Dolar mengalami rebound terhadap semua mata uang di tengah minimnya volume perdagangan menjelang libur Natal dan adanya keraguan akan langkah Fed mendatang setelah data inflasi di AS yang menurun. Selain itu pasar juga tidak lagi khawatir akan tutupnya sebagian pemerintahan AS setelah tercapainya kesepakatan tambahan anggaran oleh Kongres pada hari Sabtu lalu. Sementara itu data ekonomi menunjukkan Durable Goods Order mengalami penurunan -1.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun -0.3% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.2% menjadi 0.3%. Sedangkan data Core yang tidak menyertakan sektor transportasi juga menurun -0.1% yang lebih rendah dari perkiraan naik 0.3% meski data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.1% menjadi 0.2%. Data Kepercayaan Konsumen juga mengalami penurunan ke 104.7 yang lebih rendah dari perkiraan naik ke 112.9 dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 111.7 menjadi 112.8. Kepercayaan konsumen menurun setelah berakhirnya pemilu lalu yang menjanjikan perubahan berakhir dan menantikan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dari perubahan yang akan datang. Pekan lalu Fed menurunkan proyeksi pengurangan suku bunga acuan dari sebelumnya 4x menjadi hanya 2x untuk tahun 2025 mendatang. Perubahan tersebut ditengarai disebabkan oleh data inflasi CPI yang cenderung naik lagi namun data PCE yang dirilis Jumat lalu menunjukkan indikasi inflasi justru menurun. Hal ini membuat sedikit keraguan diantara pelaku pasar akan proyeksi Fed tersebut. Bagaimanapun inflasi masih diatas target Fed 2% dan masih ada waktu cukup banyak yang memungkinkan bagi Fed untuk mengubah kembali proyeksi tersebut disesuaikan dengan data inflasi terbaru yang akan datang. Menurut CME's FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 33 bps lebih rendah dari perkiraan 2x sebanyak 25 bps dan peluang pertama akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Mei hanya sebanyak 50%. Terlebih dengan agenda ekonomi dari Presiden Trump yang baru akan dilantik pada Januari mendatang. Sehari lagi pasar keuangan akan tutup merayakan hari Natal dan sebagian pelaku sudah meninggalkan pasar untuk mempersiapkannya sehingga diperkirakan perdagangan akan sangat terbatas pekan ini. Data ekonomi juga tidak ada yang krusial.
Yen juga ikut terkoreksi selain karena penguatan mata uang dolar namun juga masih dengan menipisnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers juga menurunkan ekspektasi akan menaikkan suku bunga acuan di bulan Januari mendatang. Kombinasi faktor ini membuat mata uang Yen menjadi kurang menarik. Satu-satunya peluang adalah kemungkinan otoritas keuangan Jepang melakukan intervensi jika Yen terus melemah mendekati level tertentu. Namun itu juga kemungkinannya sangat kecil dilakukan di akhir tahun seperti ini karena masih banyak ketidakpastian di tahun depan yang hanya sebentar lagi.
Euro juga terkoreksi terhadap dolar selain karena kondisi ekonomi yang kurang baik ditambah dengan ancaman dari Presiden Trump yang menilai neraca perdagangan dengan Uni Eropa tidak seimbang. Sementara itu Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam interview mengatakan target inflasi jarak menengah di Uni Eropa sudah hampir tercapai. Ini diartikan bahwa suku bunga acuan dapat terus ditekan guna kembali memicu pertumbuhan ekonomi yang belum pulih saat ini. Hari ini sebagian besar negara di wilayah Uni Eropa sudah libur merayakan hari Natal sehingga selama 3 hari ke depan diperkirakan perdagangan akan sangat terbatas.
Poundsterling juga melemah karena penguatan mata uang dolar ditambah dengan data fundamental ekonomi yang menurun di Inggris. Data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal 3 tahun ini dirilis 0%, lebih rendah dari perkiraan 0.1% dan data periode sebelumnya direvisi menurun tajam dari 0.5% menjadi hanya 0.1%. Data lain berupa investasi bisnis meningkat 1.9% yang lebih baik dari perkiraan naik hanya 1.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 1.4% menjadi hanya 1.2%. Dari data yang sama diketahui tingkat kepercayaan bisnis turun hingga level terendah di tahun ini. Pekan lalu Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannnya. Namun jumlah voter yang memilih untuk memangkas suku bunga acuan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang sehingga diperkirakan pada pertemuan selanjutnya peluang BOE untuk memangkas suku bunga acuan semakin besar. Hari ini Inggris masih buka normal seperti biasa dan tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



