
Dolar mengalami koreksi terhadap hampir semua mata uang lainnya menyusul langkah moneter yang diambil oleh otoritas keuangan China dengan meluncurkan stimulus baru. Bank Sentral China (PBOC) berencana melakukan pemangkasan 50 bps terhadap rasio cadangan wajib perbankan. Dengan penurunan rasio cadangan membuat bank memiliki lebih banyak uang untuk dipinjamkan ke nasabah. Langkah ini diambil guna meningkatkan jumlah uang beredar sehingga meningkatan permintaan agregat dan merangsang pertumbuhan ekonomi serta meringankan cicilan KPR dengan menurunnya suku bunga. Seperti diketahui beberapa waktu lalu ekonomi China mengalami pelemahan karena dihantam di sektor perumahan setelah sejumlah perusahaan Real Estate mengalami kebangkrutan. Meski demikian terdapat juga sejumlah ahli yang skeptis dengan langkah PBOC tersebut. Sementara itu fundamental ekonomi di AS juga menurun dengan data Kepercayaan Konsumen yang mengalami penurunan di luar perkiraan. Kepercayaan Konsumen di AS mengalami penurunan cukup tajam di bawah 100 menjadi 98.7 yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 103.9 meskipun data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 103.3 menjadi 105.6. Menurunnya kepercayaan ini diperkirakan karena kekhawatiran dengan semakin melemahnya sektor tenaga kerja di AS. Sedangkan indeks manufaktur negara bagian Richmond semakin melemah dari -19 menjadi -21 yang juga jauh dari perkiraan membaik -13. Komentar negatif dari pejabat Fed juga membuat mata uang dolar terkoreksi. Gubernur Fed - Michele Bowman yang menjadi satu-satunya suara yang menentang pemangkasan suku bunga jumbo pada pertemuan moneter pekan lalu mengatakan inflasi masih di atas target Fed sehingga Fed perlu tetap waspada dalam memulai melonggarkan kebijakan moneter. Bowman merasa pemangkasan jumbo sebagai deklarasi kemenangan yang terlalu dini terhadap mandat Fed sementara resiko inflasi dan sektor tenaga kerja masih ada. Penting untuk terus menjalankan mandat Fed yaitu menurunkan dan menjaga inflasi tetap stabil pada target 2% Fed dengan terus menjaga sektor tenaga kerja tetap solid. Hari ini hanya ada data di sektor perumahan sebelum data penting berupa pertumbuhan ekonomi GDP esok hari dan PCE di hari Jumat nanti.
Yen ikut bergerak menguat selain karena melemahnya dolar oleh stimulus dari China namun juga oleh sentimen positif dari Jepang sendiri. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dalam pidatonya kembali mengulang pernyataannya paska pertemuan moneter pekan lalu dengan mengatakan BOJ punya waktu yang cukup sambil menunggu perkembangan di pasar dan juga mengawasi kondisi ekonomi sebelum memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan lagi. Ini diindikasikan bahwa BOJ akan kembali menaikkan suku bunga acuan jika kondisi memungkinkan di mana proyeksi ekonomi mencapai yang ditargetkan. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI dari BOJ dengan perkiraan masih stabil 1.8% sama seperti sebelumnya.
Euro rebound semata karena pelamahan mata uang dolar terhadap semua karena fundamental ekonomi di kawasan Uni Eropa juga sedang tidak baik-baik saja. Iklim Bisnis di Jerman dan Belgia sama-sama turun di bawah perkiraan. Indeks sentimen bisnis di Jerman dari IFO mengalami penurunan dari 86.6 menjadi 85.4 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 86.1. Sedangkan data yang sama di Belgia dari NBB juga semakin turun dari -12.6 menjadi -13.3 yang lebih buruk dari perkiraan membaik -12.3. Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sekaligus Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel dalam pidato semalam tetap optimis bahwa ekonomi di Jerman akan pulih seiring dengan turunnya inflasi dan suku bunga yang juga semakin menurun. Hanya perlu gerakan reformasi secara menyeluruh dari persoalan imigrasi hingga perawatan anak-anak. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis. Sementara dari negara tetangganya Swiss dan Swedia dengan kedua bank sentral dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps.
Poundsterling berlanjut menguat terhadap dolar hingga melampaui rekor tertinggi dalam lebih dari 2.5 tahun lalu atau sejak bulan Maret 2022 yang lalu. Kondisi aktifitas ekonomi yang terus dalam zona ekspansif menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sehingga pemulihan ekonomi diharapkan dapat dicapai lebih cepat dari perkiraan. Langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang mempertahankan suku bunga acuannya pekan lalu juga menjadi daya tarik karena perbedaan suku bunga yang stabil di Inggris dibandingkan dengan suku bunga di tempat lain yang masih akan terus turun. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



