Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya oleh aksi profit taking setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan dan mengabaikan kemenangan Trump yang akan menjadi presiden AS berikutnya. Dalam pertemuan moneter FOMC semalam, Fed memutuskan untuk kembali memangkas suku bunga acuan seiring dengan sektor tenaga kerja yang melambat dan angka inflasi yang semakin mendekati target 2% Fed. Ketua Fed - Jerome Powell dalam konferensi pers juga menegaskan bahwa Fed tetap terbuka untuk kemungkinan terus melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan di bulan Desember hingga tahun 2025 yang akan datang. Bahkan jika kondisi sektor tenaga kerja berlanjut melemah, maka Fed akan lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuannya. Powell menambahkan hasil pemilu tidak akan merubah kebijakan moneter jangka pendek Fed dan tidak akan berspekulasi akan dampak kebijakan fiskal nantinya. Komentar tersebut berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan Fed akan melakukan jeda pemangkasan seiring dengan kembalinya Trump yang berpotensi menaikkan angka inflasi dengan program kerjanya. Pelaku pasar memperkirakan Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang dengan peluang mencapai 75% lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 69% menurut CME Group's Fed Watch Tool. Trump meraih kemenangan kemarin dengan mendapatkan 294 dari 270 electoral vote yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu mengalahkan Kamala Harris. Selain itu Partai Republik juga mendapat kursi mayoritas di Senat sedangkan di DPR untuk sementara waktu juga masih memimpin dalam perolehan kursi. Komposisi ini ideal untuk mempermudah program kerja dan kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh Trump sebagai presiden nanti setelah dilantik pada bulan Januari mendatang. Trump dalam kampanye lalu menjanjikan akan memperketat aturan imigrasi, mengurangi pajak dan juga menaikkan tarif impor serta melonggarkan aturan bisnis yang tidak hanya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi namun juga berpotensi menaikkan kembali angka inflasi. Dengan demikian ekspektasi pasar bahwa Fed akan mulai menahan pemangkasan suku bunga seperti yang disebut di atas. Malam ini akan dirilis hasil survey dari University of Michigan perihal Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi.
Yen kembali menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar. Kemenangan Trump dalam pemilu di AS dalam jangka panjang akan membuat inflasi meningkat tidak hanya domestik namun juga secara global. Kebijakan ekonomi dan fiskal yang akan dikerjakan oleh Trump juga cenderung memperkuat daya tarik mata uang dolar. Sehingga hal ini semakin memberi tekanan bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini untuk mencegah mata uang Yen kembali melemah hingga level terendah dalam 3 dekade terakhir seperti sebelumnya.
Euro juga menguat terhadap dolar mengabaikan krisis politik yang memanas di Jerman. Pasar menilai langkah Kanselir Jerman - Olaf Scholz memecat Menteri Keuangan - Christian Lindner berpotensi akan memecah koalisi 3 partai dan berpeluang akan mempercepat pemilu. Namun hal ini dianggap positif karena diharapkan dan dipercaya akan membawa kondisi pemerintahan yang lebih stabil dan kebijakan fiskal yang lebih pro aktif.
Poundsterling juga menguat terhadap mata uang dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dengan menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan turunnya inflasi lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga perlu dilakukan pelonggaran. BOE lebih lanjut mengatakan pemangkasan berikutnya akan dilakukan secara bertahap seiring dengan potensi tertahannya inflasi oleh rencana anggaran baru yang diumumkan pemerintah Inggris pekan lalu. Seperti juga BOE, Bank Sentral Swedia (Riksbank) memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps sesuai perkiraan dan Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini yang juga sesuai perkiraan.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



