logo agrodana futures official
Buka Akun

Strategi Trading dengan Indikator Stochastic Oscillator

  -  29-Aug-2024
strategi trading dengan indikator stochastic oscillator

Apa itu Stochastic Oscillator?

Stochastic Oscillator adalah indikator momentum yang membandingkan harga penutupan dengan kisaran harga (nilai tertinggi dan terendah) selama perioda waktu tertentu. Indikator ini tidak mengikuti harga atau volume, tetapi hanya mengikuti kecepatan pergerakan harga atau momentum. Indikator ini merupakan indikator momentum yang paling popular dan dikembangkan pada 1950-an oleh George Lane.

Grafik Stochastic Oscillator umumnya terdiri dari dua garis. Garis pertama mencerminkan nilai aktual oscillator untuk setiap sesi (%K atau main line), yang menggambarkan persentase selisih antara harga terendah dan harga tertinggi suatu instrumen dalam kurun waktu tertentu. Garis kedua, mencerminkan rata-rata pergerakan harga dalam kurun 3 hari terakhir atau Simple Moving Average periode 3 (SMA-3) dari garis %K atau disebut singnal line (%D).

Harga dianggap bergerak mengikuti momentum jika terjadi perpotongan kedua garis ini. Artinya, pergerakan harga saat itu tidak lagi mengikuti trend harga yang berlangsung dalam 3 hari terakhir dan mungkin terjadinya pembalikan trend harga (reversal) dan trader disarankan melakukan aksi.

Angka Stochastic

Angka indikator stochastic oscillator akan bergerak di antara angka 0 dan 100. Angka stochastic rendah (di bawah 20) artinya harga saat ini berada dekat harga low dari kisaran harga untuk periode waktu yang digunakan. Dengan kata lain, harga saat ini berada kurang dari 20% dari harga low dari kisaran harga.

Angka stochastic tinggi (di atas 80) artinya harga saat ini berada dekat harga high dari kisaran harga untuk periode waktu yang digunakan. Dengan kata lain, harga saat ini berada kurang dari 20% dari harga high dari kisaran harga.

Level di atas 80 dianggap sebagai area overbought. Level di bawah 20 dianggap sebagai area oversold.

Perlu diingat bahwa dalam suatu trend pergerakan harga yang kuat maka suatu instrumen dapat menjadi overbought/oversold dan tetap bertahan dalam kondisi tersebut untuk waktu yang berkepanjangan.

Penerapan dalam Trading

Reversal

BUY saat stochastic di atas garis sinyal dan menembus naik ke atas level 20.

SELL saat stochastic di bawah garis sinyal dan menembus turun ke bawah level 80.

stochastic reversal

Grafik menunjukkan contoh penggunaan stochastic untuk indikasi reversal. Saat stochastic di atas garis signal dan menembus naik ke atas level 20, BUY pada harga pembukaan bar/candle berikutnya. Lingkaran biru menunjukkan saat stochastic di atas garis signal dan tembus naik di atas 20. Panah biru menunjukkan posisi BUY yang diambil.

Saat stochastic di bawah garis signal dan menembus turun di bawah level 80, SELL pada pembukaan bar/candle berikutnya. Lingkaran merah menunjukkan saat stochastic di bawah garis signal dan tembus turun di bawah level 80. Panah merah menunjukkan posisi SELL yang diambil.

Divergence

Saat harga dan stochastic tidak berjalan searah disebut mengalami divergensi, yang merupakan indikasi kemungkinan harga untuk balik arah.

Bullish divergence adalah saat harga bergerak turun, tapi tidak diikuti oleh penurunan stochastic oscillator.

Bearish divergence adalah saat harga bergerak naik, tapi tidak diikuti peningkatan stochastic oscillator.

stochastic divergence

Grafik menunjukkan contoh bearish divergence dan bullish divergence yang terjadi antara harga dan stochastic.

Lingkaran biru (1) menunjukkan bearish divergence. Harga bergerak naik tapi tidak diikuti oleh stochatic. Indikasi akan terjadi perubahan arah dari naik menjadi turun.

Lingkaran merah (2) menunjukkan bullish divergence. Harga bergerak turun, tapi stochastic justru bergerak naik. Indikasi akan terjadi perubahan arah dari turun menjadi naik.

Trend

BUY saat stochastic di atas garis signal dan naik di atas level 80. Tutup posisi saat stochastic di bawah garis signal dan turun di bawah level 80.

SELL saat stochastic di bawah garis signal dan turun di bawah level 20. Tutup posisi saat stochastic di atas garis signal dan naik di atas level 20.

image

Saat stochastic di atas garis signal dan naik di atas level 80 (area warna biru), BUY pada pembukaan bar/candle berikutnya (panah biru). Tutup posisi saat stochastic di bawah garis signal dan turun di bawah 80 (tanda silang oranye).

Saat stochastic di bawah garis signal dan turun di bawah level 20 (area warna merah), SELL pada pembukaan bar/candle berikutnya (panah merah). Tutup posisi saat stochastic di atas garis signal dan naik di atas 20 (tanda silang oranye).

Perbedaan & Persamaan RSI dengan Stochastic Oscillator

AspectRSIStochastic Osclillator
Skala nilai0 - 100, dengan level 30 dan 70 sebagai acuan untuk oversold dan overbought0 - 100, dengan level 20 dan 80 sebagai acuan untuk kondisi oversold dan overbought.
Tujuan UtamaMenghitung kekuatan relatif harga penutupanMenghitung perbandingan antara harga penutupan dengan kisaran harga.
Kepekaan terhadap perubahan hargaLebih lambat untuk merespon perubahan harga, karena cenderung lebih sensitif terhadap perubahan harga yang besar.Lebih cepat untuk merespon perubahan harga, karena lebih fokus pada harga penutupan dalam rentang harga tinggi-rendah
Penangkapan sinyalMemberikan sinyal BUY atau SELL ketika mencapai level overbought atau oversoldMemberikan sinyal BUY atau SELL berdasarkan persilangan garis %K dan %D
Penggunaan yang disarankanDigunakan saat pasar trendingDigunakan saat pasar sideways atau kisaran harga yang terbatas

Kelebihan dan Kelemahan Stochastic Oscillator

Kelebihan Stochastic Oscillator

  1. Dapat memberi sinyal pada saat pelemahan harga
  2. Lebih sensitif terhadap perubahan harga, sehingga dapat mengindikasi dan merespon lebih awal dibandingkan dengan indikator lainnya
  3. Dapat digunakan untuk pasar yang sideways

Kelemahan Stochastic Oscillator

  1. Rentan terhadap sinyal palsu, terutama dalam pasar yang trending
  2. Kurang efektif dalam mengidentifikasi pembalikan arah


Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down