
Dolar melemah cukup tajam terhadap mata uang lainnya menjelang pertemuan moneter FOMC selama 2 hari yang akan dimulai hari ini dan akan berakhir besok. Ekspektasi akan langkah Fed yang lebih agresif dengan pemangkasan 50 bps kembali meningkat seiring dengan laporan dari Wall Street Journal dan Financial Times yang memberitakan bahwa Fed perlu memangkas suku bunga 50 bps untuk menjaga arah ekonomi menuju soft landing yaitu dengan mengendalikan inflasi dengan tetap mempertahankan pertumbuhan yang melambat terutama di sektor tenaga kerja. Dengan ekspektasi tersebut membuat spekulasi akan langkah Fed yang lebih agresif melonjak menjadi 60% dari peluang sebelumnya yang sempat menyentuh 15%. Dan juga terjadi pada yield obligasi pemerintah AS yang turun tajam menggambarkan spekulasi tersebut, dengan yield jangka terpendek yaitu 2 tahun mencapai level terendah dalam 2 tahun terakhir dari 3.94% 2 pekan lalu turun menjadi 3.5509%. Sedangkan yield jangka 10 tahun  juga turun 3.1 bps sehingga total dalam sepekan turun 30 bps. Hal ini menggambarkan antisipasi dari peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan dengan angka yang lebih agresif. Beberapa pekan  sebelumnya sejumlah data ekonomi baik berupa inflasi yang hanya sedikit menurun dan perlambatan di sektor tenaga kerja membuat ekspektasi langkah Fed yang moderat dengan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Namun laporan dari 2 media mainstream tersebut membuat ekspektasi pasar berubah drastis dengan meyinggung terjadinya perlambatan di sektor tenaga kerja dan masih tertahannya inflasi dikhawatirkan akan mengubah target soft landing Fed. Untuk kali ini pasar mengabaikan data ekonomi di sektor manufaktur di negara bagian New York yang meningkat tajam dari -4.7 menjadi +11.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -4.1. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan mengalami penurunan yang semakin memperkuat peluang Fed untuk lebih agresif agar tidak meleset dari target Fed. Selain itu juga akan dirilis data Industrial Production dan Business Inventories dan data di sektor perumahan.
Yen menguat terhadap dolar hingga level terendah sejak juli 2023 lalu dengan prospek akan kembalinya Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mendatang. Pertemuan moneter BOJ terdekat dijadwalkan pada hari Jumat penghujung pekan ini, namun tidak diharapkan akan menaikkan dalam pekan ini juga mengingat BOJ belum lama atau tepatnya di akhir Juli lalu sudah menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya dan Fed juga baru saja akan menurunkan suku bunga acuannya. Sejumlah pejabat BOJ juga mendukung langkah moneter yang lebih berorientasi pada inflasi seperti pada umumnya bank sentral dunia lainnya. Prospek semakin menyempitnya perbedaan suku bunga di Jepang dengan negara-negara lain yang mulai memangkas suku bunga menjadi daya tarik mata uang Yen sekaligus mengurangi aksi carry trade yang membuat tingginya spekulasi pada mata uang ini. Setelah kemarin perbankan dan bursa saham di Jepang libur, hari ini kembali normal seperti biasa. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.
Euro terus menguat terhadap dolar meski pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) kembali memangkas suku bunga acuan sesuai perkiraan. Namun prospek untuk pemangkasan suku bunga acuan berikutnya tidak sesuai ekspektasi pasar karena masih belum bisa dipastikan. Hal ini disampaikan oleh Presiden ECB - Christine Lagarde yang dalam konferensi pers-nya mengatakan keputusan moneter selanjutnya akan ditentukan oleh data dan kondisi ekonomi yang terjadi di kemudian hari. Berita yang agak memberikan kejelasan data dari anggota dewan gubernur ECB - Peter Kazimir yang mengatakan ECB kemungkinan baru akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang untuk memastikan pengambilan keputusan yang tidak keliru dengan tidak terlalu terburu-buru. Data ekonomi juga cukup positif dengan surplus neraca perdagangan semakin meningkat menjadi 15.5B yang melampaui perkiraan 14.9B meski data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari 17.5B menjadi hanya 17.0B. Hari ini akan dirilis data sentimen ekonomi dari ZEW.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang dijadwalkan pada hari Kamis nanti sehari setelah pertemuan moneter FOMC. Setelah sebelumnya memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada bulan Agustus lalu membuat ekspektasi akan langkah BOE pada pertemuan tersebut adalah akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Berbeda dengan Fed yang hampir pasti akan memangkas suku bunga, dengan BOE diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya membuat daya tarik mata uang GBP semakin meningkat. BOE diperkirakan masih akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan November mendatang. Data penting yang akan dirilis pekan ini adalah data inflasi yang akan dirilis esoak hari, dengan perkiraan inflasi CPI masih stagnan di angka 2.2% meski data Core CPI diperkirakan justru kembali meningkat.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



