Dolar cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya dengan semakin jelasnya Fed akan memangkas suku bunga acuan seiring dengan inflasi yang kembali cenderung menurun sesuai dengan yang Fed harapkan. Data inflasi terbaru menunjukkan terjadi penurunan dan didukung oleh sektor tenaga kerja yang juga menunjukkan tanda-tanda menurun sehingga memungkinkan bagi Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 2 kali seperti yang diperkirakan akan dimulai pada pertemuan moneter FOMC di bulan September mendatang. Meski demikian data import price terakhir yang meningkat cukup mengkhawatirkan akan menunda langkah Fed tersebut seiring dengan naiknya harga impor yang berpotensi kembali menaikkan angka inflasi. Sejumlah pejabat Fed juga sepakat bahwa inflasi masih cukup tinggi sehingga suku bunga acuan sebaiknya dipertahankan untuk saat ini dan target inflasi Fed 2% butuh waktu lebih lama agar tercapai. Gubernur Fed - Michelle Bowman hari Jumat lalu mengulang lagi pandangannya terhadap inflasi yang akan turun dengan suku bunga yang tetap stabil. Bowman menambahkan inflasi saat ini belum banyak berubah dan masih memungkinkan untuk kembali menaikkan suku bunga jika memang inflasi masih belum turun atau justru kembali naik. Seperti diketahui angka inflasi pada kuartal I tahun ini cenderung naik seiring dengan permintaan domestik yang meningkat dan baru pada bulan lalu angka inflasi ini kembali turun meski dari sisi produsen masih cenderung naik. Spekulasi di pasar masih bervariasi dengan yang terakhir menunjukkan peluang penurunan suku bunga acuan di bulan September hanya 21 bps yang lebih rendah dari 25 bps sebelumnya. Begitu pula dengan peluang penurunan suku bunga acuan di bulan Desember juga berkurang dari 50 bps menjadi hanya 45 bps. Pekan ini akan dirilis nota minuta pertemuan moneter bulan lalu yang akan memberikan pandangan dari pejabat Fed pengambil keputusan. Yang akan memberikan kejelasan kapan Fed akan memulai memangkas suku bunga acuan. Sedangkan data ekonomi yang akan dirilis antara lain data PMI di sektor manufaktur dan jasa dan data Durable Goods Order serta data-data dari University of Michigan berupa sentimen konsumen dan ekspektasi inflasi. Sementara itu sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato di berbagai event di tempat berbeda-beda.
Yen masih berlanjut mengalami koreksi terhadap mata uang dolar setelah sebelumnya menguat melalui langkah intervensi pemerintah Jepang melalui Bank Sentral Jepang (BOJ). BOJ beberapa waktu lalu telah meninggalkan kebijakan moneter ultra ringannya dengan menghapus suku bunga negatif. Namun kenaikan tersebut dirasa tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan suku bunga di negara maju lainnya. Sehingga perbedaan suku bunga ini masih menarik minat inventor untuk melakukan transaksi carry trade. Sepertinya Bank Sentral Jepang (BOJ) masih akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini untuk waktu yang lebih lama karena bukan kebiasaan BOJ merubah dengan segera suku bunga acuan dalam jangka waktu berdekatan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Dan untuk sementara ini otoritas keuangan Jepang sudah tidak lagi menyuarakan kekhawatiran akan nilai tukar mata uang Yen saat ini sehingga kemungkinan intervensi semakin menipis. Hari ini akan dirilis data data minor Tertiary Industry Activity dan data penting berikutnya yang akan dirilis pekan ini adalah Machinery Order dan data inflasi CPI.
Euro menguat tipis terhadap mata uang dolar seiring dengan sejumlah data ekonomi yang menunjukkan aktifitas ekonomi kembali cenderung naik dan inflasi tetap membandel dan tidak turun seperti yang diinginkan oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Data inflasi CPI di Uni Eropa masih sama seperti periode sebelumnya di 2.4%, begitu pula dengan data Core CPI yang stabil di 2.7% sesuai perkiraan seperti periode sebelumnya. Kondisi ini membuat potensi langkah ECB memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter di bulan Juni mendatang semakin berkurang. Meski demikian sejumlah pejabat ECB tetap optimis inflasi akan turun dan suku bunga akan diturunkan pada pertemuan di bulan Juni tetap sesuai agenda. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden ECB - Â Luis de Guindos Jurado dan dewan eksekutif ECB - Isabel Schnabel
Poundsterling juga rebound terhadap dolar menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting termasuk data inflasi. Dengan data tersebut diharapkan akan semakin jelas langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) dalam pertemuan moneter MPC di bulan Juni mendatang. Kondisi ekonomi di Inggris sudah semakin pulih dan mulai keluar dari resesi ringan dan didukung oleh data-data dari sektor tenaga kerja yang positif. Dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik ini membuat peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memangkas suku bunga acuan semakin besar. Pekan lalu ahli ekonomi BOE - Huw Pill juga mengatakan BOE mungkin dapat mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga acuan pada musim panas mendatang. Spekulasi di pasar menunjukkan peluang BOE menurunkan suku bunga acuan pada Juni mendatang mencapai 55% yang lebih tinggi dari sebelumnya yang masiih di bawah 50%. Data inflasi CPI akan dirilis pada hari Rabu menyusul data PMI di sektor manufaktur dan jasa di hari berikutnya.



