Dolar kembali menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan pengumuman resmi Presiden Donald Trump akan mengenakan kenaikan tarif impor dari Kanada dan Mexico sebanyak 25% dan hanya 10% untuk produk dari China. Sebelumnya media Reuters mengungkapkan Trump akan menunda pelaksanaan hingga 1 Maret mendatang dan memberi waktu bagi mitra dagang tersebut untuk bernegosiasi. Namun juru bicara Gedung Putih - Karoline Leavitt menampik pernyataan tersebut dan mengatakan kenaikan tarif impor tersebut akan efektif segera berlaku pada saat diumumkan. Mata uang dolar Kanada (CAD) dan peso Mexico (MXN) keduanya langsung merosot tajam pada hari yang sama diumumkannya keputusan Presiden Trump tersebut. Dikabarkan juga pihak Kanada juga akan menaikkan tarif impor produk AS dengan nominal yang sama yaitu sebanyak 25%. Sedangkan pihak Mexico belum merilis kebijakan yang akan diambil meskipun Presiden - Claudia Sheinbaum sudah meminta Menteri Keuangan untuk segera membalas dengan kebijakan yang setimpal. Bendera perang dagang antara AS dengan mitra dagangnya mulai dikibarkan oleh AS. Sementara itu data inflasi dari sisi personal yaitu Core Personal Consumption Expenditure (PCE) di AS mengalami kenaikan dari 0.1% menjadi 0.2% dari periode bulan sebelumnya sesuai perkiraan dan merupakan kenaikan terbanyak sejak April tahun lalu seiring dengan belanja konsumen yang meningkat. Dan jika dibandingkan dengan periode setahun lalu, PCE juga mengalami kenaikan menjadi 2.8%, masih stagnan sama seperti periode sebelumnya. Keduanya sesuai perkiraan yang semakin menegaskan bahwa Fed tidak perlu terburu-buru untuk kembali memangkas suku bunga acuannya karena potensi inflasi masih cenderung naik, yang belum lagi terdampak dari agenda ekonomi Presiden Trump berupa kenaikan impor dan pengurangan pajak sehingga potensi inflasi kembali naik semakin besar. Hal ini selaras dengan keputusan Fed untuk memepertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan moneter bulan lalu. Pekan ini akan dirilis data penting dari sektor tenaga kerja yaitu berupa laporan Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis di penghujung pekan ini. Sebelumnya ada data PMI dari sektor manfaktur dan jasa dari PMI dan data sektor tenaga kerja lainnya seperti JOLTS, ADP dan Challenger serta data klaim pengangguran. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato di berbagai tempat dan peristiwa berbeda.
Yen sedikit terkoreksi terhadap dolar dengan gerak mata uang yang tertahan seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan tidak lama lagi menyusul kenaikan sebelumnya dua pekan lalu. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda Jumat lalu mengatakan BOJ akan terus mengendalikan kebijakan moneter yang longgar untuk memastikan inflasi akan turun secara perlahan mencapai target 2%. Data infasi berupa CPI di Tokyo yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi yang semakin meningkat hingga 2.5% yang merupakan kenaikan terbanyak dalam hampir 1 tahun terakhir. Pekan ini sejumlah pejabat BOJ juga dijadwalkan akan memberikan pidato di tempat dan peristiwa berbeda.
Euro berlanjut melemah terhadap dolar oleh sentimen negatif setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuannya pekan lalu sesuai perkiraan. Dan juga pejabat ECB termasuk Presiden - Christine Lagarde menyatakan masih terbuka lebar kemungkinan bagi ECB untuk memangkas suku bunga acuan berikutnya guna menahan inflasi yang cenderung kembali meningkat. Selain juga akan dikenakannya tarif impor dari AS yang baru saja diresmikan untuk Kanada dan Mexico sedangkan Uni Eropa masih tergantung pada keputusan resmi dari pemerintah AS. Sebelumnya Presiden Trump menyinggung neraca perdagangan AS dengan Uni Eropa yang dianggap hanya menguntungan sebelah pihak yaitu Uni Eropa. Pekan ini akan dirilis data inflasi CPI yang diperkirakan kembali naik, meski demikian kondisi ekonomi yang terus menurun membuat ECB perlu memangkas suku buga acuannya lebih lanjut. Selain itu juga ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga ikut terkoreksi seiring dengan penguatan mata uang dolar pasca diresmikannya kenaikan tarif impor Presiden Trump dengan Kanada dan Mexico. Meski Inggris juga bermitra dengan AS, namun sepertinya neraca perdagangan keduanya berimbang sehingga Inggris tidak menjadi target kenaikan impor Presiden Trump. Pekan ini Bank Sentral Inggris (BOE) akan mengadakan pertemuan moneter MPC pada hari Kamis nanti dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Selain inflasi yang masih stagnan, kondisi ekonomi domestik dengan defisit neraca keuangan akan menjadi pertimbangan BOE dalam mengambil keputusan moneter mereka nanti. Selain pertemuan moneter MPC, juga akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



