Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya di hari pertama perdagangan tahun 2025 ini hingga level tertinggi dalam 2 tahun terakhir atau sejak November 2022 yang lalu meski sudah di penghujung pekan. Pelaku pasar masih menunggu perkembangan selanjutnya data di sektor tenaga kerja yang akan dirilis pekan depan. Setelah laporan pengangguran yang dirilis semalam turun cukup drastis hingga terendah dalam 8 bulan terakhir. Data klaim pengangguran dirilis 211K yang lebih rendah dari perkiraan naik 222K dan juga lebih rendah dari periode sebelumnya 220K. Data ini menunjukkan sektor tenaga kerja di AS masih cukup solid tidak hanya dalam beberapa bulan terakhir namun jauh sebelum itu yaitu sejak 3 tahun terakhir yang sangat mendukung Fed dalam berperang melawan inflasi. Dengan kondisi sektor tenaga kerja seperti ini maka keputusan Fed untuk menahan laju pemangkasan suku bunga acuan pada Desember lalu dirasa sudah tepat. Selain itu data lain yaitu PMI di sektor manufaktur juga meningkat 49.4 lebih tinggi dari perkiraan stabil 48.3 sama seperti periode sebelumnya. Kenaikan yang semakin mendekati ambang batas 50 sebagai tanda pertumbuhan ekonomi yang bergerak ekspansif. Dengan kedua data ini saja sudah memberikan sinyal potensi inflasi di AS kembali meningkat sehingga Fed kemungkinan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan yang tinggi saat ini untuk lebih lama lagi. Belum termasuk dalam perhitungan dampak agenda ekonomi dari Presiden Trump yang akan datang. Program pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor diyakini akan memicu inflasi kembali meningkat di tahun 2025 ini. Hal ini menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar dan juga sebagai aset safe haven seiring dengan kondisi politik dan geopolitik yang semakin meningkat dan tidak menentu di awak kuartal 1 2025 nanti. Malam ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dari ISM.
Yen masih cenderung melemah terhadap dolar meski diperkirakan Bank Sentral Jepang (BOJ) akan kembali menaikkan suku bunga acuan tidak lama lagi. BOJ diperkirakan masih menungggu kebijakan tarif impor dari AS terhadap Jepang dan juga perubahan struktur upah yang kemungkinan akan diselesaikan di bulan Januari ini juga. Setelah itu tidak ada lagi yang akan menahan BOJ untuk menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan tekanan inflasi yang kembali naik melampaui target 2%. Dalam nota pertemuan moneter di bulan Desember lalu terjadi perbedaan pendapat diantara pejabat BOJ dengan sebagian menghendaki kenaikan suku bunga acuan secepatnya walau pada akhirnya memutuskan untuk tetap mempertahankan untuk saat itu. Pembicaraan akan intervensi juga sudah memudar sehingga pergerakan mata uang Yen di pasar tidak lagi tertahan. Hari ini Jepang masih lbur panjang.
Euro terus melemah terhadap dolar hingga menyentuh level terendah sejak 21 November 2022. Sentimen negatif masih menyelimuti tidak saja perekonomian namun juga politik dengan ageda pemilu dini di Jerman yang baru dijadwalkan pada Februari mendatang. Sementara itu kepemimpinan Perdana Menteri Prancis yang baru juga menghadapi rival yang kuat di partai oposisi. Kondisi ekonomi juga tidak terlalu bagus dengan data PMI di sektor manufaktur yang stagnan di Jerman dan Prancis. Sehingga secara keseluruhan PMI mengalami sedikit penurunan dari 45.2 menjadi 45.1. Sementara itu bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan guna mendongkrak perekonomian. Pejabat ECB - Yannis Stournaras hari Kamis pekan lalu mengatakan ECB setidaknya akan menurunkan suku bunga acuan menjadi 2% di musim gugur nanti dari 3% saat ini. Hari ini akan dirilis data pengangguran Jerman dan Spanyol.
Poundsterling juga melemah tajam terhadap dolar hingga mencapai level terendah sejak April tahun lalu dengan penurunan terbanyak dalam sehari sejak 6 November lalu. Meskipun dibandingkan dengan mata uang lainnya penurunan GBP terhadap dolar menjadi paling sedikit di tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang terus mempertahankan suku bunga acuannya menjadi sentimen cukup positif. Perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik bagi pelaku pasar menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Data ekonomi PMI di sektor manufaktur di Inggris juga menurun menjadi 47.0 yang lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 47.3. Hari ini hanya ada data KPR dan Kredit Individu.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



