
Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya seiring DPR AS meloloskan rancangan pengurangan pajak Presiden Trump. Dengan DPR AS yang dikuasai oleh mayoritas dari Partai Republik pendukung Presiden Trump meloloskan pemotongan pajak senilai $4.5 triliun yang kemungkinan besar juga akan mendapat persetujuan Senat dimana suara mayoritas juga dari Partai Republik. Rancangan pengurangan pajak ini memang lebih ditujukan untuk menguntungkan korporasi. DIharapkan masih ada lagi insentif lainnya seperti kemudahan regulasi seperti yang dicanangkan dalam kampanye pilpres lalu. Dengan demikian insentif ini menjadi sentimen positif untuk sentimen yang diharapkan akan memacu perekonomian lebih laju. Selain itu juga permintaan akan aset safe haven termasuk dolar juga meningkat seiring dengan ketidakpastian seputar adanya kemungkinan penundaan lagi soal kenaikan tarif impor. Seiring dengan segera diberlakukannya kenaikan tarif impor produk-produk dari tetangga terdekatnya Kanada dan Mexico pekan depan. Meskipun Presiden Trump dalam pertemuan Kabinet mengatakan kenaikan tarif impor terhadap mitra dagang lainnya ditetapkan akan mulai efektif pada 2 April mendatang. Namun pejabat Gedung Putih mengatakan khusus terhadap Kanada dan Mexico tenggat waktu masih sama pada 4 Maret nanti. Khusus terhadap China, Presiden Trump menyampaikan akan membatasi ketat investasi China pada sektor yang strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan dan studi luar angkasa. Kekhawatiran baru muncul seiring dengan peluang dilakukannya pengurangan pegawai pemerintahan federal atas inisiasi dari Departemen Efisiensi Pemerintahan di bawah pimpinan Elon Musk. Sementara itu perdamaian di Ukraina menjadi penting bagi AS setelah mendapatkan konsesi atas hasil mineral negara ini. Ukraina mengkonfirmasi kebenaran perihal tersebut dan rencana Presiden Volodymyr Zelensky untuk berkunjung ke Washington pada hari Jumat nanti untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut. Dengan adanya kepentingan AS di Ukraina sepertinya bisa menjadi penyelesaian konflik yang sudah berlangsung 3 tahun lebih tersebut. Dengan pemerintah Ukraina tunduk pada AS dan Rusia tidak akan sembarang lagi melakukan serangan ke wilayah Ukraina. Dari data ekonomi di sektor perumahan mengalami penurunan seiring dengan tingkat suku bunga yang masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu mendatang. Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan seperti yang diucapkan oleh Gubernur Fed Richmond - Tom Barkin mengatakan kondisi yang tidak menentu saat ini akan membuat Fed perlu berhati-hati dalam memutuskan kebijakan moneternya dan akan terus memantau dengan pendekatan wait-n-see hingga inflasi betul-betul sudah searah dengan yang diharapkan yaitu mendekati target 2%. Meski demikian spekulasi akan langkah pemangkasan Fed sepanjang tahun ini semakin meningkat dari sebelumnya dari 40 bps meningkat menjadi 55 bps. Dan pemangkasan tidak akan dilakukan hingga pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP dan juga data Durable Goods Order serta pidato dari sejumlah pejabat Fed.
Yen terus berlanjut menguat terhadap dolar mendekati level terendah sebelumnya pada pekan lalu yang mendekati angka terendah sejak 11 Oktober tahun lalu. Prospek akan kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) terus menjadi pemicu penguatan mata uang Yen. Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional - Atsushi Mimura kemarin mengatakan tidak terjadi pertentangan antara menguatnya yen dengan positifnya data ekonomi. Hal ini dimaksudkan penguatan mata uang yen seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik sehingga sangat memungkinkan kenaikan suku bunga acuan berikutnya di Jepang. Pertumbuhan ekonomi masih cukup baik dan tekanan inflasi terus meningkat hingga data terakhir menunjukkan angka inflasi mencapai 4%. Mimura juga menegaskan kebijakan mata uang Jepang terus diawasi termasuk keputusan untuk melakukan intervensi jika diperlukan guna menekan pergerakan mata uang yen yang terlalu volatil. Sementara Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan BOJ akan terus menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi kembali turun mendekati target 2%. Bahkan BOJ sudah menaikkan target inflasi dari sebelumnya 1.9% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan kembali pada kuartal 3 tahun ini sebanyak 25 bps.
Euro masih terus cenderung tertekan terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan agenda kenaikan tarif impor AS yang menargetkan Uni Eropa secara khusus. Selain itu kondisi ekonomi di Jerman sebagai negara dengan kontribusi terbesar yang belum pulih setelah pertumbuhan ekonomi GDP yang cenderung stagnan seperti yang sudah dirilis sehari sebelumnya. Data malam ini juga menunjukkan sentimen konsumen yang terus menurun menjadi -24.7 yang jauh lebih buruk dari perkiraan membaik -21.7 dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi semakin menurun dari -22.4 menjadi -22.6. Partai pemenang pemilu yang sekaligus mendapatkan hak untuk menduduki jabatan Kanselir Jerman justru mengesampingkan reformasi fiskal yang diharapkan untuk memacu perekonomian menjadi sentimen negatif di pasar. Hari ini ada data inflasi CPI di Spanyol, Proyeksi ekonomi dari Komisi Eropa dan nota pertemuan moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu.
Poundsterling masih cenderung menguat seiring dengan optimisme Menteri Keuangan - Rachel Reeves meyakini terjadi peningkatan yang signifikan buat perdagangan dan investasi antara Inggris dengan AS di masa depan. Perdana Menteri - Keir Starmer dijadwalkan akan mengunjungi Washington untuk kunjungan resmi tentu saja juga akan membahas perundingan perihal agenda kenaikan tarif. Presiden Trump di awal bulan lalu berpikir akan mengusahakan dan bekerjasama perihal tarif bersama dengan negara-negara Uni Eropa lainnya. Revees juga akan mengumumkan kebijakan ekonomi dan fiskal baru pada 26 Maret mendatang. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Swati Dhingra mengatakan kebijakan moneter BOE akan disesuaikan dengan kenaikan tarif dan pembatasan perdagangan lainnya yang bisa mengganggu rantai supply serta kenaikan biaya lainnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



