Nama Perusahaan : Qualcom Symbol Perusahaan : #QCOM Rekomendasi : BUY Target : BUY on Breakout 176.00 – 176.50 TP : (1) 179.50, (2) 182.50 SL : 173.00
Alasan :
Potensi Positif :
Qualcom termasuk 1 dari 3 saham AI yang berpotensi menciptakan pertumbuhan luar biasa di 2025 bersama Palantir dan Super Micro Computer
Qualcom dianggap bisa mengalami siklus peningkatan berikutnya berkat chip Snapdragon 8 Gen 3, yang menghadirkan kemampuan AI pada smartphone
Di Q3 tahun fiskal 2024 (yang berakhir 23 Juni), pendapatan naik 11% y/y menjadi $9.4 miliar, kenaikan dua digit pertama sejak pandemi. Laba bersih $2.1 miliar, naik 18% karena berhasil menekan biaya
Potensi Negatif :
Terlepas dari potensi positif, P/E Qualcom hanya 21 sehingga kenaikan saham siklus karena hype teknologi AI diperkirakan tidak akan bertahan lama
Secara grafik harian, ada potensi membentuk Head & Shoulders (saat ini sedang mencoba membentuk Right Shoulder) jika kenaikan gagal tembus resistance 182
Technical Analysis
2. ADOBE, Inc. (#ADBE)
Nama Perusahaan : ADOBE Symbol Perusahaan : #ADBE Rekomendasi : BUY Target : BUY on Dip 558.00 – 559.00 TP : (1) 564.00, (2) 569.00 SL : 553.00
Alasan :
Potensi Positif :
Termasuk ke dalam daftar “3 Saham yang bisa membantu investor lebih kaya di tahun 2024 dan selanjutnya” selain Sony dan Shopify menurut tim Analis dari artikel The Motley Fool
Keuntungan rata-rata selama 1 dekade terakhir mencapai 22.6%, dan sebagian lagi karena saham terlihat undervalued di level saat ini
Perusahaan mencakup berbagai macam teknologi dan produk seperti Acrobat, Photoshop, Illustrator, Premier Pro dan Firefly
Produk-produk tersebut beralih ke langganan sehingga menghasilkan pendapatan berulang
Market Value mendekati $240 miliar, dan punya peluang untuk menjadi saham triliunan dolar di tahun 2035
Potensi Negatif :
Teknologi AI yang disematkan dalam produk meski turut membantu pendapatan karena hype teknologi AI, juga dikhawatirkan bisa mengancam bisnisnya
3. Salesforce, Inc. (#CRM)
Nama Perusahaan : Salesforce
Symbol Perusahaan : #CRM
Rekomendasi : BUY
Target : BUY on Dip 262.00 – 263.00
TP : (1) 266.00, (2) 269.00
SL : 259.00
Alasan :
Potensi Positif :
Investor tunggu laporan pendapatan Perusahaan kuartal kedua di 28 Agustus 2024
Q1 laba per saham (EPS) sebesar $2.44, mengalami peningkatan sebesar 44% dibanding kuartal sebelumnya
Salesforce memperkirakan pertumbuhan pendapatan Q2 antara 7-8% y/y, dan menargetkan EPS yang disesuaikan di sekitar $2.35, meningkat 11% dari $2.12 tahun lalu
Ada potensi membentuk Ascending Triangle pada grafik Daily, konfirm jika tembus resistance
Potensi Negatif :
Penawaran AI dari Salesforce kurang memuaskan dalam mendorong pertumbuhan pelanggan baru dan hasil keuangan Perusahaan sejauh ini
Manajemen menurunkan proyeksi pertumbuhan pendapatan langganan dengan alasan adanya hambatan dari pelanggan yang menunda aray memperlambat proyek-proyek besar
Technical Analysis
Disclaimer: Seluruh pernyataan yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan bukan merupakan nasihat investasi untuk buy atau sell suatu instrumen. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD memiliki risiko yang sangat tinggi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.