Dolar menguat terhadap mata uang lain terutama terhadap mata uang Yen yang terus melemah paska hilangnya mayoritas partai LDP di bawah pimpinan Perdana Menteri - Shigeru Ishiba. Sementara fundamental ekonomi di AS yang relatif masih solid dan juga adanya peluang kembali terpilihnya Donald Trump dalam pemilu yang tinggal beberapa hari lagi menjadi sentimen positif untuk dolar. Selain itu permintaan akan mata uang dolar juga meningkat menjelang laporan keuangan beberapa emiten saham blue chip di bursa New York pekan ini. Diantaranya Alphabet yang menjadi induk Google, Meta yang menjadi induk Facebook, Raksasa software Microsoft, Apple dan Amazon menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu sejumlah data di sektor tenaga kerja yang akan dirilis sepanjang pekan ini juga diharapkan akan semakin memperkuat argumen bahwa Fed hanya akan melonggarkan kebijakan moneter secara moderat. Sehingga perbandingan suku bunga acuan di AS masih lebih tinggi dibandingkan di wilayah negara lainnya yang terus gencar menurunkan suku bunga acuannya. Hari ini akan dirilis data tersedianya lowongan kerja dari JOLTS dan data Kepercayaan Konsumen.
Yen berlanjut melemah terhadap dolar paska pemilu parlemen Jepang di akhir pekan lalu. Dimana Partai Liberal Demokratik (LDP) kehilangan mayoritas untuk pertama kali dalam sejarah sejak perang dunia lalu. Dengan hilangnya mayoritas ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpsatian politik dan juga ketidakpastian kebijakan moneter. Kecuali LDP segera membentuk koalisai baru sehingga dapat mengamankan kembali posisi mayoritasnya. Meskipun sepertinya sulit karena harus melakukan kompromi dan kesepakatan politik yang kemungkinan tidak sepenuhnya sejalan dengan kebijakan partai. Dan dipastikan akan menjadi kendala bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk dapat dengan leluasa menjalankan mandat dengan rencana kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. BOJ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di hari Kamis nanti. Sementara data tingkat pengangguran di Jepang sedikit membaik yaitu turun menjadi 2.4% yang lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.5%.
Euro sedikit terangkat terhadap dolar meski secara umum masih cenderung turun karena prospek langkah moneter Bank Sentral Eropa (ECB) masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Keyakinan bahwa target inflasi 2% akan dapat dicapai pada tahun depan, membuat ECB harus menyeimbangkan suku bunga agar kembali ke kondisi netral. Terlebih dengan peluang Trump kembali naik menjadi presiden yang akan berakibat buruk pada perekonomian di Uni Eropa dengan kenaikan tarif impor dalam perang dagang nantinya. Hari ini ada data Kepercayaan Konsumen dari GFK.
Poundsterling juga masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan fundamental ekonomi yang tidak baik. Data Realized Sales dari CBI mengalami penurunan cukup tajam dari +4 menjadi -6 walau tidak seburuk perkiraan turun hingga -9. Data ini menunjukkan melemahnya sektor ritel karena mulai berkurangnya daya beli rakyat Inggris. Pasar masih menunggu rencana anggaran pertama kali dari Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves yang dijadwalkan pada hari Rabu nanti. Perubahan dalam struktur anggaran akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Inggris ke depannya dan berpeluang menghalangi langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Hari ini tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



