Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya setelah sebelumnya turun tajam terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan-perubahan cepat dari kebijakan kenaikan tarif Presiden Trump. Setelah menunda kenaikan tarif reciprocal pekan lalu, Trump mengatakan akan meluncurkan kenaikan tarif terhadap produk semikonduktor pekan depan dengan beberapa pengecualian terhadap sejumlah perusahaan di sektor ini. Pada Jumat lalu, Gedung Putih membuat pengecualian kenaikan tarif impor terhadap produk telepon pintar, komputer dan sejumlah elektronik lainnya yang sebagian besar berasal dari China yang kemungkinan akan berubah lagi disesuaikan dengan kebijakan kenaikan tarif impor produk semikonduktor tersebut. Sebelumnya perang tarif antara AS dan China memuncak dengan saling menaikkan hingga mencapai puncaknya setelah AS menaikkan hingga 145% dan dibalas oleh China yang menaikkan tarif impor ke 125%. Akibatnya kekhawatiran akan terjadinya pelambatan global yang berpeluang terjadinya resesi semakin meningkat. Presiden Trump pada Senin kemarin mengatakan berencana untuk mengubah kebijakan dengan pengecualian pada produk otomotif yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Tidak konsistennya kebijakan kenaikan tarif membuat pasar menjadi semakin kehilangan kepercayaan. Meskipun rencana pengecualian terhadap produk teknologi sempat disambut baik di bursa saham-saham teknologi. Penundaan kenaikan tarif impor AS selama 90 hari juga diperkirakan masih berpotensi mendorong inflasi dan menahan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan asumsi tersebut dan data inflasi yang dirilis pekan lalu, kemungkinan besar Fed akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Gubernur Fed - Christopher Waller semalam juga menyebut hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantispasi kemungkinan resesi meski inflasi diperkirakan masih sulit turun. Fed New York melaporkan ekspektasi inflasi jangka pendek diperkirakan akan naik ke level tertinggi sejak musim gugur tahun 2023 lalu seiring dengan peluang mendapatkan pekerjaan layak yang semakin sulit dan pendapatan pribadi yang terus berkurang. Pasar masih menunggu data Retail Sales yang akan dirilis esok hari untuk mengetahui daya beli rakyat AS.
Yen juga masih cenderung menguat terhadap dolar bahkan sempat mencapai level tertinggi sejak September tahun lalu pada pekan lalu. Pembahasan nilai tukar mata uang Yen menjadi pemicu penguatan setelah Menteri Ekonomi - Ryosei Akazawa mengatakan persoalan nilai tukar ini akan dibahas oleh Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato dengan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent. Sementara Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba mengatakan Jepang tidak terburu-buru menyelesaikan negosiasi kenaikan tarif impor yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Trump. Jepang mengajak kerjasama dengan negara G7 dan IMF untuk menciptakan stabilitas keuangan global yang tergoncang akibat kenaikan tarif impor AS.
Euro relatif flat terhadap dolar setelah sempat menguat tajam ke level tertinggi sejak Februari tahun 2022 pada pekan lalu, menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada hari Kamis ini. Diperkirakan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna mengantisipasi pelambatan ekonomi global akibat kenaikan tarif impor AS. Meskipun kenaikan tarif impor dari AS yang lebih sedikit dari perkiraan membuat kondisi ekonomi di kawasan ini memberi dampak relatif tidak seburuk mitra dagang AS lainnya. ECB juga siap melakukan apa saja untuk mempertahankan stabilitas finansial di kawasan ini. Didukung oleh pernyataan Presiden ECB - Christine Lagarde pada Jumat lalu yang mengatakan siap mengeluarkan instrumen keuangan untuk menjaga stabilitas tersebut dan mempunyai catatan panjang keberhasilan mengatasi kesulitan saat kondisi ekonomi tidak menentu.
Poundsterling masih berlanjut menguat terhadap dolar setelah pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris ternyata lebih baik dari yang diperkirakan sehingga pemulihan ekonomi diharapkan akan terus berlanjut. Meskipun demikian, Bank Sentral Inggris (BOE) masih belum yakin untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Data inflasi CPI kemungkinan akan memberikan kejelasan langkah BOE selanjutnya. Hari ini akan dirilis data dari sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran, tingkat pengangguran dan upah rata-rata.



