dan bahkan diperkirakan masih akan memangkas suku bunga sekali lagi menjelang akhir tahun ini. Meski dengan peluang yang rendah yaitu hanya 45% seiring dengan inflasi yang kembali naik di bulan Juni lalu setelah sempat turun di bawah target 2% pada bulan sebelumnya. Pada pertemuan moneter bulan Juni lalu anggota voting MPC terpecah menjadi 7 banding 2 dengan 2 anggota memilih untuk memangkas suku bunga. Pada pertemuan moneter pekan ini diperkirakan perbandingan suara anggota voting diperkirakan hanya 5 banding 4 dengan 5 suara memilih untuk memangkas suku bunga acuan yang mencapai level tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Selain pertemuan moneter tersebut, BOE juga akan merilis laporan kuartal kebijakan moneter dan juga konferensi pers dari Gubernur BOE - Andrew Bailey paska pertemuan moneter tersebut. Hari ini ada data dari sektor perumahan berupa persetujuan KPR dan Realized Sales dari CBI.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



