logo agrodana futures official
Buka Akun

Pertemuan Moneter Fed, BOJ dan BOE Akan Menjadi Fokus Pasar Forex Pekan Ini

  -  16-Dec-2024

Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya menjelang pertemuan moneter FOMC yang dijadwalkan pada hari Selasa dan Rabu pekan ini. Fed hampir dapat dipastikan akan memangkas suku bunga acuannya lagi sebanyak 25 bps pada pertemuan tersebut. Dan yang dinantikan oleh pelaku pasar adalah adanya petunjuk langkah Fed pada pertemuan moneter FOMC berikutnya. Dengan perkiraan Fed akan menahan laju pemangkasan seiring dengan agenda ekonomi dari pemerintahan baru di bawah presiden Trump yang akan dilantik pada Januari nanti. Inflasi yang masih bertengger di atas target 2% Fed dan sektor tenaga kerja yang mengindikasikan pelambatan membuat ekspektasi skenario Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan FOMC pekan ini dan akan menahan laju pemangkasan di tahun 2025 yang akan datang. Ditambah lagi dengan dipastikan akan adanya stimulus fiskal, deregulasi dan dampak dari kenaikan tarif impor yang akan membuat harga barang impor menjadi mahal pada pemerintahan baru Trump, membuat Fed akan berhati-hati dalam membuat keputusan menurunkan suku bunganya. Setelah ekspektasi pemangkasan pada pekan ini hampir 100% sedangkan untuk pertemuan moneter FOMC berikutnya di bulan Maret hanya 24% dan bahkan diperkirakan langkah pemangkasan berikutnya tidak akan dilakukan pada kuartal pertama tahun 2025 mendatang. Gubernur Fed San Francisco - Mary Daly yang termasuk anggota voting FOMC yang paling skeptis juga mengatakan bisa menerima jika Fed memangkas suku bunga acuan pada Desember ini, namun perlu melakukan pendekatan yang lebih cermat dan berhati-hati untuk pemangkasan berikutnya. Sebelum hasil pertemuan moneter FOMC, masih ada data ekonomi yang akan dirilis diantaranya data PMI di sektor jasa dan manufaktur, Durable Goods Order dan Retail Sales. Sedangkan data pertumbuhan ekonomi GDP dan indikator inflasi PCE serta data Kepercayaan Konsumen baru akan dirilis setelah pertemuan moneter FOMC.

Yen bergerak melemah terhadap dolar seiring dengan semakin santernya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) akan menunda kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di hari Kamis nanti. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, media Bloomberg melaporkan bahwa pejabat BOJ lebih ingin menunda kenaikan suku bunga acuan menunggu agenda ekonomi pemerintah AS yang baru serta kemungkinan perubahan tingkat upah domestik di Jepang yang akan dirilis pada Januari nanti. Pertimbangan tersebut diambil untuk membuat keputusan moneter yang tepat. Meski demikian peluang BOJ menaikkan suku bunga acuan masih ada meski dengan probabilitas yang semakin mengecil dengan hanya 26% dan itupun dengan kenaikan hanya 15 bps.

Euro relatif masih cenderung tertekan meski sempat sedikit menguat terhadap dolar. Krisis politik di Jerman dan Prancis masih menjadi sentimen negatif untuk mata uang Euro. Presiden Emanuelle Macron akhirnya menetapkan François Bayrou sebagai Perdana Menteri ke-4 menggantikan Michel Barnier yang dilengserkan pekan lalu. Bayrou diharapkan dapat mengatasi defisit anggaran yang semakin membengkak di negara terbesar kedua di Uni Eropa ini. Tidak berselang lama, biro peringkat Moody's menurunkan peringkat Prancis dari Aa3 menjadi Aa2 dengan pertimbangan fragmentasi politik akan menjadi penghalang pemulihan sektor keuangan yang akan semakin lambat dalam jangka waktu panjang. Sebelumnya biro rating lain yaitu S&P dan Fitch juga sudah menurunkan peringkat yang setara beberapa waktu sebelumnya. Sementara itu di Jerman, pemerintahan Kanselir Jerman - Olaf Scholz kemungkinan juga akan dilengserkan setelah melakukan pemecatan menteri keuangannya sehingga meninmbulkan mosi tidak percaya parlemen pada bulan November lalu dan memicu diadakannya pemilu dini pada 23 Februari yang akan datang. Ketidakpastian ini membawa kondisi ekonomi yang tidak stabil di negara terbesar pertama di Uni Eropa ini. Hari ini Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato pertama setelah pertemuan moneter pekan lalu yang memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya. Selain itu juga akan dirilis data Kepercayaan Konsumen di penghujung pekan ini.

Poundsterling melemah terhadap dolar seiring dengan fundamental ekonomi di kawasan ini yang menurun. Kantor Statistik Nasional melaporkan pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris menurun -0.1% sama seperti periode sebelumnya dan meleset dari perkiraan membaik +0.1%. Selain data GDP, data lain di sektor konstruksi juga mengalami kontraksi dan juga data industrial/manufakturing production mengalami penurunan di bawah perkiraan. Selain itu defisit neraca perdagangan juga semakin membengkak. Ekonomi yang mengalami penurunan ini semestinya membuka peluang bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memangkas suku bunga pada pertemuan moneter pekan ini. Sebelum pertemuan moneter BOE, akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan jasa hari ini serta data inflasi CPI pada hari Rabu nanti.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down