Parabolic SAR (Stop And Reverse) adalah indikator popular yang terutama digunakan oleh trader untuk menentukan momentum jangka pendek di masa mendatang dari aset.
Indikator ini dikembangkan oleh ahli teknikal terkenal J. Welles Wilder, Jr. dan dapat diterapkan dengan mudah dalam strategi trading, memungkinkan trader untuk menentukan dimana stop order harus ditempatkan.
Indikator ini menggunakan metode trailing stop and reverse yang disebut “SAR”, untuk mengidentifikasi titik keluar dan masuk yang cocok. Trader merujuk pada indikator sebagai parabolic stop and reverse, atau Parabolic SAR.
Indikator ini muncul pada grafik sebagai rangkaian titik, baik di atas ataupun di bawah harga, tergantung pada arah harga bergerak. Sebuah titik ditempatkan di bawah harga ketika tren naik, dan di atas harga ketika tren turun. Pembalikan terjadi saat titik-titik tersebut terbalik. Jika harga jatuh di bawah titik naik, maka titik akan bergerak di atas harga untuk menunjukkan bahwa tren turun muncul. Begitupun sebaliknya.
Parabolic SAR paling cocok untuk pasar yang trending dan kurang cocok untuk pasar yang bergerak dalam range / sideways.
Titik berada di bawah harga menunjukkan arah pergerakan naik. Saat titik berpindah dari bawah harga ke atas harga, ini menunjukkan perubahan arah pergerakan harga.

Grafik di atas menunjukkan signal bullish yang dihasilkan oleh Parabolic SAR dalam kondisi market trending dan sideways. Panah biru di sebelah kiri (1) menunjukkan posisi titik berbalik dari posisi di atas harga ke bawah harga. Buka posisi BUY saat pembukaan bar/candle berikutnya, dengan stop loss di titik parabolik atau di bawahnya.
Dengan menggunakan parabolic SAR, kamu dapat memaksimalkan potensi keuntungan dengan tetap bertahan dalam 1 trade selama mungkin. Panah hijau pada grafik menunjukkan bahwa level stop loss dapat disesuaikan seiring dengan pergerakan titik parabolik mengikuti harga. Selama titik belum berbalik, posisi BUY tetap dipertahankan. Seperti dapat dilihat transaksi ini menghasilkan profit yang cukup besar.
Di sisi kanan dapat dilihat 4 panah biru memberikan signal bullish. Harga bergerak menyamping. Sama seperti sebelumnya, BUY saat pembukaan bar/candle berikutnya. Akan tetapi semua transaksi ini terkena stop loss atau ditutup karena titik berpindah posisi, dan tidak menghasilkan keuntungan.
Titik berada di atas harga menunjukkan arah pergerakan turun. Saat titik berpindah dari atas harga ke bawah harga, ini menunjukkan perubahan arah pergerakan harga.

Saat pasar bergerak menyamping, parabolic SAR tidak cocok untuk digunakan (lihat 4 panah merah di bagian tengah grafik). Semua transaksi ini terkena stop loss atau ditutup karena titik berpindah posisi, dan tidak menghasilkan keuntungan.
Panah merah terakhir pada grafik (2) juga memberikan signal bearish. SELL pada pembukaan bar/candle berikutnya, dengan stop loss di titik parabolik atau di atasnya. Panah hijau pada grafik menunjukkan level stop loss dapat disesuaikan seiring dengan pergerakan titik parabolik mengikuti harga. Selama titik belum berbalik, posisi SELL tetap dipertahankan. Seperti dapat dilihat transaksi ini menghasilkan profit yang cukup besar.
Harap diingat bahwa Parabolic SAR paling cocok untuk digunakan pada trending market dengan pergerakan harga yang panjang. Tidak cocok untuk pasar yang bergerak menyamping. Untuk hasil yang lebih baik, maka perlu digabungkan dengan indikator teknikal lainnya.



