
Dolar terus melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan data di sektor tenaga kerja yang semakin melambat. Data penambahan lapangan kerja Non-Farm Payroll menurun sebanyak 206K walau tidak seburuk yang diperkirakan 190K namun data periode sebelumnya direvisi menurun cukup signifikan dari 272K menjadi 218K. Angka penambahan di atas 200K semestinya dianggap sektor ini masih solid, namun data lain berupa upah rata-rata mengalami penurunan dari 0.4% menjadi 0.3% sesuai perkiraan dan juga tingkat pengangguran mengalami peningkatan menjadi 4.1% yang sedikit di atas perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 4.0%. Data-data tersebut menunjukkan kondisi sektor  tenaga kerja mulai memberikan tanda-tanda ekonomi mulai melambat. Ditambah dengan data-data yang sudah dirilis sebelumnya baik dari JOLTS, ADP dan Challenger serta komponen tenaga kerja dari data PMI baik di sektor manufaktur maupun jasa kesemuanya mengonfirmasi sektor tenaga kerja di AS sedang menurun. Dan dengan kecenderungan inflasi yang juga menurun semakin memperbesar kemungkinan bagi Fed untuk menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan September mendatang. Dalam laporan kebijakan moneternya Fed juga kembali menegaskan akan tetap menjalankan mandatnya untuk terus mendorong sektor tenaga kerja, menjaga stabilitas harga dan mengelola suku bunga acuan dalam jangka panjang. Fed menggambarkan kondisi sektor tenaga kerja saat ini serupa dengan kondisi tepat sebelum terjadinya pandemik. Meski demikian Fed masih perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya. Spekulasi akan langkah Fed untuk menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan September masih cukup tinggi di kisaran 72% menurut  CME's FedWatch Tool dan 74% menurut LSEG dari awal pekan lalu yang masih di kisaran 57% dan 64%. Pekan ini data penting yang akan dirilis berupa data inflasi CPI yang akan menegaskan apakah spekulasi tersebut cukup valid. Dengan perkiraan inflasi semakin menurun. Sebelumnya Ketua Fed - Jerome Powell akan memberikan testimoni di depan Senat di hari Selasa dan di depan DPR di hari Rabu. Sejumlah pejabat Fed lainnya juga akan memberikan pendapatnya di tempat berbeda. Hari ini tidak ada data ekonomi.
Yen berlanjut menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar. Dengan semakin menjauhnya Yen dari level terendah maka BOJ atau Menkeu sudah tidak perlu lagi mengkhawatirkan akan perlunya beraksi di pasar mata uang. Ditambah dengan rencana BOJ untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di akhir bulan ini. Walau sepertinya kenaikan suku bunga tersebut baru akan efektif jika Fed mulai menurunkan suku bunga. Setidaknya perbedaan tingkat suku bunga acuan antara Jepang - AS dan UE masih semakin menyempit dan mengurangi minat investor untuk melakukan aksi carry trade. Pekan ini tidak ada data ekonomi yang penting. Hanya tetap perlu diwaspadai jika mata uang Yen kembali melemah secara drastis yang akan kembali memicu peluang intervensi.
Euro juga terus menguat terhadap dolar dengan pemilu putaran kedua di Prancis baru saja dilaksanakan pada hari minggu kemarin. Setelah oposisi Partai Reli Nasional (RN) pimpinan Marine Le Pen memenangkan hampir 1/3 suara pada putaran pertama. Di putaran kedua akan menghadapi tantangan yang berat dengan adanya koalisi yang memang bertujuan untuk menghadang kemenangan mutlak parta RN dan membuat kondisi hung parliament di Prancis dimana tidak ada suara terbanyak dan tidak ada mayoritas di parlemen karena tidak memenuhi jumlah minimum yang dipersyaratkan. Dalam quick count terakhir bahkan menunjukkan Partai RN malah turun ke posisi 3 dalam peraihan suara pada putaran kedua ini. Dengan kondisi ini Presiden Macron masih akan menentukan siapa yang akan menjalankan pemerintahan yang pastinya akan dipilih dari koalisi partainya. Namun tetap akan menghadapi voting di parlemen yang artinya Macron harus memilih kandidat yang bisa diterima oleh mayoritas anggota parlemen. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dari Sentix untuk Uni Eropa keseluruhan dan data Neraca Perdagangan di Jerman.
Poundsterling juga berlanjut menguat terhadap mata uang dolar yang semakin melemah setelah dipastikan Partai Buruh akan menggantikan Partai Konservatif dalam memimpin pemerintahan di Inggris lewat pemilu hari Rabu pekan lalu sekaligus mengakhiri kekuasaan 14 tahun Partai Konservatif. Perdana Menteri - Rishi Sunak secara resmi mengumumkan kekalahannya dan akan segera menghadap Raja Inggris untuk pengunduran dirinya. Sunak akan digantikan oleh Keir Starmer yang cukup baik dalam meyakinkan investor dan elektorat akan membawa kebijakan yang produktif. Dan diharapkan akan membawa stabilitas fiskal dan politik di Inggris yang lebih stabil serta hubungan dagang yang lebih baik dengan Uni Eropa. Â Data penting yang akan dirilis di Inggris berupa pertumbuhan ekonomi GDP pada hari Kamis nanti dan sebelumnya sejumlah pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) akan memberikan pandangannya terhadap kondisi ekonomi terkini. BOE diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter di bulan Agustus mendatang.



