
Dolar rebound terhadap semua mata uang lainnya setelah pidato dari Ketua Fed - Jerome Powell tetap optimis terhadap kondisi ekonomi di AS saat ini dan tidak terlalu khawatir akan data-data ekonomi yang menurun. Dalam pidatonya Powell mengatakan revisi data pertumbuhan ekonomi, jumlah tabungan dan tingkat pendapatan personal menghilangkan resiko penurunan yang menjadi perhatian Fed selama ini. Namun ekspektasi akan pemangkasan suku bunga jumbo sepertinya tidak akan terjadi karena menurut Powell 2 kali lagi pemangkasan suku bunga dengan total 50 bps di tahun ini akan menjadi patokan jika ekonomi berjalan seperti yang diharapkan maka perlu beberapa tahun lagi untuk mencapai kondisi normal yang diinginkan Fed. Powell menambahkan ekonomi tetap solid tapi Fed perlu melangkah lebih maju dan mencegah sektor tenaga kerja melemah. Powell menyebutkan langkah pemangkasan jumbo Fed bulan lalu sebagai rekalibrasi terhadap turunnya inflasi yang cukup tajam sejak tahun lalu. Paska pidato Powell tersebut spekulasi akan pemangkasan suku bunga jumbo pada pertemuan moneter berikutnya merosot tajam dari 53% sebelumnya menjadi hanya 35% menurut CME Group's FedWatch Tool. Pejabat Fed lainnya - Michelle Bowman semalam juga masih mengungkapkan hal yang sama seperti yang diucapkan sebelumnya yaitu seputar kekhawatiran akan terlalu agresifnya Fed memangkas suku bunga acuan sementara resiko inflasi masih ada. Data ekonomi yang dirilis semalam juga positif dengan PMI di negara bagian Chicago mengalami peningkatan menjadi 46.6 yang lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 46.1. Hari ini akan dirilis data penting yaitu data dari sektor tenaga kerja berupa data lowongan kerja baru dari JOLTS dan data PMI di sektor manufaktur. Pejabat Fed juga akan memberikan pidato diantaranya Gubernur - Lisa Cook dan Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic.
Yen ikut terkoreksi seiring dengan mata uang dolar yang rebound setelah sebelumnya menguat menyambut terpilihnya mantan Menteri Pertahanan - Shigeru Ishiba sebagai Perdana Menteri baru yang akan dilantik hari ini. Dengan terpilihnya Ishiba maka langkah moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) akan semakin mudah untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sesuai dengan kebijakannya saat ini. Karena Ishiba terkenal kritis terhadap stimulus moneter yang lalu dan pendukung kebijakan moneter kenaikan suku bunga acuan saat ini. Data ekonomi berupa Retail Sales mengalami peningkatan dari 2.7% menjadi 2.8% yang jauh lebih baik dari perkiraan turun 2.6%. Hal ini menunjukkan masih kuatnya daya beli masyarakat Jepang yang berpotensi mengangkat inflasi lebih tinggi. Sehingga memberi peluang bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya sesuai dengan perkiraan pasar. Data di sektor industri mengalami peningkatan dengan data indeks manufaktur Tankan stabil 13 sama seperti periode sebelumnya yang lebih baik dari perkiraan turun 12. Sedangkan di sektor non-manufaktur mengalami peningkatan dari 33 menjadi 34 yang lebih baik dari perkiraan turun 32. Sedangkan tingkat pengangguran mengalami penurunan dari 2.7% menjadi hanya 2.5% yang lebih baik dari perkiraan turun 2.6%. Sementara data PMI sektor manufaktur masih dalam zona kontraksi meski naik menjadi 49.7 dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 49.6.
Euro juga mengalami koreksi selain karena penguatan mata uang dolar namun juga karena data inflasi yang mixed. Data inflasi CPI di Jerman naik dari -0.1% menjadi 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan naik +0.1%. Sedangkan di Italia inflasi CPI turun dari +0.2% menjadi -0.2% sesuai perkiraan. Hari ini masih akan dirilis data estimasi inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan dengan perkiraan turun dari 2.2% menjadi 1.8% dan dan data Core CPI juga turun dari 2.8% menjadi 2.7%. Jika dirilis sesuai atau lebih rendah dari perkiraan akan semakin memperbesar peluang bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pada pertengahan bulan ini. Selain itu juga akan dirilis data PMI di sektor manufaktur.
Poundsterling tertahan melawan penguatan mata uang dolar seiring dengan masih akan dipertahankannya suku bunga acuan sehingga perbedaan tingkat suku bunga dibanding negara lain membuat permintaan mata uang GBP terus meningkat. Sedangkan data ekonomi tidak terlalu mengembirakan dengan data pertumbuhan ekonomi GDP mengalami penurunan menjadi 0.5% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.6%. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Megan Greene dalam pidato kemarin masih mengkhawatirkan akan adanya potensi inflasi kembali naik seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta konstruksi. Malam ini Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill dijadwalkan akan memberikan pidato.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



