
Dolar bersama dengan Yen dan Swiss Franc menguat seiring dengan permintaan akan asset safe haven yang meningkat pasca pengumuman kenaikan tarif impor AS yang baru dari Presiden Trump. Dalam wawancara dengan media, Presiden Trump mengatakan akan mengenakan kenaikan tarif impor terhadap produk kendaraan roda empat, semikonduktor dan produk farmasi mulai dari 25% atau lebih tinggi dan akan terus ditingkatkan setelah setahun diberlakukan. Meskipun pihak Gedung Putih pada Jumat pekan lalu sudah menyatakan pernyataan resmi baru akan dirilis pada 2 April mendatang. Diperkirakan yang akan pertama menjadi target Presiden Trump adalan tarif impor produk kendaraan bermotor. Pernyataan ini meningkatkan permintaan pengalihan aset safe haven yang lebih aman yaitu mata uang dolar, yen, swiss franc dan juga komoditi emas. Bahkan komoditi emas terus menembus rekor tertinggi sebanyak 9 kali dalam selang setahun ini. Selain kenaikan tarif impor yang cukup signifikan tersebut, tertundanya perundingan antara Rusia dan Ukraina membuat prospek perdamaian di Ukraina masih jauh dari yang diharapkan. Rusia menghendaki Ukraina dikeluarkan dari NATO dengan menagih janji di Bukares pada tahun 2008 yang lalu. Permintaan ini tentu saja mendapat respon negative dari Ukraina yang selama ini mendapat bantuan dari NATO. Hingga Presiden Ukraina – Volodymyr Zelensky membatalkan kunjungan ke Riyadh – Arab Saudi yang menjadi tempat perundingan damai tersebut. Pemerintah AS akan terus mengusahakan negosiasi dengan pihak Rusia sekaligus meninggalkan pendekatan kebijakan luar negeri sebelumnya yang mengajak sekutunya untuk memboikot Rusia dan meminta untuk mengakhiri perang di Ukraina. Setelah perundingan awal yang tidak menyertakan pihak Ukraina menciptakan ketegangan yang membuat Presiden Zelensky menuduh pihak AS mendapat informasi yang salah dari pihak Rusia. Presiden Trump memperkirakan invasi Rusia pada tahun 2022 lalu merupakan kesalahan pemerintah Ukraina. Penolakan Presiden Zelensky membuat Trump menyebut Zelensky sebagai diktator tanpa pemilu karena menolak diadakan pemilu dengan tingkat kepercayaan rakyat Ukraina yang rendah dan hanya memanfaatkan pemerintahan Biden sebagai permainan. Trump juga mengancam agar Zelensky segera membuat keputusan yang cepat agar tercipta perdamaian yang diinginkan dan jika tidak, maka Zelensky akan digantikan. Ketegangan antara AS dan Ukraina membuat prospek perdamaian semakin suram. Dari data ekonomi, sektor perumahan di AS meski Ijin Mendirikan Bangunan mengalami peningkatan, namun proses pembangunannya mengalami penurunan sebanyak 8.4% seiring dengan badai salju dan suhu beku di beberapa wilayah di utara. Sementara nota minuta pertemuan moneter FOMC menunjukkan pejabat Fed mengkhawatirkan dampak agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump akan membuat inflasi kembali naik. Malam ini ada data indeks manufaktur negara bagian Philadelphia dan juga laporan mingguan klaim pengangguran. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato.
Yen juga terus menguat terhadap dolar seiring dengan pengalihan aset ke safe haven. Selain itu prospek kebijakan moneter dari Bank Sentral Jepang (BOJ) yang hampir dapat dipastikan akan menaikkan lagi suku bunga acuan dalam waktu tidak lama lagi. Sementara kebijakan Presiden Trump dengan rencana kenaikan tarif impor kendaraan bermotor masih belum diketahui apakah ada pengecualian terhadap Jepang. Setelah beberapa waktu lalu pemimpin kedua negara bertemu dan optimisme akan mendapat pengecualian seiring dengan nilai investasi Jepang di AS yang memberikan kontribusi berupa tersedianya lapangan kerja. Namun yang pasti tanpa kenaikan tarif impor AS, inflasi di Jepang terus meningkat semakin menjauh dari target BOJ 2%. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro terus melemah terhadap dolar seiring dengan pelarian aset yang beresiko tinggi menjadi aset safe haven yang lebih aman. Agenda kenaikan tarif Presiden Trump diperkirakan akan berdampak sangat buruk pada perekonomian di Uni Eropa. Dengan kondisi ekonomi saat ini yang masih tertahan, kebijakan tersebut dikhawatirkan akan menyeret ekonomi di Uni Eropa ke jurang resesi. Prospek perdamaian di Ukraina yang semakin suram membuat prospek ekonomi menjadi semakin memburuk. Pemimpin negara anggota Uni Eropa berusaha dan memberikan dukungan agar perdamian segera tercapai agar tercipta stabilitas politik dan ekonomi di kawasan ini. Data ekonomi sebenarnya cukup positif dengan surplus neraca keuangan Uni Eropa yang meningkat menjadi 38.4B yang lebih tinggi dari perkiraan 30.2B meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 27.0B menjadi hanya 25.1B. Hari ini akan dirilis data Proyeksi Ekonomi dan data kepercayaan konsumen.
Poundsterling sempat menguat terhadap dolar, meski pada penutupan kembali melemah seiring dengan data inflasi CPI di Inggris yang mengalami peningkatan tajam dari 2.5% menjadi 3.0% yang melampaui perkiraan hanya naik 2.8%. Sedangkan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dan alkohol juga mengalami peningkatan dari 3.2% menjadi 3.7% sesuai perkiraan. Dengan data-data ini sepertinya akan membuat Bank Sentral Inggris (BOE) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk waktu yang lebih lama lagi. Hari ini hanya ada data Industrial Order dari CBI.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:



